Ini yang Kurang dari Permainan Lee Zii Jia
Selasa, 22 Maret 2022 08:26:50
Majalahbulutangkis.com- Lee Zii Jia gagal mempertahankan mahkota juaranya di All England yang diraihnya tahun lalu. Tunggal putra Malaysia ini dipaksa menyerah di tangan Lakshya Sen 13-21, 21-12, 19-21 di semifinal, Sabtu (19/3).
Padahal, satu hari sebelumnya, Zii Jia tampil hebat saat menggebuk juara dunia dua kali asal Jepang, Kento Momota, di perempat final.
Mantan tunggal putra Malaysia era 1970-1980an, Datuk James Selvaraj, menilai ada yang kurang dalam permainan Zii Jia. Itu adalah senjata mematikan dan variasi dalam menyerang.
Selvaraj menilai Zii Jia terlalu mengandalkan kecepatan dan smash-smash keras. Tak selamanya ini bisa berfungsi baik di tiap pertandingan.
Ini yang terjadi ketika pemain yang akan genap berusia 24 tahun pada 29 Maret nanti tersebut berhadapan dengan Lakshya. Pemain masa depan India ini dengan mudah menahan sebagian besar smash keras Zii Jia.
"Zii Jia adalah seorang pemain menyerang cepat yang sangat mengandalkan pada smash-smash keras. Namun, apa yang terjadi ketika ia berhadapan dengan seorang pemain seperti Lakshya Sen, yang mampu menahan semua smash-nya?" kata Selvaraj dilansir dari laman New Straits Times, Senin (21/3).
"Di All England, Zii Jia terjebak dengan permainannya ini karena Lakshya adalah seorang pemain stroke, dan ia memastikan ia memainkan setiap stroke dengan sabar dan meredam smash-smash Zii Jia.
"Terkadang, Lakshya membalas dengan smash-smash menyilang yang tepat. Saya merasa Zii Jia harus lebih menambah variasi dalam permainannya. Ia harus mengubah taktik ketika melawan pemain-pemain yang berbeda."
Yang disebutkan Selvaraj hanya bisa dicapai Zii Jia lewat latihan lebih banyak yang intensif. Sayangnya, Selvaraj situasi yang kini dialami Zii Jia justru menyulitkan sang pemain sendiri. Zii Jia tak lagi menjadi bagian dari pemain Federasi Bulutangkis Malaysia (BAM).
Sang pemain memutuskan berkarier secara profesional. Ini menyulitkannya mendapatkan rekan tanding yang mumpuni. Sekarang menjadi kebijakan pelatihnya, Indra Wijaya, untuk menangani Zii Jia.
"Ini akan menjadi tantangan bagi Zii Jia. Saat ini ia hanya punya satu atau dua pemain sebagai rekan berlatih. Saya rasa ini kurang," ucap Selvaraj.
"Karena ia telah meninggalkan tim nasional, lebih sulit baginya mendapat latih tanding yang tepat. Dan, saya yakin itu yang paling dibutuhkannya. Mari kita tunggu apa yang bisa diberikan pelatih Indra kepada Zii Jia," imbuhnya.
Zii Jia tak akan tampil di Swiss Open 2022 di Basel, 22-27 Maret. Ia baru akan bertanding lagi di Korea Open, 5-10 April, setelah itu fokus ke Piala Thomas di Bangkok, Thailand, 8-15 Mei.
(Indra)
Sumber foto: BWF