Fokus Olimpiade 2024, Thailand Kontrak Pelatih Indonesia

Minggu, 06 Maret 2022 13:35:48

 

Majalahbulutangkis.com- Thailand memang memiliki banyak pebulutangkis berlevel dunia. Sebut saja di antaranya tunggal putri Ratchanok Intanon, tunggal putra Kunlavut Vitidsarn, dan ganda campuran Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanchai. 

Berbagai gelar di level turnamen individu telah mereka koleksi. Namun, di Olimpiade belum satu pun medali berhasil dibawa pulang pebulutangkis-pebulutangkis 'Negeri Gajah Putih'. 

Bahkan, tercatat Thailand hanya mampu mendulang medali emas di tiga cabang olahraga, yakni angkat berat (5), tinju (4) dan taekwondo (1). 

Fakta itu jelas membuat Asosiasi Bulutangkis Thailand (BAT) frustasi. So, demi mendulang medali emas di Olimpiade Paris 2024, BAT telah menyusun proyek besar. 

Salah satunya adalah mengontrak tiga pelatih sekaligus: dua dari luar Thailand dan satu dari dalam negeri. Dua pelatih impor adalah Agus Dwi Santoso (Indonesia) dan Kim Ji-Hyun (Korea Selatan). Pelatih lokal yakni Maneepong Jongjit. 

Agus akan menangani tunggal putra. Kim melatih tunggal putri. Sedangkan, Maneepong mengurusi ganda campuran. Ketiga pelatih ini akan berkolaborasi dengan tiga pelatih Thailand lainnya, yaitu Saralee Thungthongtam, Sittichai Vibulsin, dan Patipat Chaladchalaem. 

Patama Leeswadtrakul mengklaim para pelatih ini bakal membuat para pebulutangkis Thailand kian hebat. Ujung-ujungnya, akan banyak gelar direngkuh mereka. 

"Gabungan pelatih-pelatih asing berpengalaman dan mantan-mantan pemain Thailand akan mendorong kami kepada kesuksesan," ungkap Presiden BAT itu dilansir dari Bangkokpost.com, Minggu (6/3).

"Kami sedang menyiapkan tim kami untuk event-event yang akan datang macam SEA Games dan Piala Thomas dan Uber pada Mei dan Asian Games pada September. Target yang paling utama adalah meraih sebuah medali bersejarah di Olimpiade 2024 di Paris," tambahnya. 

Kim menjadi bagian tim putri Korea Selatan yang meraih medali emas Asian Games 1994. Ia sebelumnya melatih di tim nasional Korea Selatan, India, dan Taiwan. Lewat tangan dingin Kim, tunggal putri India Pusarla Venkata Sindhu meraih gelar juara dunia 2019 di Basel, Swiss.

Bagi Agus, ini kali kedua ia melatih di Thailand. Periode pertama pelatih berusia 56 tahun tersebut terjadi di kurun Desember 2018 hingga Februari 2020. Capaian terbaiknya adalah membantu tunggal putra Kantaphon Wancharoen meraih medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2019. 

Rumornya, kesediaan Agus kembali ke BAT lantaran Rexy Mainaky telah pergi dari sana untuk menerima pinangan Asosiasi Bulutangkis Malaysia (BAM) sebagai Direktur Deputi Kepelatihan pada Oktober 2021. Pada periode pertama di BAT, Agus memang bekerja sama dengan Rexy sebagai kepala pelatih dan pelatih Indonesia lainnya, Mulyo Handoyo. 

Namun, sebuah artikel ESPN, bertanggal 20 November 2021, mengabarkan hubungan yang memburuk dengan Rexy membuat Agus angkat kaki dari BAT. Sebuah akun di Facebook, yang tak bisa diverifikasi pemiliknya, kala itu menyebut Rexy menuding Agus 'tak profesional' dan 'egois'. 

(Indra)

Sumber foto: Bangkokpost.com