Malaysia Open 2022: Gelar Super 750 di Depan Mata Apriyani/Siti Fadia

Sabtu, 02 Juli 2022 19:59:16

 

Majalahbulutangkis.com- Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti kini seolah menjelma menjadi momok baru bagi ganda-ganda putri top dunia. Betapa tidak? Dari empat turnamen yang mereka ikuti sebagai pasangan, tiga di antaranya sukses mereka tembus hingga final. 

Yang pertama adalah final nomor perorangan SEA Games 2021 di Vietnam pada pekan terakhir Mei. Hebatnya, Apriyani/Siti Fadia langsung mampu menjadi juara dengan mengalahkan ganda Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard. 

Final kedua Apriyani/Siti Fadia adalah di Indonesia Masters 2022. Sayangnya, mereka kalah dari peringkat 1 dunia asal Tiongkok, Chen Qing Chen/Jia Yi Fan. Dan, final ketiga Apriyani/Siti Fadia tersaji di Malaysia Open BWF World Tour Super 750, Minggu (3/7). 

Peringkat 133 dunia ini akan menghadapi Zhang Shu Xian/Zheng Yu. Ganda Tiongkok berperingkat 33 dunia ini juga merupakan pasangan baru. Bedanya, mereka telah berpasangan sejak awal tahun. 

Zhang/Zheng membuat kejutan dengan menjungkalkan peringkat 6 dunia dari Jepang, Mayu Matsumoto/Wakana Nagahara, 11-21, 21-19, 21-17 pada semifinal di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Sabtu (2/7). 

Apriyani/Siti Fadia pernah mengalahkan Zhang/Zheng pada babak II atau 16 besar Indonesia Open 2022 pada 16 Juni. Namun, tentu, ini tak bisa jadi patokan bahwa Apriyani/Siti Fadia bisa mengulangi hal itu lagi. 

"Kita sudah pernah ketemu mereka, jadi sudah sedikit banyak tahu pola masing-masing," kata Siti Fadia dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.

Meski begitu, kepercayaan diri Apriyani/Siti Fadia tengah tinggi setelah membalas kekalahan mereka dari Chen/Jia pada perempat final Malaysia Open, Jumat (1/7). Tak cuma itu, di babak 16 besar, Apriyani/Siti Fadia menghajar unggulan keenam dari Jepang yang berstatus juara Indonesia Open 2022, Nami Matsuyama/Chiharu Shida. 

Apriyani/Siti Fadia memastikan tiket final seusai mendepak ganda Korea Selatan berpredikat juara Korea Open 2022, Jeon Na Eun/Kim Hye Jeong, 21-14, 22-20, di semifinal. 

"Rasanya senang dan bangga, tapi masih ada satu langkah lagi besok. Kita mau terus konsisten dan tak mau cepat puas. Di game kedua, kita cuma fokus sama pertandingan. Kita sudah tahu pola permainan mereka dan di saat itu, merek atak mengubah pola, sementara kita terus cari celah kelemahan mereka dan akhirnya bisa menang," ujar Apriyani.

"Ada rasa tak menyangka bisa masuk final tiga kali dalam empat turnamen pertama kita. Saya kira bakal pelan-pelan, perlu proses, tapi saya juga percaya ini berkat latihan yang sungguh-sungguh karena saya tahu tak ada usaha yang mengkhianati hasil," ucap Siti Fadia menimpali.

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI