Fajar/Rian Raih Gelar Pertama di All England
Senin, 20 Maret 2023 10:35:54
Majalahbulutangkis.com- Pasangan Fajar Alfian/Muhamad Rian Ardianto sukses meneruskan tradisi juara di nomor ganda putra di ajang All England 2023. Gelar tersebut sekaligus menjadi pertama bagi Fajri di ajang All England.
Di laga final turnamen level Super 1000 berhadiah total 1.250.000 dolar AS yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Minggu malam (19/3), pasangan peringkat 1 dunia sekaligus unggulan pertama ini mampu mengalahkan senior mereka Hendra Setiawan/Mohamad Ahsan dua game langsung 21-17, 21-14 dalam waktu relatif singkat 34 menit.“Hari ini terlihat Ahsan/Hendra kelelahan, dalam arti sejak babak delapan besar dan semifinal selalu bermain rubber game dan sangat alot jadi mungkin kondisi mereka kurang fresh dan fit. Tadi beberapa kali kami coba bermain speed dan power dan mereka kewalahan,” ungkap Fajar.
Lanjut pemain binaan PB SGS Bandung ini, “gelar ini luar biasa buat kami terutama saya karena sebelum berangkat banyak rintangan yang saya lalui. Pulang dari Kejuaraan Asia Beregu di Dubai saya ada cedera pinggang dan sempat masuk rumah sakit. Waktu latihan ada dua minggu tapi saya efektif hanya latihan satu minggu. Cukup mengganggu persiapan makanya sedikit tidak menyangka bisa juara”.
“Terima kasih untuk PBSI, pelatih dan tim medis yang sudah selalu percaya kepada saya walau saya tidak dalam kondisi 100%. Menurut saya, setiap pertandingan itu penting tapi kami senang bisa menyabet dua gelar Super 1000 tahun ini. Selanjutnya kami target di kejuaraan Asia dan selanjutnya Kejuaraan Dunia,” tekad Fajar.
Rian pun tak kalah gembiranya dengan gelar pertamanya di All England. “Pertama-tama mengucap syukur alhamdulillah bisa bermain dengan lancar dan tanpa cedera. Perasannya luar biasa senang tapi di satu sisi kami sedih juga karena di poin-poin akhir bang Ahsan sempat cedera. Semoga bang Ahsan segera pulih dan bisa kembali berkompetisi nantinya,” ujar Rian.
“Sangat luar biasa bisa juara di sini, saya sampai tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Juara ini saya persembahkan untuk semua yang sudah dukung terutama PBSI, keluarga saya, pacar saya dan pelatih. Gelar ini buat kalian semua,” tutur pemain binaan PB.Jaya Raya Jakarta ini.
Dengan kemenangan Fajri meneruskan sukses yang pernah direbut pasangan muda Bagas Maulana/Muhamad Shohibul Fikri yang berhasil memenangkan gelar All England 2022 lalu. Secara keseluruhan Indonesia sudah memenangkan 23 gelar ganda putra di ajang All England sejak pertama kali dimenangkan oleh pasangan Christian Hadinata/Ade Chandra tahun 1972.
Bagi Fajri gelar All England pun menjadi gelar Super 1000 mereka yang kedua setelah sebelumnya mereka memenangkan gelar di ajang Malaysia Open 2023 Super 1000 yang digelar Januari lalu.
Sementara Hendra Setiawan mengakui dari segi fisik sudah terlalu lelah. “Kondisinya tidak bisa balik lagi setelah menjalani pertandingan perempatfinal dan semifinal kemarin. Tapi hari ini Fajar/Rian bermain bagus, tidak mudah mati dan sangat safe. Kami tidak bisa maksimal. Selamat untuk Fajar/Rian, semoga ini bisa menjadi bekal mereka ke depan,” ujar Hendra.
“Saya belum tahu seberapa parah cedera Ahsan, tadi coba ditekuk-tekuk lutut kirinya memang agak sakit tapi kami memutuskan untuk lanjut dulu karena sudah poin 20 juga. Kalau retired, menyerah saat tinggal satu poin lagi rasanya kan tidak enak,” lanjut Hendra.
Kendati begitu, Hendra tidak menyangka bisa kembali ke final. “Kami bersyukur walau kalah di final tapi kami masih bisa memberikan perlawanan kepada pemain-pemain muda,” tukas Hendra.
Menurut dr. Grace Joselini Corlesa dari PBSI, tadi memang diperiksanya saat di lapangan oleh dokter pertandingan lalu setelah pemberian medali baru bertemu dirinya.
“Kondisi lutut kirinya sudah mulai bengkak jadi memang saya tidak melakukan pemeriksaan lebih lanjut dulu, tindakannya langsung mengompres dengan es lalu ada obat anti nyeri dan anti peradangannya saya kasih juga dan ditapping dan tongkat,” jelas dr Grace.
Mengingat Ahsan memang rencananya kembali ke Jakarta malam ini juga jadi kami minta bantuan di sini dan di bandara untuk disediakan wheel chair. Setibanya di Jakarta nanti, akan difollow up lebih lanjut untuk dilakukan pemeriksaan MRI. (dar)