SEA Games 2021: Nova Widianto Sentil Ganda Ini Jelang Perempat Final

Kamis, 19 Mei 2022 21:52:50

 

Majalahbulutangkis.com- Dua ganda campuran Indonesia masih menjaga eksistensi mereka di nomor perorangan cabang olahraga bulutangkis SEA Games XXXI 2021 di Vietnam. Namun, performa salah satu pasangan tersebut dinilai masih belum memuaskan. 

Pasangan yang dimaksud adalah Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Ganda berperingkat 19 dunia ini ditempatkan sebagai unggulan pertama di sektor ganda campuran. Wajar, ada tuntutan lebih agar Rinov/Pitha bisa bermain lebih baik daripada yang mereka tunjukkan pada babak 16 besar, Kamis (19/5). 

Meski mampu memastikan tiket ke perempat final yang akan digelar di Bac Giang Gymnasium, Jumat (20/5), permainan Rinov/Pitha dianggap masih kurang meyakinkan. Ganda Filipina, Alvin Nitura Morada/Thea Marie Pomar, sanggup memaksa Rinov/Pitha bermain rubber game 15-21, 21-19, 15-21 selama 43 menit. 

Tak pelak, Nova Widianto memberi sentilan kepada Rinov/Pitha yang kini menjadi ganda nomor 1 di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur. Sorotan pelatih ganda campuran PBSI itu ada tertuju pada keputusan Rinov/Pitha untuk menurunkan tempo permainan di saat mereka sudah mendekati kemenangan pada game kedua. 

"Lawannya memang Filipina, tapi kita tahu mereka bagus, tak mudah juga. Tapi, memang di game kedua, Rinov/Pitha agak menurunkan tempo, mengubah pola. Ketika lawan mulai bangkit dan percaya diri, Rinov/Pitha malah jadi panik," kata Nova dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.

"Saya sudah sering ingatkan bermain ganda campuran fokusnya tak boleh turun. Harus stabil dengan pola permainan dan iramanya. Kendur sedikit bisa bahaya. Tapi, namanya pertandingan pertama wajar kalu belum lepas dan enak mainnya," tambahnya. 

Pitha tak menampik apa yang dikatakan Nova soal menurunkan tempo permainan. Namun, Pitha berjanji ia dan Rinov tak akan mengulangi itu lagi ketika bentrok ganda Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul/Phataimas Muenwong di perempat final. 

"Di game kedua itu, kita agak menurunkan tempo. Setelah unggul lalu disamakan dan berbalik. Kita jadi kurang lepas mainnya. Padahal, kalau main normal harusnya bisa mengimbangi dan tak harus bermain rubber," ungkap Pitha. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI