Rionny Sebut Hal yang Mesti Dibenahi dari Permainan Gregoria

Rabu, 13 Juli 2022 20:57:31

 

Majalahbulutangkis.com- Perlahan-lahan Gregoria Mariska Tunjung seperti mulai menemukan pola permainan yang pas untuk karakternya. Setidaknya, itu yang terlihat dalam dua turnamen terakhir. 

Tunggal putri berusia 22 tahun ini mampu mengalahkan pemain nomor 1 dunia, Akane Yamaguchi. Bukan cuma satu kali, tapi dua kali. Gregoria menaklukkan pemain Jepang berusia 25 tahun itu di babak I Malaysia Open 2022 dan perempat final Malaysia Masters 2022. 

Di Malaysia Open, Gregoria menang 21-14, 21-14, dengan durasi 26 menit. Di Malaysia Masters, pemain yang akrab disapa Jorji ini unggul 25-23, 15-21, 21-10, dalam tempo 50 menit. 

Jorji sanggup menembus semifinal Malaysia Masters di mana ia dihentikan An Se Young dari Korea Selatan lewat partai tiga game 18-21, 21-13, 8-21, dalam waktu 57 menit. Jorji, yang saat ini berperingkat 26 dunia, kini menargetkan hasil lebih baik di Singapore Open 2022. 

Pemain kelahiran Wonogiri, Jawa Tengah, ini memenangi babak I atau 32 besar di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Rabu (13/7). Korbannya adalah Lauren Lam. Pemain asal Amerika Serikat ini menyerah 16-21, 13-21 dalam tempo 27 menit. 

Tak pelak, peningkatan level permainan Jorji membuat sumringah pelatih tunggal putri PP PBSI, Rionny Mainaky. Tak hanya dari sisi keterampilan, penampilan, teknik, dan cara main, yang lebih menggembirakan ada kemajuan dalam hal non-teknis. Mulai dari kepercayaan diri, keyakinan, hingga semangat juang, semuanya menunjukkan performa meningkat. 

"Tadi yang saya lihat saat bertanding, faktor-faktor non-teknis yang selama ini kerap menghambat penampilan Gregoria di lapangan, sudah mulai hilang. Ini tentu hal yang positif," kata Rionny dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI. 

Kendati demikian, Rionny menyebut masih ada beberapa hal yang harus dibenahi dari permainan Jorji. Salah satunya adalah kesalahan dalam mengembalikan bola dari lawan yang masih sering tanggung sehingga memudahkan lawan untuk mematikannya. 

"Memang masih ada juga kesalahan, buangan bolanya salah atau pukulannya tanggung. Namun, dari keseluruhan sudah baik. Dalam strategi permainan dan adaptasi dalam menguasai angin, Gregoria sangat baik hari ini. Ia juga sangat cerdik dalam mengatur pola permainan," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI tersebut. 

Di babak II atau 16 besar, Kamis (14/7), Jorji bertemu dengan Zhang Yi Man. Pemain Tiongkok dengan ranking 32 dunia ini dan Jorji sudah saling mengalahkan. Namun, kemenangan Jorji sudah terjadi di New Zealand 2019. Sedangkan, Zhang menang atas Jorji di babak I Badminton Asia Championships 2022, pekan terakhir April. 

Jorji diharapkan bisa mempertahankan atau malah meningkatkan lagi level permainannya. Dengan begitu, juara Kejuaraan Dunia Yunior 2017 ini berpeluang untuk mengatasi Zhang. 

"Semoga saja, performa baik hari ini bisa dijaga terus oleh Gregoria, termasuk saat tampil di babak II," ujar Rionny penuh harap.

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI