Korea Open dan Taipei Open Batal Digelar Akibat Pandemi
Selasa, 17 Agustus 2021 19:12:09
Majalahbulutangkis.com- Harapan para pemain muda Indonesia untuk segera tampil di turnamen bulutangkis internasional pupus sudah. Hal itu menyusul batalnya dua turnamen internasional Korea Open Super 500 dan Taipei Open Super 300.
Menurut jadwal, ajang Korea Open yang menyediakan hadiah total 320 ribu dolar AS semula akan digelar di Yeosu City, Korea, 31 Agustus-5 September 2021. Pekan berikutnya menyusul ajang Taipei Open berhadiah total 500 ribu dolar AS di Taipei City, 7-12 September 2021.
Untuk tampil di dua turnamen yang digelar dalam dua pekan beruntun tersebut, semula PBSI telah membagi kekuatan menjadi dua. Para pemain utama bertanding di Korea, sedangkan para pemain lapis kedua tampil di Taipei.
Namun, lagi-lagi karena alasan pandemi Covid-19 yang masih melanda kedua negara tersebut akhirnya BWF membatalkan penyelenggaraan kedua event tersebut setelah mendapat masukan dari otoritas setempat.
Dengan dibatalkannya event di Korea dan Taipei berarti menambah panjang daftar event bulutangkis internasional yang digelar di tahun 2021 ini. Sebelumnya BWF juga sudah membatalkan event Hyderabad Open di India yang seharusnya digelar 24-29 Agustus.
Bahkan, event Macau Open 2021 Super 300 yang baru akan berlangsung 2-7 November mendatang, sudah dibatalkan penyelenggaraannya sejak pekan lalu.
Tak hanya event senior, penyelenggaraan event yunior juga banyak yang dibatalkan. Seperti Kejuaraan Dunia Junior 2021 yang rencananya berlangsung di China, 4-10 Oktober juga ditunda pelaksanaannya karena Negeri Tirai Bambu tersebut belum bisa menggelar turnamen apapun di tahun ini. Belum ada tuan rumah dan tanggal pengganti hingga berita ini diturunkan.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rionny Mainaky menyampaikan rasa kecewanya atas pembatalan dan penundaan turnamen-turnamen tersebut.
Tapi ia menyadari bahwa saat ini memang belum keluar dari sulitnya masa pandemi, sehingga aspek kesehatan dan keselamatan pemain adalah yang paling utama.
"Ya memang harusnya Korea Open dan Taipei Open jadi ajang pemain-pemain kami untuk kembali bertanding. Ada beberapa nama yang ikut itu sudah lama tidak bertanding dan ada pemain muda juga. Kami mau lihat kesiapan dan perkembangan mereka sekaligus mengambil gambaran untuk tim Sudirman dan Thomas & Uber nanti," ujar Rionny.
"Tapi memang kembali lagi, ini masa pandemi dan belum selesai. Negara di kawasan Asia masih berjuang untuk lepas dari Covid-19 dan saya menyadari itu. Kesehatan dan keselamatan semua adalah hal terpenting," lanjutnya.
"Sekarang kami fokus ke Piala Sudirman dan Thomas & Uber, menguntungkan karena waktu persiapan jadi lebih panjang," kata Rionny.
Dengan demikian, Rionny mengatakan bahwa pemilihan skuad Merah-Putih di Piala Sudirman dan Piala Thomas & Uber akan ditentukan dari performa beberapa turnamen lalu dan kondisi terakhir saat pemusatan latihan nanti.
"Sebenarnya ada beberapa pemain yang tadinya kami mau nilai di turnamen ini untuk pertimbangan masuk tim di Sudirman atau Thomas & Uber. Kami memang sudah punya gambaran mereka semua. Jadi nanti penilaiannya berdasarkan performa terakhir dan kondisi latihan saja," tutur Rionny.
Lebih lanjut, Rionny juga tengah memikirkan program alternatif terkait regenerasi. Minimnya turnamen junior sejak tahun lalu diakuinya cukup menghambat program regenerasi atlet-atlet bulutangkis.
"Memang situasi ini cukup sulit. Tapi saya sudah memikirkan bahwa kami tidak boleh mengharap turnamen junior saja. Mereka ini akan kami dorong untuk ikut di kelas senior. Level International Challenge misalnya. Karena kalau menunggu turnamen junior mau sampai kapan. Kasihan mereka dan regenerasi bisa terhambat," tutup Rionny. (MB-01)