Singapore Open 2019: Hendra/Ahsan Ditantang Sonoda/Kamura di Final

Sabtu, 13 April 2019 21:44:56

 

Majalahbulutangkis.com- Pasangan ganda putra senior Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan terus memperlihatkan eksistensi mereka di level atas dunia. Setelah sukses menjuarai All England, Maret lalu, kini mereka membuka peluang meraih gelar berikutnya di ajang Singapore Open 2019.

Peluang itu didapat Hendra/Ahsan setelah memastikan satu tiket ke babak final ajang bulutangkis BWF World Tour Super 500 berhadiah total 355.000 dolar AS ini. Pada semifinal Sabtu (13/4), Hendra/Ahsan mengalahkan pasangan terbaik Tiongkok, Li Junhui/Liu Yuchen dua game langsung 21-11, 21-14 dalam waktu 29 menit.

"Pastinya kami bersyukur alhamdulillah. Nggak nyangka poinnya bisa jauh. Tapi kami nggak boleh lengah juga. Mereka punya kualitas yang bagus, kalau mereka berkembang bisa jadi bumerang buat kami. Mudah sih enggak, mungkin terlihat menang mudah, tapi enggak. Harus tetap fokus, walaupun poinnya beda jauh, kesempatan mereka buat mengejar itu ada. Jadi kami nggak mau lengah. Siap menekan dan siap fokus,” jelas Ahsan.

“Hari ini mereka mungkin kurang dapat juga feelingnya,” imbuh Hendra mengomentari lawan.

Kemenangan ini membalas kekalahan pekan lalu Hendra/Ahsan dari Li/Liu di Malaysia Open 2019. saat itu, Hendra/Ahsan kalah dengan skor 13-21, 21-16, 17-21.

“Di Singapura mereka lebih gampang tembus pertahanannya. Di Malaysia kemarin mereka lebih rapat mainnya,” tutur Ahsan.

Selanjutnya di babak final, Hendra/Ahsan akan bertemu Takeshi Kamura/Keigo Sonoda (Jepang). Di atas kertas, Hendra/Ahsan punya catatan yang baik dengan skor 3-1 dalam rekor pertemuannya. Terakhir di All England 2019, Hendra/Ahsan menang 21-19, 21-16.

Sebelumnya Takeshi/Keigo memupus harapan andalan Indonesia lainnya Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dalam pertarungan tiga game 13-21, 21-10, 21-19.

“Tadi game pertama kami mainnya cukup enak ya. Lapangan juga kondisinya lebih enak di sebelah sini, anginnya lebih menekan. Kalau di sebelah sana pas game kedua anginnya jadi pelan, pas kami placing-placing jadinya bolanya nggak pas kaya game pertama. Jadinya saya ragu-ragu. Pas game ketiga awal-awal sudah bagus, pas pindah lapangan menyesuaikannya masih agak lama,” jelas Marcus.
 
“Game pertama kami main cukup baik. Game kedua kami kehilangan cukup banyak poin ya, buat mereka bangkit. Jadi mereka bisa mengeluarkan semua kemampuannya. Memang selalu susah kalau mereka mainnya bisa in,” sambung Kevin.

Kevin/Marcus sudah 11 kali berhadapan dengan Kamura/Sonoda sebelumnya. Dari pertemuan tersebut, Kevin/Marcus sudah menang sebanyak tujuh kali.
Kekalahannya kali ini membuat Kevin/Marcus banyak mengevaluasi penampilannya. Mereka berharap performanya bisa kembali cemerlang jelang perhitungan poin Olimpiade Tokyo 2020.

“Masih banyak yang perlu dipelajari. Ke depannya mudah-mudahan habis perhitungan Olimpiade dimulai, kami bisa siap banget,” tutur Marcus. (MB-01)