[SEMIFINAL BATC 2022] Indonesia Menang Tipis Atas Singapura
Sabtu, 19 Febuari 2022 21:25:41
Majalahbulutangkis.com- Tim putra Indonesia mengikuti jejak tim putri dengan menapak ke final Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022 di Malaysia.
Bedanya, tim putri tanpa perlu menguras keringat untuk sampai ke babak puncak. Itu karena Jepang, lawan mereka di semifinal, Sabtu (19/2), mengundurkan diri.
Sebaliknya, tim putra harus berjibaku hingga kelima nomor dipertandingkan. Chico Aura Dwi Wardoyo dan kawan-kawan bersusah payah sebelum menyingkirkan Singapura 3-2 pada semifinal di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor.
Indonesia bahkan sempat tertinggal 0-1 dan 1-2 setelah kekalahan dua tunggal. Chico menyerah dari juara dunia, Loh Kean Yew, 17-21, 19-21. Ini menjadi kekalahan kedua Chico dari pemain yang sama.
"Sebagai ujung tombak tim Indonesia, maaf saya belum bisa menyumbangkan angka. Lawan memang lebih baik dibanding saya dan punya pengalaman lebih banyak. Ini merupakan pertemuan kedua, sebelumnya saya juga kalah. Namun kini kualitasnya berubah banyak," kata Chico dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PBSI.
"Ia begitu tenang di poin-poin kritis. Sementara saya, seperti di gim kedua saat memimpin 19-17, saat dikejar lawan malah jadi tertekan dan banyak melakukan kesalahan sendiri.
Pada awal gim pertama saya tertinggal jauh karena kaget dengan pola permainan lawan. Setelah bisa membaca pola permainan lawan, saya sebenarnya bisa tampil lebih baik dan mendapatkan poin. Cuma akhirnya saya kalah memang karena skornya terlalu jauh untuk dikejar," tambahnya.
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay juga tak kuasa menahan gempuran tunggal kedua Singapura, Teh Jia Heng Jason. Ikhsan takluk dengan rubber game 21-18, 8-21, 9-21.
"Game awal sebenarnya sudah sesuai strategi. Cuma setelah itu ada kebimbangan dari cara dan strategi bermain saya di gim kedua. Lawan selalu berupaya menjauhkan bola. Selain itu, kecepatannya juga ditingkatkan dan saya tak bisa mengimbangi," tutur Ikhsan.
"Sebelum ini saya sempat menang dalam empat kali pertemuan dan sekali kalah lawan Jason. Namun semua itu terjadi di kejuaraan perseorangan. Bermain beregu itu berbeda sekali. Tekanan mentalnya lebih berat, itu yang saya rasakan sehingga tak bisa bermain normal," imbuhnya.
Beruntung, dua ganda 'Merah Putih' mampu mencuri poin yang menyamakan skor 2-2. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin dan Muhammad Shobibul Fikri/Bagas Maulana menunaikan tugas mereka dengan sempurna. Tampil sebagai ganda pertama, Leo/Daniel menghajar ganda tuan rumah, 21-16, 21-12 hanya dalam tempo 29 menit.
"Kami main lebih siap dibanding lawan, sementara saya lihat lawan malah banyak melakukan kesalahan dan mati sendiri. Kami tak merasa tegang meski Indonesia ketinggalan 0-1. Ini merupakan pertemuan pertama, kelebihan lawan bola-bola panjangnya bagus. Makanya, strategi yang kami terapkan adalah menurunkan bolanya dan itu berhasil," ujar Daniel.
"Alhamdulillah bisa menang dan menyumbangkan angka kemenangan bagi Indonesia. Saya dan Daniel juga tak merasa tegang atau terbebani meski kita tertinggal 0-1. Saya berprinsip selalu semangat agar setiap diturunkan bisa menyumbangkan angka bagi Indonesia. Dibanding lawan pasangan Korea Selatan lalu, pasangan Singapura ini lebih rapi. Cuma pola permainan no lob kami rasanya juga lebih baik dibanding kemarin," unkap Leo.
Fikri/Bagas melibas ganda kedua Singapura, Chrisnanta Danny Bawa/Hee Yong Kai Terry, 15-21, 21-11, 21-15. Soal kekalahan di game pertama, Bagas dan Fikri mengakui itu akibat dari ketegangan yang mereka rasakan di awal pertandingan.
"Memulai pertandingan, saya merasa tegang juga. Jadi kurang lepas bermain dan dampaknya selalu ketinggalan dalam pengumpulan angka. Game pertama pun kami kalah. Game kedua, saya dan Fikri mulai berani dan makin yakin. Kami bisa berteriak di lapangan dan lebih lepas mainnya. Apalagi serangan saya juga lebih banyak menghasilkan poin dan pertahanan kawan juga bisa tembus. Dengan begitu, Fikri lebih enak main depannya," ucap Bagas.
"Pada game pertama, saya merasa mainnya kurang lepas. Ada beban dan tekanan setelah Indonesia ketinggalan 1-2. Pada game kedua, saya fokus ke permainan dan main maksimal saja. Saya melupakan kekalahan di game pertama. Terbukti bisa bangkit dan berhasil merebut kemenangan. Game ketiga, kami makin percaya diri dan yakin bisa menang. Kami bisa memimpin terus perolehan angka dan bermain lebih lepas," timpal Fikri.
Di laga penentuan, tunggal ketiga Indonesia, Christian Adinata, kembali memperlihatkan mental bajanya. Ia menjadi penentu kemenangan 3-2 tim Garuda Muda. Christian menggebuk tunggal ketiga Singapura, Koh Jia Wei Joel, 21-11, 21-14 dalam waktu 35 menit.
"Saya masuk ke lapangan dengan semangat tinggi dan berapi-api setelah kedudukan sama kuat 2-2. Saya punya motivasi kuat untuk bisa menang dan mengantarkan Indonesia ke final. Saya senang dan bangga dengan kemenangan ini. Saya telah melakukan yang terbaik dan hasilnya maksimal sesuai harapan," kata Christian.
Tim putra Indonesia sudah ditunggu Malaysia di final. Tim tuan rumah menghajar Korea Selatan dengan skor telak 3-0 di semifinal.
INDONESIA VS SINGAPURA (3-2)
Chico Aura Dwi Wardoto vs Loh Kean Yew 17-21, 19-21
Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin vs Koh Eng Keat Wesley/Kwek Jun Liang Andy 21-16, 21-12
Ikhsan Leonardo Imanuel Rumbay vs Teh Jia Heng Jason 21-18, 8-21, 9-21
Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana vs Chrisnanta Danny Bawa/Hee Yong Kai Terry 15-21, 21-11, 21-15
Christian Adinata vs Koh Jia Wei Joel 21-11, 21-14
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI