Tebar Jogja Istimewa 2018

Rabu, 18 April 2018 16:58:55

 

Majalahbulutangkis.com- Tak salah jika kota Yogyakarta mendapat sebutan Yogya Istimewa. Terlebih lagi bagi para pecinta bulutangkis atau tepatnya komunitas bulutangkis. Di kota pelajar ini, komunitas bulutangkis Forum Tepok Bulu (FTB) chapter Yogyakarta sukses menggelar hajat besar dengan tajuk “Tebar Jogja Istimewa 2018” pada Sabtu (14/4).
 
Kegiatan komunitas bulutangkis ini memang istimewa. Hajatan yang dilaksanakan di GOR Sorowajan, Yogyakarta ini dihadiri lebih dari 100 peserta yang datang dari 10 kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Cilegon, Sidoarjo, Pasuruan, Surabaya, Semarang, Solo, Bandung, Yogyakarta dan Makasar. Anggota dengan panggilan “Babe” menjadi peserta terjauh yang datang dari Makassar, Sulsel.

“Sengaja datang jauh-jauh dari Makassar karena ingin main bareng sambil menikmati kota Yogya,” ujarnya.

Dari sisi pendaftaran pun terbilang luar biasa. Hanya dalam hitungan jam jatah 80 slot yang dapat diakses melalui website www.tepokbulu.com ludes tanpa sisa. Muhammad Sholeh selaku Ketua Panita menyatakan keterjutannya atas animo para peserta.

"Luar biasa banget. Pendaftaran melalui website dibuka sekitar pukul 20.15 untuk 80 peserta. Dan sudah habis pada pukul 21.30. Jadi peserta yang  terlambat mendaftar masuk cadangan,” sambungnya.

Tebar Jogja Istimewa 2018 dibuka sekitar pukul 9.00 WIB. Lantunan lagu Indonesia Raya menjadi pembuka kegiatan ini. Menjadi lebih istimewa, acara ini juga dihadiri oleh Sukiman Hadiwijoyo selaku Sekretaris Umum Pengprov PBSI Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam sambutannya, beliau memberikan apresiasi yang luar biasa atas terselenggaranya kegiatan ini di Yogyakarta.

“PBSI Daerah Istimewa Yogyakarta memberikan apresiasi yang luar biasa dan sangat senang dengan kegiatan ini,” ujarnya

Oleh panitia, para peserta dibagi rata menjadi 8 tim dan anggota tim dipilah dengan sistem unggulan dari unggulan 1 sampai unggulan 6. Untuk pemain unggulan 1 dianggap sebagai pemain yang memiliki kemampuan di atas rata-rata. Sementara unggulan 6 dikategorikan sebagai pemain yang baru belajar bermain bulutangkis.

Delapan tim dipecah menjadi dua grup dan format pertandingan menggunakan sistem setengah kompetisi. Jadi setiap tim dalam satu grup akan saling berhadapan. Sistem pertandingan pada Tebar Jogja 2018 memang terbilang unik. Kemenangan dalam grup bukan berdasarkan kemenangan dari partai pertandingan, melainkan akumulasi skor kemenangan dari setiap pertandingan. Hanya juara dari masing-masing grup yang berhak masuk ke babak final.

Partai final sendiri mempertemukan tim Ampyang melawan tim Enthing-enthing. Tim Ampyang mewakili grup atas berhak mendapat tiket babak final setelah mengumpulkan skor kemenangan terbanyak, yakni 548. Sementara dari grup bawah, tim Enhing-enthing menjadi yang terbaik dengan total skor kemenangan 552.

Meratanya kemampuan dari masing-masing tim membuat babak final berlangsung seru. Enam pasang dari masing-masing tim unjuk kekuatan untuk bisa mendapatkan skor kemenangan sebanyak-banyaknya. Secara kemenangan per partai dalam tim, posisi kedua tim sama imbang 3-3. Ampyang mengambil kemenangan dari partai kedua, kelima dan keenam. Sementara Enthing-enthing merebut partai pertama, ketiga dan keempat. Namun setelah dihitung skor kemenangan, tim Enthing-enthing akhirnya muncul sebagai juara dengan hanya selisih satu angka saja. Tim Enthing-enthing mendapat total skor 164 sementara Ampyang mendapat 163.

Seperti layaknya pertandingan resmi, para juara dan runner-up berhak mendapat kalungan mendali dan juga hadiah dari panitia. Tak hanya itu, grup pemenang berhak memegang piala sebagai lambang juara pada Tebar Jogja Istimewa 2018. Berbagai aneka doorprize juga disiapkan oleh peserta. Selain dari sponsor sebagian door prize secara khusus disumbangkan dari para anggota. Peserta dari kota Sidoarjo, Jawa Timur sengaja membawa banyak doorprize untuk diberikan di acara ini.

“Jangan di lihat dari nilainya. Tapi tali silaturahmi dan rasa persaudaraan yang menjadi tujuan utama,” ujar Paryono selaku ketua rombongan dari Sidoarjo, Jawa Timur.

Rupanya panitia tidak hanya memanjakan peserta dengan bermain bulutangkis bersama saja. Pada hari Minggu (15/4) para peserta mengikuti diajak berwisata ke Gunung Merapi atau yang biasa disebut dengan Lava Tour Merapi. Total enam mobil jeep berseliweran di antara kabut tipis lereng Gunung Merapi untuk berwisata melihat indahnya pemandangan pagi di gunung yang pada tahun 1990 memuntahkan lahar dan angin panas.

Selepas mengikuti wisata para peserta terlihat puas dengan penyelenggaraan Tebar Jogja Istimewa 2018 ini. Mereka pun kembali ke daerah masing-masing dengan membawa kenangan yang indah selama dua hari di Yogyakarta. Sampai jumpa di agenda Tebar berikutnya. (Arief Rachman)

 

« Back to News