Juara dengan Catatan

Selasa, 10 Maret 2020 10:27:22

Majalahbulutangkis.com- Selamat untuk tim putra Indonesia yang berhasil kembali meraih gelar di Kejuaraan Beregu Asia tiga kali berturut turut. Harus diakui inilah komposisi tim yang paling solid untuk meraih gelar Thomas Cup 2020 di Aarhus, Denmark. Ada Anthony Ginting yang menjadi pembuka jalan, lalu Kevin/Marcus si penenang, ditambah Hendra/Ahsan duet kalem yang jadi andalan buat menuntaskan. Memang, tunggal kedua Jonatan Christie dan ketiga Shesar Hiren Rhustavito, masih sering bikin kita senam jantung.

Penampilan Anthony Ginting memang sangat menjanjikan dan bikin kita nyaman. Sudah bisa jadi andalan di tunggal pertama, keren mainnya, nettingnya makin halus, cover lapangannya makin oke, pukulannya semakin bertenaga, dan fisiknya juga makin meningkat. Terlihat saat harus bermain tiga game ia tidak terlihat kehabisan bensin.

Sebaliknya Jonatan yang kita tidak tahu mengapa, padahal secara teknik bermain sudah mumpuni. Boleh jadi, faktor mental yang membuat Jojo tidak bisa bermain lepas meski yang dihadapi peringkatnya jauh di bawah. Akibatnya Jojo kalah tiga kali dan cuma menang sekali melawan pemain Filipina.

Di tunggal ketiga Shesar sebaiknya juga jangan cepat puas. Shesar seperti belum menyadari jika dirinya punya potensi besar untuk menjadi pemain hebat. Ia termasuk pemain yang punya jangkauan panjang. Dia tidak perlu banyak langkah untuk menutup lapangan. Sayang badannya masih seperti kurang lentur hingga membuat berat langkahnya. Jika mau lebih lebih lincah lagi seperti Anthony, ia punya modal tinggi badan yang cocok menjadi pemain tunggal yang andal.

Sementara untuk ganda putra rasanya siapapun yang ditampilkan dari tiga stok pasangan yang kita punya, seluruhnya sudah membuat kita tenang dan nyaman. Terpenting para pemain jangan cepat puas diri dengan sukses yang diraih di Manila.

Sebaliknya, sejak dini seluruh anggota tim putra Indonesia dibukakan mata hati dan pikirannya. Tim Indonesia saat ini adalah calon terkuat juara Piala Thomas 2020. Seluruh pesaing pasti mengincar Indonesia. Harus disadari sejak dini untuk membawa pulang Piala Thomas pasti tidak akan mudah. Menyadari ini tidak akan mudah, maka usahanya pun harus ditambah. Mentalnya harus lebih siap menghadapi kondisi tim yang memang sangat ideal untuk menjadi juara. Sering kali pemain kita seperti kurang kuat mentalnya untuk menjadi juara. Oleh karena itu, ada baiknya PBSI mulai sekarang lebih menjaga lagi kualitas mental para pemain.

Satu hal lagi, PBSI juga harus lebih jeli dalam menyusun line up pemain. Di putra nyaris kita dipecundangi tim India, begitu pula tim putri oleh tim Thailand. Tim putri yang seharusnya bisa juara grup akhirnya gagal gara-gara salah strategi. Jadi selain mental atletnya harus diperkuat, PBSI juga harus mengevaluasi diri dalam menyusun strategi.