Salut! Dua Pemain Belia Ini Juara dengan Tahan Rasa Sakit

Senin, 18 Juli 2022 16:00:20

 

Majalahbulutangkis.com- Indonesia sukses membawa pulang tiga gelar juara dari Singapore Open 2022. Pada final di Singapore Indoor Stadium, Kallang, Minggu (17/7), Anthony Sinisuka Ginting, Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti, dan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin mampu mengalahkan lawan mereka masing-masing. 

Terakhir kali Indonesia menggondol tiga gelar juara di Singapore Open terjadi 2013. Kala itu, Tommy Sugiarto, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir sukses merebut podium juara pada partai puncak. 

Namun, prestasi tahun ini di turnamen berlevel BWF World Tour Super 500 tersebut diwarnai torehan sejarah di sektor ganda putra. Untuk pertama kalinya sejak Singapore Open dimulai pada 1960, empat ganda putra 'Merah Putih' berada di semifinal. Ahsan/Hendra bentrok Leo/Daniel dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto melawan pasangan non-Pelatnas PBSI Cipayung, Sabar Karyaman Gutama/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani. 

Leo/Daniel dan Fajar/Rian yang berhasil melaju ke final. Leo/Daniel atau yang kerap dijuluki sebagai The Babies mampu mengalahkan senior mereka dan menjuarai juara turnamen BWF World Tour untuk pertama kalinya. 

Meski demikian, dibalik kisah sukses skuad 'Merah Putih' di Singapore Open 2022, terselip cerita heroik. Ya, dua pemain belia Indonesia, Siti Fadia dan Leo, ternyata bermain di turnamen berhadiah total US$370.000 itu dengan menahan rasa sakit.

Siti Fadia dibekap cedera tumit di kaki kiri sejak kali terakhir bermain di Malaysia Masters Super 500 pada pekan sebelumnya. Cedera ini bahkan sempat mengganggunya ketika melawan Thailang, Supissara Paewsampran/Puttita Supajirakul, di semifinal. 

Pemain berusia 21 tahun asal Bogor, Jawa Barat, itu bertahan dan mampu memenangi pertandingan bersama Apriyani. Sebelum final kontra Zhang Shu Xian/Zheng Yu, Siti Fadia bahkan sempat ditanya sang pelatih, Eng Hian, apakah ingin mundur? Namun, pemain yang juga pernah bermain di sektor ganda campuran ini menegaskan terus bermain. 

"Tadi pagi (sebelum final) sempat ditanya Koh Didi (pelatih Eng Hian), mau mundur atau tetap main? Saya jawab tetap main meski tumit kiri saya masih sakit. Saya ngotot dan memaksakan diri tetap main," kata Siti Fadia dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI. 

"Itu karena rasa ingin menang saya begitu besar, sehingga mampu mengalahkan rasa sakit. Saat main, saya seperti tak ingat kalau kaki saya sakit. Karena ingin menang itu sangat besar, rasa sakit itu seperti hilang," tambahnya. 

Senada dengan Siti Fadia, Leo juga masih merasakan sakit pada bagian pinggangnya di sepanjang Singapore Open 2022, termasuk jelang final. Cedera pinggang ini mendera pemain berusia 20 tahun asal Klaten, Jawa Tengah, tersebut seusai Indonesia Open 2022, medio Juni. 

Ini juga yang membuat The Babies tak bertanding di Malaysia Open Super 750 dan Malaysia Masters Super 500. Jelang final di Singapore Open, Daniel bahkan sempat menanyakan Leo apakah ingin mundur atau lanjut? Leo dengan mantap menyatakan terus saja. 

"Sejak game pertama, pinggang saya bermasalah lagi. Tapi, saya tetap memaksa untuk meneruskan pertandingan. Karena sudah tanggung dan ini laga final. Apalagi, Daniel juga siap memback-up. Saya hanya bermain dan mengeluarkan yang terbaik saja. Ternyata berhasil dan menang," ungkap Leo. 

Siti Fadia dan Leo kini sudah terdaftar bersama pasangan masing-masing akan berlaga di Taipei Open 2022 yang digelar pada 19-24 Juli. Meski begitu, belum diketahui kondisi terakhir kedua pemain tersebut. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI