Perkembangan Putri KW Dapat Atensi Legenda Tunggal Putri Indonesia

Minggu, 24 April 2022 11:58:30

 

Majalahbulutangkis.com- PBSI memiliki 10 tunggal putri utama di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, untuk musim 2022. Namun, harus diakui sejauh ini, hanya satu pemain yang bisa dibilang menonjol. 

Sang pemain adalah Putri Kusuma Wardani (KW). Pemain berusia 19 tahun ini menjadi bagian penting ketika tim putri 'Merah Putih' menggurat sejarah untuk pertama kalinya menjuarai Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022 di Selangor, Malaysia, Februari lalu. 

Dipercaya bermain di empat partai, Putri KW sanggup memenangi tiga di antaranya. Kehebatan pemain bertinggi 1,72 meter ini makin terlihat saat menjuarai Orleans Masters 2022 berlevel BWF World Tour Super 100. 

Dalam proses ke tangga juara, Putri KW, yang berperingkat 61 dunia, menaklukkan pemain-pemain yang memiliki ranking dunia di atasnya, termasuk Iris Wang. Tunggal putri Amerika Serikat berperingkat 31 dunia ini digebuk Putri KW dengan rubber game. 

Gelar juara di Orleans Masters 2022 menjadi gelar BWF World Tour kedua Putri KW setelah Spain Masters Super 300 yang diraihnya tahun lalu. Senior Putri KW di Pelatnas, Gregoria Mariska Tunjung, 23 tahun, bahkan belum pernah mencicipi gelar BWF World Tour. 

Di sepanjang 2021, selain Spain Masters, Putri KW juga menjuarai dua turnamen International Series, yakni Czech Open dan Bangladesh International. Tahun ini, Putri KW diharapkan bisa membantu tim putri Indonesia tampil hebat di SEA Games 2021 yang digelar di Hanoi, Vietnam, 16-22 Mei. 

Di samping turnamen beregu, Putri KW juga didaftarkan di turnamen-turnamen perorangan bergengsi. Yang terdekat adalah Badminton Asia Championships (BAC) di Manila, Filipina, 26 April-1 Mei. Ini adalah debutnya di turnamen berlevel setara BWF World Tour Super 1000 tersebut. 

Masuk akal, dengan rangkaian prestasi tersebut, Putri KW menarik atensi Susy Susanti. Legenda tunggal putri Indonesia ini yakin dengan pembinaan yang tepat Putri KW bakal makin berkembang ke depannya. 

"Gregoria Mariska tetap menjadi unggulan pada tunggal putri. Namun, kita juga punya Putri KW. Ia pun sudah mulai menunjukkan potensinya," kata Susy dikutip dari laman Komite Olimpiade Indonesia (KOI). 

Mirisnya, Susi tak menampik Indonesia masih harus bekerja ekstra keras agar bisa bersaing dengan tunggal-tunggal putri sekali pun untuk kawasan Asia. 

"Pada sektor tunggal putri banyak pemain hebat dari Asia yang membuat persaingan antar-pemain kian ketat. Kita perlu kerja ekstra keras agar mendapatkan medali," ujar peraih medali emas Olimpiade Barcelona 1992. 

"Berdasarkan peringkat dunia dan turnamen, selain Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan, juga ada Taiwan, Thailand, India, Hong Kong, Singapura, dan Malaysia," imbuhnya. 

Sebagai orang yang pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Presasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Susy sangat tahu apa yang menyebabkan sektor tunggal dan ganda putri Indonesia kesulitan menyaingi regenerasi sektor tunggal putra.  

"Kita belum memiliki talenta (putri) sebanyak putra. Ini menjadi salah satu faktor awal yang berujung pada lambatnya regenerasi jika dibandingkan tunggal putra maupun ganda putra. Imbasnya, kita belum dapat mencapai target yang diinginkan pada sektor putri," sebut Susy. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI