Mabar IX BL Jateng

Kamis, 04 Januari 2018 15:48:27

 

Badminton Lovers Community Jawa Tengah atau yang populer dengan nama BL Jateng kembali menggelar agenda rutin yaitu Main Bareng (Mabar) bulutangkis yang kali ini merupakan Mabar yang kesembilan kalinya. Acara diadakan di Gelora Prof Soedarto Komplek Kampus Universitas Semarang (GOR USM), Minggu, 26 November 2017.

Dengan penyelenggaraan Mabar yang kesembilan kali ini, BL Jateng telah menunjukkan sebagai sebuah organisasi komunitas yang cukup aktif. Tidak heran, BL Jateng telah mendapatkan SK Kepengurusan komunitas dari PBSI Jateng pada September 2017 lalu. Kehadiran BL Jateng pun mendapat apresiasi positif dari Ketua Pengprov PBSI Jateng, Andy Kridasusila.

“BL Jateng sangat mendukung dalam sosialisasi untuk memasyarakatkan bulutangkis. Baik dalam bentuk support atlet dalam semangat bertanding maupun aktivitas BL sendiri yang mengadakan pertandingan persahabatan dengan komunitas berbagai daerah di Jawa Tengah,” ujar Andy.

Menurut Andy, keberhasilan prestasi atlet merupakan sinergi berbagai pihak. Dari internal adalah PBSI sebagai organisasi formal, klub sebagai tempat bernaung atlet, dan para atlet yang disupport keluarga. Sedangkan eksternal terkait dengan sponsor, pemerintah, serta masyarakat termasuk di dalamnya BL Jateng.

“BL Jateng sangat mendukung aktivitas bulutangkis di Jawa Tengah. Mereka aktif berkomunikasi dengan Pengprov PBSI Jawa Tengah terkait event-event yang diselenggarakan PBSI. Mereka juga mengkomunikasikan kegiatan BL Jateng,” tambah Andy.

Acara Mabar pun berlangsung meriah. Panitia membuat suasana berbeda dari Mabar yang pernah diselenggarakan sebelumnya.

“Mabar kali ini menggunakan konsep baru yang belum pernah kita pakai di Mabar sebelumnya, yaitu kita mengadakan semi turnamen, dengan pembagian grade peserta menjadi tiga di mana masing-masing dari grade itu akan bertanding untuk memperebutkan status juara,” ungkap Rozi Alkhanafi selaku Ketua Komunitas BL Jateng.

Serunya adalah penamaan dari tiap grade tersebut mengambil nama-nama dari level turnamen bulutangkis internasional. Untuk grade A yang notabene nya peserta yang secara bermain sudah cukup bagus dilabeli kelas Superseries, untuk level kelas menengah dilabeli kelas Grand Prix, dan untuk kelas peserta yang pemula diberi label Intenational Challenge.

Konsep seperti ini nampaknya cukup mendapat tanggapan positif dari peserta. Mereka pun tertantang dan semangat untuk menunjukan kemampuannya dan bermain maksimal.

"Mabar kesembilan ini secara konsep yang paling seru dibanding yang sebelum belumnya karena ada pembagian grade peserta. Jadi lebih seimbang dan fair secara permainan, hanya mungkin beberapa peserta baru perlu dicari cara untuk diketahui pembagian gradenya masuk kelas yang mana,“ tutur Yunaidi Effendy salah seorang peserta dari Solo.

Panitia Mabar yang terdiri dari 19 orang dari kepengurusan Komunitas untuk periode 2017-2019 diantaranya M. Hapis, Pitaloka, Desy, Surya, Heri, Rozi, Wendy, Anju, Lian, Luthfi, Wisnu, Rusmono, Afan, Dodyk, Agus, Rachman, Galang, Sintya, dan Iwan mengemas sedemikian rupa supaya acara Mabar kali ini menarik dan memberikan kesan tersendiri bagi peserta yang ikut.

“Antusiasme peserta sangat luar biasa, terbukti dari mulai dibuka pendaftaran dalam tiga hari kuota terpenuhi dan waiting list juga banyak,” ungkap Hapis Ketua Panitia Mabar.

Animo peserta yang tinggi dari acara Mabar ke-9 ini, menarik minat beberapa sponsor untuk ikut serta mendukung acara tersebut. Jumlah pendaftar 144 peserta sudah langsung penuh hanya dalam tiga hari setelah dibuka pendaftaran. Peserta datang dari berbagai kota, antara lain Semarang, Kendal, Batang, Pekalongan, Brebes, Tegal, Banjarnegara, Wonosobo, Banyumas, Cilacap, Temanggung, Magelang, Purworejo, Surakarta, Klaten, Boyolali, Salatiga, Purwodadi, Kudus, Pati, Jepara, Demak, Blora, Sragen, Sukoharjo, Bantul, Sleman, Pasuruan, Madiun, dan Jakarta. Bahkan, ada juga yang datang secara khusus datang dari Jambi dan Samarinda.

Triyanta adalah salah satu peserta dari Klaten mengungkapkan kepuasannya menjadi peserta Mabar ini.

"Kita datang dari berbagai kota hanya ingin bertemu dengan teman-teman anggota BLJ dan bermain bulutangkis bersama. Acara ini seperti layaknya turnamen sirkuit nasional, bagi kami yang notabene hanya sekadar bisa asal mukul. Namun inti sebenarnya hanya senang-senang sesama penggemar bulutangkis dan menjalin keakraban dengan mereka,” ujarnya.

Ia berharap, acara seperti ini harus sering dilakukan ke daerah-daerah terpencil agar tumbuh komunitas kecil di daerah itu. Harapan lainnya, ada mantan-mantan pemain pebulutangkis juga turut terjun langsung meramaikan acara seperti ini agar tumbuh inspirasi untuk lebih mencintai bulutangkis. (Hendri Anhar)

Daftar juara Mabar BL IX Jateng 2017

Kelas Superseries
Juara 1 :   Candra Andrea P (Kota Semarang)/ Triyanta M. Safei (Kab. Klaten)
Juara 2 :   Hermawan A. Bagaskoro (Kab. Grobogan)/Aman (Kota Semarang)
Juara 3 :   Oktavianus Sumampow (Jakarta)/Trio Ariyanto (Palembang)
Achmad Muhaimin (Kota Semarang)/Imam Khoirudin (Kab. Batang)

Kelas Grand Prix
Juara 1 :   Purwanto (Kab. Pati)/Mahfud Khafidin (Kota Semarang)
Juara 2 :   Eko Prastyo (Kab. Demak)/Tresno (Kab Banyumas)
Juara 3 :   Yunaidi Effendy (Kota Surakarta)/Teddy Frananda (Kota Pelakongan)
Imam Tri H (kab. Batang)/Timbul Prayitno (Kab. Demak)

Kelas International Challenge
Juara 1 :   Jefri Bayu Guntara (Kab. Sukoharjo)/Khoe sin ho (Kota Surakarta)
Juara 2 :   Dwi Setyo Pambudi (Kab. Cilacap)/Zaenal Arifin (Kab Wonosobo)
Juara 3 :   Zainal Muttaqin (Kab Kendal)/Akhmad Khumaidi  (Kab. Pasuruan)
Johanes Agung Nugroho (Kota Surakarta)/Nurul As’ari (Kab. Kendal)

 

« Back to News