Dramatis, TVRI Pusat Juara Antar Media 2017

Rabu, 15 Nov 2017 20:51:41

 

AJANG bulutangkis yang mempertarungkan para pemain di kalangan insan media bertajuk Kejuaraan Bulutangkis Antar Media 2017 akhirnya tuntas digelar.

Babak Grand Final di GOR Jati, Kudus, 25-26 Oktober lalu, yang juga merupakan markas besar PB.Djarum Kudus, menjadi pemuncak kegiatan setelah sebelumnya pada peserta mengikuti serangkaian babak penyisihan di tiga zona. Masing-masing Zona Barat yang dimainkan di Jakarta, 3-5 Oktober, Zona Tengah di Magelang, 11-12 Oktober, serta Zona Timur di Surabaya, 12-13 Oktober.

Tim-tim jawara di masing-masing zona inilah yang akhirnya berhak melangkah ke babak Grand Final untuk memperebutkan hadiah total Rp 55 juta. Dari Zona Barat diwakili tim TVRI Pusat, Zona Tengah mengutus tim TVRI Jateng, sedang Zona Timur meloloskan tim Harian Memorandum. Tambahan satu peserta yang merupakan runner-up terbaik dari ketiga zona terpilih tim Harian Suara Merdeka, Semarang.

Selama dua hari di Kota Bulutangkis itu, empat tim bertarung setengah kompetisi memperebutkan dua posisi teratas yang berhak melaju ke final. Setelah menjalani tiga kali laga pendahuluan, partai derby TVRI pun tak terelakkan di laga puncak antara tim TVRI Pusat melawan tim TVRI Jateng.

Kedua tim sebelumnya sempat bertemu di laga pendahuluan yang dimenangkan tim TVRI Pusat dengan skor 2-1. Namun, memasuki laga final suhu persaingan memanas. Tak ingin kalah dua kali dari saudara tuanya, tim TVRI Jateng yang dimotori dua andalannya Fentri Susilo dan Hargo Widagdo mencoba mengatur strategi dengan melakukan rotasi pemain.

Dari susunan pemain yang diturunkan, tim TVRI Jateng agaknya begitu optimis mampu merebut kemenangan di dua laga pembuka sekaligus menuntaskan perlawanan TVRI Pusat.

Duet Akbar Taufik/Isnan Santoso pun diturunkan di laga pembuka dengan misi merebut poin pertama bagi tim TVRI Jateng. Namun, apa hendak dikata, hasil yang diraih ternyata tak sesuai harapan. Di luar dugaan pasangan TVRI Pusat, Rides/Wahyu mampu memberikan perlawanan sengit sebelumnya akhirnya menang dalam tiga game 21-19, 11-21, 21-16.

Memasuki laga kedua yang memainkan nomor tunggal, TVRI Jateng menurunkan andalan Fentri. Pemain kawakan TVRI Pusat, Sumardjo yang mencoba menghadang pun tak berkutik. Perbedaan usia yang terlalu jauh, Sumardjo 57 tahun sedang Fentri 31 tahun, membuat laga jadi tak imbang. Fentri pun unggul dua game langsung 21-12, 21-19. Kedudukan kedua tim imbang 1-1.

Laga ketiga yang kembali memainkan nomor ganda menjadi partai 'hidup mati'. TVRI Jateng menurunkan Hargo yang harus 'menggendong' rekannya yang jauh lebih tua Sugeng. Sebaliknya TVRI Pusat menurunkan pasangan Slamet Nuryadi yang juga harus 'menggendong' rekannya yang cedera Osdi Amar.

Duet Slamet/Osdi sukses merebut game pertama 21-16 berkat strategi jitu dengan banyak mengarahkan bola ke Sugeng yang menjadi titik lemah tim TVRI Jateng. Memasuki game kedua, laga makin panas. Hargo yang mencoba mengambil alih permainan cukup berhasil. Skor pun terus bergerak ketat hingga 16-16. Di sinilah situasi dramatis terjadi. Osdi yang mencoba mengejar bola yang ditempatkan di sudut kanan permainan terpeleset pada posisi kaki kirinya yang cedera.

Untuk beberapa saat ia pun terkapar di lapangan dan mendapat perawatan medis. Meski sudah disarankan oleh tim medis agar tidak meneruskan pertarungan namun Osdi tetap bersikeras masuk kembali ke lapangan dengan langkah tertatih-tatih.

Ironisnya, situasi yang seharusnya bisa dimanfaatkan dengan baik oleh duet TVRI Jateng ternyata justru sebaliknya. Hargo/Sugeng malah tampil antiklimaks hingga menyerah 18-21. Kemenangan pun jadi milik tim TVRI Pusat 2-1.

"Hasil ini sungguh di luar dugaan, karena sejak awal kami memang tidak terlalu yakin bisa juara mengingat kekuatan lawan yang tampil sangat merata. Sementara kami hanya diperkuat pemain-pemain yang sudah berusia lanjut," ujar Sumardjo yang sudah tampil di event ini sejak pertama kali digelar pada tahun 2007 lalu.

Sebagai juara, tim TVRI Pusat selain berhak atas Piala Tetap dan Piala Bergilir, juga memperoleh hadiah uang pembinaan sebesar Rp 20 juta. Sedang tim TVRI Jateng sebagai runner-up selain mendapat Piala Tetap meraih hadiah Rp 15 juta. Sementara peringkat tiga bersama tim Suara Merdeka dan Memorandum sama-sama mendapatkan hadiah Rp 10 juta.

Di sisi lain, Program Manager Bakti Olahraga Djarum Foundation, Budi Darmawan mengaku puas dengan pergelaran bulutangkis bagi para insan media ini.

"Semangat yang diperlihatkan para peserta Kejuaraan Bulutangkis Antar Media di tiga zona membuktikan antusiasme para insan media di Indonesia sangat tinggi," ujar Budi Darmawan.

Lebih lanjut, Budi mengharapkan lewat event ini mampu mengakrabkan jalinan silaturahmi dan kebersamaan di antara rekan-rekan seprofesi. Tak lupa, Budi pun mengingatkan untuk penyelenggaraan tahun 2018 mendatang event ini akan mempertandingkan nomor perorangan. Harapannya insan media yang terlibat bakal lebih banyak lagi. (MB-01)

« Back to News