Diterima Presiden Jokowi, Marcus Sampaikan Undangan Pernikahan.

Senin, 02 April 2018 19:01:55

 

Majalahbulutangkis.com- Bintang bulutangkis ganda putra Marcus Fernaldi Gideon tak menyia-nyiakan kesempatan saat diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin siang (2/4). Marcus pun langsung menyampaikan undangan resepsi pernikahan.

Menurut rencana Marcus akan menggelar resepsi pernikahannya dengan gadis pujaannya Agnes Amelinda Mulyadi di Jakarta pada 14 April 2018 mendatang.

"Mumpung bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi, saya menyampaikan undangan resepsi pernikahan. Beliau berjanji jika waktunya senggang akan datang," ujar Marcus kepada wartawan di Istana Negara.

Kevin Sanjaya/Marcus Gideon yang didampingi Menpora Imam Nahrawi memang sengaja diundang khusus oleh Presiden Jokowi. Pertemuan ini menurut mereka menambah motivasi untuk bisa memberikan yang terbaik untuk Asian Games 2018 di Jakarta.

“Harus optimistis ya tapi tidak mau berlebihan juga. Tapi kita jadi pasti kasih yang terbaik. Targetnya kita pasti emas,” kata Kevin.

Menurut pasangan yang baru saja mempertahankan gelar juara All England itu, saingan terberat yang akan mereka hadapi dalam Asian Games mendatang cukup merata.

“Mungkin ada China, Jepang, Korea, Thailand. Semua cukup merata. Yang penting kita harus siap,” kata Kevin.

Sementara terkait persiapan kejuaraan beregu Thomas Cup, Kevin Sanjaya mengaku sudah mulai dari minggu ini, masih ada waktu kira-kira dua bulan untuk persiapan sebaik mungkin

“Tadi ditanyakan bagaimana proses latihannya, sampai kemudian bisa masuk di Pelatnas, bahkan tadi sempat ditanyakan beberapa negara pesaing atau bulutangkis di Asia yang nanti akan jadi pesaing di ajang Asian Games 2018,” kata Menpora Imam Nahrawi.

Menurut Menpora, ada hal lain yang menjadi pikiran Presiden, yaitu keterlibatan pada dunia usaha, karena pada cabang bulutangkis ini betul-betul memberikan prestasi, berkat dukungan dari dunia swasta luar biasa besar.

Presiden, lanjut Menpora Imam Nahrawi, mengharapkan dunia usaha yang lain juga harus mengambil peran masing-masing cabang olahraga, karena kalau sudah ambil peran-peran itu, maka tentu soal sponsor, pembinaan sampai fasilitas akan terpenuhi dengan baik.

“Kiranya kita harus memberi perhatian, karena tanpa partisipasi prestasi itu tidak akan lebih baik di masa datang. Itu tadi pesan dari Presiden mengingatkan kita semua, tidak hanya dunia usaha, BUMN juga harus menjadi Bapak asuh dari cabang-cabang olahraga yang ada di tanah air,” ujar Menpora.

Meskipun sudah ada beberapa yang terlibat, Menpora menilai, dalam konteks pembinaan dan penyiapan infrastruktur saat ini belum banyak keterlibatan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau dunia usaha swasta, kecuali sponsor insidensial.

Ia menyebutkan, yang dibutuhkan penyiapan infrastruktur yang begitu besar, luas, layak, manusiawi. Kalau semuanya bisa tertangani terutama yang tidak populer, Menpora yakin akan semakin banyak prestasi atlet kita. “Tidak tertuju pada bulutangkis saja tapi cabang lain-lain kita harapkan berprestasi seperti bulutangkis,” sambungnya.

Menpora menegaskan, tidak bisa pemerintah dibiarkan jalan sendiri, harus didukung oleh semua, karena tidak ada prestasi tanpa partisipasi. Seperti bulutangkis berprestasi karena partisipasi dari pihak swasta. (Daryadi)