Singapore Open 2022: Apriyani/Siti Fadia Koleksi Gelar Kedua BWF World Tour
Minggu, 17 Juli 2022 15:42:24
Majalahbulutangkis.com- Tiongkok dipastikan tak membawa pulang satu gelar juara pun dari Singapore Open 2022. Itu karena ketiga wakil mereka pada final di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Minggu (17/7), gagal menjadi juara.
Wang Zhi Yi yang menjadi utusan di sektor tunggal putri menyerah dari Pusarla Venkata Sindhu. Kendati begitu, pemain India berperingkat 7 dunia ini harus bekerja ekstra keras sebelum menaklukkan pemain penghuni ranking 11 dunia tersebut.
Total waktu dihabiskan Pusarla selama 58 menit untuk memenangi pertandingan lewat partai tiga game, 21-9, 11-21, 21-15. Ini gelar ketiga pemain berusia 27 tahun tersebut di musim 2022 setelah Syed Modi International dan Swiss Open.
Wakil Tiongkok di sektor ganda campuran, Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping, juga tak mampu meraih mahkota juara. Unggulan ketiga ini harus mengakui kehebatan unggulan pertama dari Thailand, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, 12-21,17-21, dengan durasi 37 menit.
Kemenangan itu menjadikan skor pertemuan kedua pasangan menjadi 8-8. Bagi Dechapol/Sapsiree, ini merupakan gelar kedua mereka di 2022 setelah German Open. Sayangnya, tambahan 9.200 poin dari Singapore Open belum bisa mendongkrak mereka dari peringkat 2 dunia. Dechapol/Sapsiree masih harus bersabar berada di bawah Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong dari Tiongkok.
Wakil Tiongkok terakhir yang bermain di final Singapore Open 2022, Zhang Shu Xian/Zheng Yu, juga harus merelakan gelar juara yang sudah ada di depan mata. Pada partai puncak, peringkat 19 dunia ini keok di tangan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti.
Ganda putri Indonesia yang kini menempati ranking 62 dunia ini hanya butuh 39 menit untuk menang 21-14, 21-17 atas unggulan kelima tersebut. Ini menjadi durasi tercepat dari tiga duel Zhang/Zheng versus Apriyani/Siti Fadia.
"Tadi dari awal kita sudah fokus satu demi satu angka, dan terus menekan. Lawan pun terpaksa mengikuti pola permainan kita. Selain itu, kami juga bisa membaca pola permainan yang dikembangkan kawan," kata Siti Fadia dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
"Bersyukur, Apriyani/Siti Fadia bisa main baik dan juara. Dari awal, memang Apriyani/Siti Fadia mengambil inisiatif menyerang dulu. Mereka memegang kendali permainan terus. Dampaknya, lawan selalu tertekan dan hanya mengikuti pola permainan yang dikembangkan Apriyani/Siti Fadia. Lawan tak berkembang permainannya," ungkap pelatih ganda putri PP PBSI, Eng Hian.
Di dua benturan sebelumnya yang juga dimenangi Apriyani/Siti Fadia, pertandingan selalu dilalui dengan rubber game dan menghabiskan waktu di atas 70 menit. Itu terjadi di babak II Indonesia Open 2022 (80 menit) dan final Malaysia Open 2022 (71 menit).
Bagi Apriyani/Siti Fadia, gelar juara Singapore Open menjadi yang kedua dari lima turnamen BWF World Tour 2022. Sebelumnya, mereka menjuarai Malaysia Open Super 750 pada awal Juli. Di samping itu, mereka juga meraih medali emas nomor perorangan SEA Games 2021 yang digelar di Vietnam pada Mei 2022.
Terakhir kali ganda putri 'Merah Putih' menjuarai Singapore Open terjadi pada 2016 melalui pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI