[BATC 2022] Mantan Pelatih Indonesia Remehkan Garuda Muda?

Kamis, 10 Febuari 2022 14:35:49

 

Majalahbulutangkis.com- Tim putra Indonesia sepertinya harus menerima fakta bahwa mereka tak ditakuti para lawan di Badminton Asia Team Championships (BATC) atau Kejuaraan Asia Beregu 2022.

Mungkin ini bisa dimaklumi. Sebab, PBSI memainkan barisan pemain muda untuk turnamen yang akan digelar di Setia City Convention Centre, Shah Alam, Selangor, Malaysia, 15-20 Februari.

Nama-nama top macam Kevin Sanjaya, Marcus Fernaldi Gideon, Anhony Sinisuka Ginting, Jonathan Christie, dan lainnya tak ada dalam skuad putra. Sebagai gantinya adalah pemain-pemain belia seperti Chico Aura Dwi Wardoyo, Ikhsan Leonardo Emanuel Rumbay, Christian Adinata, dan Yonathan Ramlie.

Sesungguhnya bukan cuma Indonesia yang memainkan pemain-pemain minim pengalaman tanding internasional. Korea Selatan dan Jepang juga melakukan hal serupa. Namun, lantaran Indonesia merupakan juara bertahan tiga edisi beruntun, Chico dan kawan-kawan mendapat perhatian lebih.  

Situasi ini ditambah dengan absennya tiga negara kuat, Tiongkok, Taiwan, dan Thailand, peluang tiap negara unggulan praktis menjadi sama besar. Ini termasuk Malaysia sebagai tuan rumah.

Bahkan, dua pelatih tim ‘Negeri Jiran’ yang notabene mantan pelatih Indonesia, Hendrawan dan Rexy Mainaky, terkesan meremehkan peluang juara Chico dan kawan-kawan. Hendrawan berposisi sebagai pelatih tunggal putra dan Rexy menukangi sektor ganda putra.

Apalagi, tim putra Indonesia tergabung di grup A yang terbilang berat karena bersama India, Korea Selatan, dan Hong Kong. Sementara grup Malaysia relatif mudah yakni Jepang, Singapura, dan Kazakhstan. Dua tim teratas di masing-masing grup berhak ke semifinal sekaligus tiket ke putaran final Piala Thomas di Bangkok, Thailand, pada 8-15 Mei.

Malaysia akan mengandalkan Lee Zii Jia di nomor tunggal putra dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik di sektor ganda putra.

“Apabila melihat tim Indonesia, mereka banyak menurunkan pemain muda, tapi berpengalaman di turnamen beregu. Sama halnya dengan India atau Jepang. Jika mereka turun bukan dengan tim terbaik, kami berpeluang melangkah jauh dan merebut juara,” kata Rexy disadur dari New Straits Times.

Jika tak ada halangan, Malaysia dan Indonesia berpotensi bentrok di semifinal. Ini akan menjadi partai ulangan final BATC 2020 di Manila, Filipina, yang kala itu dimenangi oleh Indonesia dengan skor 3-1.

(Indra)

Sumber foto: BWF, Malaymail