Minions

Minggu, 03 Desember 2017 22:04:17

Buat anak-anak penggemar film kartun dan animasi, pasti tak asig dengan tokoh animasi Minions. Makhluk kecil berbentuk berupa kapsul, berwarna kuning, berkaca mata tebal, suka mengoceh dengan bahasa aneh, namun sangat cerdik dan pintar. Tokoh Minions terkenal dalam film animasi Despicable Me.

Popularitas Minions pun meluas tanpa batas. Dijadikan meme di sosmed, jadi foto profile di handphone, bahkan ada juga yang jual bonekanya. Tak banyak yang tahu bahwa sutradara di balik sukses Minions adalah Pierre Coffin. Meski namanya berbau Prancis, sutradara sekaligus pengisi suara Minions ini adalah putra kedua dari sastrawan terkenal Indonesia, NH.Dini. Sastrawan kelahiran Semarang, 81 tahun lalu ini kebetulan bersuamikan seorang diplomat asal Prancis, Yves Coffin.

Lantas, mengapa predikat Minions tiba-tiba dilekatkan kepada pasangan ganda putra terbaik Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon?

Predikat itu memang pas buat mereka. Postur keduanya memang terbilang mini jika dibandingkan dengan pasangan-pasangan dari Tiongkok, Korea Selatan, Taiwan, apalagi Eropa. Kevin dan Marcus kebetulan cuma punya tinggi badan sama-sama 170 cm. Jelas postur yang di bawah rata-rata pesaing mereka.

Tapi, bicara kapasitas permainan di lapangan bulutangkis, Kevin/Marcus seperti mewakili sosok Minions. Meski bertubuh kecil namun cerdik dan pintar.

Enam gelar di ajang bulutangkis BWF Superseries sepanjang 2017 menjadi garansi kehebatan pasangan ini. Kini, mereka tengah memburu sejarah di ajang BWF Superseries Finals 2017 di Dubai, pertengahan Desember ini. Jika mampu naik podium juara maka sejarah akan mencatat Kevin/Marcus sebagai pemain dengan gelar Superseries terbanyak dalam satu musim yakni sebanyak tujuh gelar.

Kita tentu berharap kiprah Kevin/Marcus tak seperti duet Korsel, Lee Yong Dae/Yoo Yeong Seon yang pernah sukses meraih enam gelar Superseries pada tahun 2015. Namun, setahun berselang pasangan ini bubar.

Kita berharap Kevin/Marcus akan mencapai klimaksnya di Olimpiade Tokyo 2020 mendatang. Meski, sama-sama kita sadari dalam kurun tiga tahun perjalanan ke Tokyo akan banyak rintangan dan cobaan yang menghadang.