Hal Ini Lebih Penting Daripada Gelar Juara bagi Fajar/Rian
Rabu, 01 Juni 2022 18:22:04
Majalahbulutangkis.com- Fajar Alfian telah dinyatakan pulih sepenuhnya dari cedera punggung. Gegara masalah di bagian belakang tubuhnya ini, Fajar/Muhammad Rian Ardianto terpaksa mundur selepas interval game pertama pada final Thailand Open 2022 kontra Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, pekan lalu.
Kini Fajar/Rian sudah siap tempur di ajang besar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, yakni Indonesia Masters Super 500, 7-12 Juni, dan Indonesia Open Super 1000, 14-19 Juni.
Di dua turnamen bergengsi itu, pasangan berjuluk FajRi tersebut berhadapan dengan pasangan-pasangan Malaysia di babak I atau 32 besar. Di Indonesia Masters, peringkat 7 dunia ini menjadi unggulan kelima dan bentrok Man Wei Chong/Tee Kai Wun. Di Indonesia Open, Fajri menempati unggulan keenam dan bersua ganda yang mereka kalahkan di final Swiss Open 2022, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin.
Sudah pasti, FajRi membidik gelar juara di kedua turnamen terbesar di Tanah Air tersebut. Namun, juara Swiss Open 2022 tersebut masih dibayangi 'kutukan' tiap kali bertemu ganda-ganda Jepang di partai-partai akhir turnamen.
Sebelum menyerah dari Takuro/Yugo di final Thailand Open, FajRi takluk dari pasangan baru jadi, Akira Koga/Yuta Watanabe, pada semifinal Piala Thomas 2022. Akira/Yuta tak ambil bagian di kedua turnamen di Indonesia, tapi ada potensi FajRi bertemu lagi dengan Takuro/Yugo di Indonesia Open.
Kendati begitu, alih-alih mengusung dendam pribadi terhadap peringkat 3 dunia asal Jepang itu, FajRi lebih fokus pada satu hal lain, yakni konsistensi dalam permainan mereka.
"Yang penting kita mencoba buat lebih konsisten. Karena kita di tahun kemarin dan di tahun sebelumnya masih belum bisa konsisten. Jadi lebih ditekankan untuk lebih konsisten," ungkap Rian dilansir dari laman Djarumbadminton.com.
Ya, inkonsistensi memang seperti jadi masalah yang sulit diatasi FajRi. Ini yang membuat mereka sulit menaikkan peringkat dunia mereka. Padahal, mereka diharapkan bisa segera menembus peringkat 5 dunia di akhir tahun. Syukur-syukur bisa menggantikan posisi Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Ini penting demi mengamankan posisi FajRi di Olimpiade Paris 2024.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI