Senyum Langka Praveen

Sabtu, 23 Nov 2019 05:36:02

 

Majalahbulutangkis.com- Birmingham Arena, Minggu, 13 Maret 2016, senyum cerah menghiasi wajah Praveen Jordan. Wajar ia berbahagia karena baru saja naik podium juara bersama Debby Susanto di ajang bulutangkis tertua di dunia All England. Di laga final Praveen/Melati mengubur impian pasangan kawakan Denmark, Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen dua game langsung 21-12, 21-17.

Namun, siapa pun tak pernah menyangka jika setelah itu senyum cerah seolah tak pernah terlihat lagi menghiasi wajah Praveen. Anak Bontang yang akrab disapa Ucok ini justru mengalami masa-masa sulit setelah suksesnya di All England. Kegagalan demi kegagalan terus datang berulang. Hingga Debby Susanto akhirnya memutuskan gantung raket di awal Januari 2019 lalu, gelar yang diharapkan tak kunjung datang.

Ditinggal Debby justru membuat nasib Praveen kian tak menentu. Keputusan pelatih ganda campuran Pelatnas PBSI, Richard Mainaky yang menyodorkan nama Melati Daeva Oktavianti sebagai pengganti Debby, pada awalnya juga tak semulus yang diharapkan. Berbanding terbalik dengan Zheng Siwei yang ketika dipisah dari Chen Qingchen, tak butuh waktu dua bulan langsung tancap gas saat disandingkan dengan pasangan barunya Huang Yaqiong.

Butuh sembilan bulan bagi Praveen dan Melati untuk menyatukan chemistry. Di awal penampilan Melati yang baru tahun ini diorbitkan di turnamen level atas kerap terlihat masih canggung dan serba salah. Tekanan bukan cuma dari lawan tapi Praveen pun tak jarang terlihat emosional hingga membuat Melati kian tertekan.

Saat bertolak ke Eropa untuk melakoni laga di Denmark dan Prancis, perasaan keduanya tentu campur aduk. Maklum, Praveen baru saja menerima teguran keras dari sang pelatih terkait perilakunya yang indisipliner selama di Pelatnas. Eksistensinya di Cipayung pun bisa terancam jika perilakunya tak berubah.

Namun, terkadang kreativitas seseorang justru bisa muncul seketika saat dirinya tersudut. Itulah Praveen. Saat eksistensinya terancam kreativitasnya justru keluar. Gelar yang dibawanya dari Denmark dan Prancis bersama Melati seolah menjadi pembuktian dirinya masih layak untuk diandalkan.

Senyum Praveen di balik tampangnya yang terkesan sangar pun kembali tersungging setelah menunggu lebih dari tiga tahun. Semua tentu berharap Praveen mampu mempersembahkan gelar-gelar berikutnya agar senyum terus tersungging di wajahnya. (*)