[BATC 2022] Kontra Korea, Sektor Ganda Dapat Sorotan

Rabu, 16 Febuari 2022 17:23:08

 

Majalahbulutangkis.com- Tim putra Indonesia dan Korea Selatan bakal saling adu pukul demi tiket ke semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022. Bentrokan akan terjadi pada laga kedua Grup A di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor, Malaysia, Kamis (17/2). 

Pemenang duel ini dipastikan akan merebut satu tiket di semifinal Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu tersebut. Itu sekaligus memastikan satu tempat di putaran final Piala Thomas dan Uber 2022 di Bangkok, Thailand, pada Mei mendatang. 

Begitu pentingnya pertandingan di Grup A ini, Indonesia dan Korea Selatan bakal memainkan kekuatan terbaik. 
Maklum, di pertandingan pembuka, Selasa (15/2) Korea Selatan menang 5-0 atas India. Sementara Indonesia mengatasi Hong Kong 4-1.

Dikatakan Aryono Miranat, pelatih ganda putra, pertarungan melawan Korea Selatan ini akan sangat menentukan nasib perjalanan tim Indonesia dalam kejuaraan yang diikuti delapan negara tersebut. Untuk bisa segera mengamankan tiket ke semifinal, Chico Aura Dwi Wardoyo dan kawan-kawan harus menang.

"Pertandingan lawan Korea besok itu sangat penting. Kansnya seimbang, 50-50. Kalau kita bisa menang, tiket ke semifinal itu rasanya makin dekat. Tetapi itu juga tak mudah dan perlu perjuangan keras," sebut Aryono kepada Tim Humas PBSI, di Hotel Sunway Pyramid, Selangor, Rabu (16/2) siang.

Sebagai persiapan, Skuad Garuda Muda begitu serius mempersiapkan diri. Rabu pagi para pemain berlatih di Setia Badminton Hall, Selangor. Latihan selama dua jam ini memang sengaja untuk menghadapi tim Negeri Ginseng.

Sektor ganda dinilai masih kurang gereget. Berbeda dengan sektor tunggal yang sudah tampil lebih baik ketika melawan Hong Kong. Ganda kedua, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menyerah dari Law Cheuk Him/Lei Chun Lei Reginald dengan rubber game

Padahal, di game ketiga, Pramudya/Yeremia semestinya bisa menuntaskannya dengan kemenangan setelah mencapai angka 20 lebih dulu. Namun, faktanya, mereka lengah dan terlalu terburu-buru untuk menyelesaikan pertandingan. Alhasil, mereka malah kalah 20-22. 

"Kita sudah melakukan evaluasi, terutama untuk pemain ganda. Yang kemarin ada yang kurang-kurang, tentu akan kita diperbaiki. Yang pasti kami akan tampil dengan tim terbaik," tegas Aryono.

Sementara menurut Harry Hartono, pelatih tunggal putra, bicara soal kans lawan Korea, peta kekuatan di tiap sektornya tetap seimbang. Apalagi Chico, Ikhsan Rumbay, dan Christian Adinata mengaku belum pernah ketemu dengan pemain-pemain Korea yang melawan India. 

"Lawan Korea itu partai penting yang diharapkan bisa kita menangkan agar tiket ke semifinal bisa lebih cepat diraih. Karena itu, tunggal putra Indonesia juga akan menurunkan kekuatan terbaik," jelas Harry.

Disampaikan Harry, dari hasil evaluasi pertandingan lawan Hong Kong, tiga pemain tunggal tampil bagus, padahal mereka sebagian besar baru pertama kali main di kejuaraan beregu senior. Mereka menampilkan permainan terbaik dan percaya diri. 

"Yang makin menggembirakan, mereka bisa cepat beradaptasi dengan arena. Terutama Chico yang begitu percaya diri bisa mengalahkan Lee Cheuk Yiu, pemain yang sulit dikalahkan Anthony Ginting," sebut Harry. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI