Juara China Open Fajar/Fikri Tepis Kebuntuan Gelar

Selasa, 29 Juli 2025 10:12:12

Majalahbulutangkis.com- Gelar level tinggi yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Duet ganda putra racikan anyar Fajar Alfian/Muhamad Shohibul Fikri berhasil naik podium juara di ajang China Open Super 1000 yang berlangsung di Nangzhou, China, pekan lalu.

Dalam laga final turnamen berhadiah total 2 juta dolar AS, Minggu (27/7), pasangan binaan PB SGS Bandung ini secara meyakinkan mengalahkan pasangan andalan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik dua game langsung 21-15, 21-14.

Sukses Fajar/Fikri memang pantas disambut suka cita karena ini menjadi gelar Super 1000 pertama yang diraih pemain Indonesia di musim 2025. Sementara China Open merupakan turnamen Super 1000 terakhir yang digelar tahun ini. Sebelumnya sudah gelar ajang Malaysia Open, All England, serta Indonesia Open yang tak mampu dimenangkan oleh para wakil Merah Putih.

“Alhamdulillah sangat bersyukur bisa menyelesaikan dua turnamen ini dengan hasil yang lumayan baik. Sebenarnya kami juga punya ekspektasi di Jepang minggu lalu bahwa kami bisa tapi Tuhan punya rencana lebih baik dengan juara di sini. Semoga dengan kemenangan ini bisa menambah kepercayaan diri kami berdua ke depannya. Gelar yang kami persembahkan untuk Indonesia, untuk PBSI, untuk pelatih yang telah melatih kami penuh dengan kesadaran dan ketekunan,” ungkap Fajar usai laga.

Lanjut Fajar, gelar ini juga secara khusus kami persembahkan untuk legenda bulutangkis Indonesia asal Bandung, kota kami berdua, yang baru saja berpulang minggu ini, kang Iie Sumirat.

Ini adalah turnamen kedua yang diikuti Fajar/Fikri sejak mereka mulai dipasangkan. Pekan sebelumnya mereka tampil di ajang Japan Open Super 750. Namun langsung mereka terhenti di babak perempat final usai dikalahkan pasangan Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzudin.

Perjalanan Fajar/Fikri menuju tangga juara juga tak terbilang mudah. Sederet pasangan hebat berhasil mereka kalahkan, mulai Chong Hong Juan/Muhamad Haikal (Malaysia), Sabar/Reza, Kim Won Ho/Seo Seung Jae (Korea), serta Liang Weng Keng/Wang Chang (China). Yang luar biasa, semua dikalahkan dengan straight game.

“Kunci kemenangan kami pastinya keyakinan atas kemampuan diri sendiri, komunikasi dengan a Fajar dan pelatih yang baik. Saya tidak menyangka bisa juara, tidak tahu mau bicara apa,” imbuh Fikri. (dar)