Leo/Daniel Bantah Terbebani Gelar Juara Koleganya di Pelatnas

Selasa, 24 Mei 2022 11:14:44

 

Majalahbulutangkis.com- Musim 2022 menjadi bukti sahih bahwa ganda-ganda putra Indonesia masih sangat dominan di perbulutangkisan dunia. Setidaknya itu yang terlihat hingga Thailand Open 2022 yang berakhir Minggu (22/5). 

Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo mungkin belum bisa bermain optimal. Itu karena Marcus dibekap masalah engkel di kedua kakinya yang membuatnya harus dioperasi dan absen dari beberapa turnamen penting. 

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan bisa dibilang sudah makin sulit bersaing dengan ganda-ganda yang lebih muda. The Daddies memang masih bisa menembus dua final, yakni India Open dan All England. 

Namun, mereka harus mengakui kehebatan lawan-lawan mereka. Di final India Open Super 500, awal Januari, The Daddies takluk dari ganda India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, 16-21, 24-26. Di final All England Super 1000, medio Maret, Ahsan/Hendra menyerah dari yunior mereka di Pelatnas PBSI Cipayung, Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, 19-21, 13-21. 

Praktis hanya Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang masih konsisten. FajRi meraih satu gelar juara di Swiss Open Super 300 setelah di final menggebuk ganda Malaysia, 21-18, 21-19 pada pekan ketiga Maret. 

Selepas itu, FajRi bahkan merangsek di dua final. Sayangnya, ganda ketiga Pelatnas PBSI ini gagal juara. Di final Korea Open Super 500, awal April, FajRi digebuk ganda tuan rumah, Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae, 21-19, 15-21, 18-21. Di final Thailand Open Super 500, pekan ketiga Mei, FajRi tak bisa menuntaskan pertandingan kontra ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi. FajRi terpaksa mundur di awal game pertama akibat cedera pinggang yang mendera Fajar. 

Beruntung, di saat ganda-ganda teratas 'Merah Putih' itu sedang bermasalah, tiga ganda pelapis justru tampil moncer. Dimulai dari Bagas/Fikri yang menjuarai All England Super 1000 dengan menggerus senior mereka, Ahsan/Hendra. 

Dilanjut dengan gelar juara Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan di Badminton Asia Championships setelah melibas ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi, Yik 23-21, 21-10 di final, pekan ketiga April. 

Teranyar adalah Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin yang meraih medali emas nomor perorangan cabang olahraga bulutangkis SEA Games XXXI 2021 di Vietnam, pekan lalu. Yang membanggakan, final ganda putra menyajikan all Indonesian final antara Pram/Yere kontra Leo/Daniel. Ganda yang disebut terakhir ini menang 21-17, 21-19 dan berhak atas medali emas. 

Meski begitu, Daniel membantah bahwa ia dan Leo terbebani oleh kesuksesan para kolega mereka yang lebih dulu juara daripada mereka. 

"Sebenarnya kita tak terlalu memikirkan teman-teman yang kita yang sudah juara karena kita tahu pasti akan ada waktunya. Kita tak mau terlalu terburu-buru, kita nikmati saja prosesnya," kata Daniel dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI. 

Hebatnya, Bagas/Fikri, Pram/Yere, dan Leo/Daniel merengkuh gelar-gelar juara mereka masing-masing dengan status debutan di turnamen atau event yang mereka juarai. Kendati demikian, para ganda pelapis ini diharapkan tak cepat berpuas diri. 

Mereka harus tetap berusaha meningkatkan level permainan mereka agar bisa terus bersaing dengan rival-rival mereka. Sebab, mulai sekarang sudah pasti kini para lawan akan lebih serius mempersiapkan diri setiap akan berhadapan dengan ketiga ganda pelapis Indonesia tersebut. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI