Singapore Open 2022: Ganda Putra Indonesia Cetak Sejarah
Jumat, 15 Juli 2022 21:16:34
Majalahbulutangkis.com- Empat ganda putra Indonesia sukses melaju ke semifinal Singapore Open 2022. Itu artinya terjadi dua all Indonesian semifinal atau semifinal sesama pemain Indonesia di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Sabtu (16/7).
Dengan mengutus empat wakil ganda putra di semifinal Singapore Open 2022, Indonesia menyamai capaian Tiongkok pada 2009. Sejak Singapore Open berlevel Super Series pada 2007 dan berubah menjadi BWF World Tour pada 2018, baru Indonesia dan Tiongkok yang menggurat sejarah tersebut.
Bedanya, 'Negeri Tirai Bambu' melakukan itu di sektor tunggal putri, yakni Zhou Mi, Wang Ling, Xie Xing Fang, dan Jiang Yan Jiao. Zhou Mi akhirnya menjadi juara setelah mengalahkan Xie Xing Fang di final.
Di Singapore Open 2022, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, dan Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani berebut menjadi kampiun sektor tunggal putra. Keempat pasangan tersebut berhasil melewati hadangan lawan mereka masing-masing di perempat final, Jumat (15/7).
Ahsan/Hendra melipat ganda India berperingkat 40 dunia, M.R. Arjun/Dhruv Kapila, 10-21, 21-18, 21-17, dalam tempo 49 menit. Kemenangan ini membuat The Daddies kini unggul 4-0 dalam rekor pertemuan dengan Arjun/Dhruv.
"Memang tak gampang melawan pasangan India ini. Sebelum-sebelumnya juga selalu ketat dan sengit. Di game pertama, lawan lebih mengontrol permainan. Pukulan-pukulannya juga bagus dan halus. Penempatan bolanya juga kerap merepotkan kami. Di game kedua, syukur kita bisa bangkit dan gantian memegang kendali permainan. Pada poin-poin kritis, kami bisa ambil. Kami lebih memiliki kematangan pengalaman," kata Hendra dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
"Game ketiga, pukulan lawan tak seakurat di game-game awal. Selain itu, dari awal game ketiga langsung kita grebeg duluan. Dengan lebih memegang kendali permainan, akhirnya kami berhasil dan maju ke semifinal," tambahnya.
Di semifinal, Ahsan/Hendra bertemu dengan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, ganda putra paling muda di skuad utama PBSI. Leo/Daniel juga harus bekerja keras untuk mengatasi perlawanan He Ji Ting/Zhou Hao Dong. Ganda Tiongkok ini memaksa The Babies bermain selama 55 menit sebelum akhirnya menyerah 14-21, 21-17, 11-21.
Dalam rekor pertemuan dengan The Daddies, The Babies memenangi dua bentrokan mereka. Itu terjadi pada perempat final Hylo Open 2021 dan babak I Swiss Open 2022. Pasangan peraih medali emas nomor perorangan SEA Games 2021 di Vietnam ini mengklaim tak gentar menghadapi senior mereka tersebut.
"Lawan Ahsan/Hendra di semifinal, ya siap saja. Kita tetap akan fight di lapangan. Yang penting berjuang dulu, soal bagaimana hasil akhir itu tak usah dipikir," ujar Daniel.
"Lawan senior, ya main biasa saja. Toh, sudah kerap bertemu di latihan. Tak ada takut atau bagaimana. Kami akan main seperti saat menghadapi ganda-ganda yang lain. Kami main normal saja," ucap Leo menimpali.
Fajar/Rian melangkah ke semifinal setelah mengalahkan ganda tuan rumah, Hee Yong Kai Terry/Loh Kean Hean, 16-21, 21-15, 21-15, dengan durasi 52 menit. Di semifinal, unggulan keempat itu akan meladeni Sabar/Reza, satu-satunya ganda putra Indonesia yang berasal dari luar Pelatnas PBSI Cipayung.
Di perempat final, Sabar/Reza membungkam ganda Taiwan, Lu Ching Yao/Yang Po Han, 21-16, 21-17, hanya dalam tampo 32 menit. Kemenangan relatif mudah dan dalam waktu relatif singkat ini bisa menguntungkan ganda berperingkat 72 dunia ini dari sisi stamina untuk semifinal. Ini akan jadi pertemuan pertama FajRi dengan Sabar/Reza di pertandingan resmi Federasi Bulutangkis Dunia (BWF).
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI