Denmark Open 2019: Tommy Jumpa Sitthikom di Perempat Final
Jumat, 18 Oktober 2019 05:43:30
Majalahbulutangkis.com- Pebulutangkis senior Tommy Sugiarto menjadi satu-satunya wakil tunggal putra Indonesia yang masih bertahan hingga ke babak perempat final ajang bulutangkis Danisa Denmark Open 2019 di Odense, Denmark.
Sukses Tommy diperoleh setelah di babak kedua Kamis (17/10) berhasil mengalahkan andalan Prancis, Brice Leverdez dua game langsung 21-19, 21-12. Di babak 8 Besar Tommy akan ditantang Sitthikom Thammasin (Thailand).
Sayangnya langkah Tommy tak diikuti dua andalan Indonesia lainnya Shesar Hiren Rhustavito serta Jonatan Christie. Shesar kembali dipaksa tekuk lutut melawan peringkat 2 dunia Chou Tien Chen dalam laga dua game 17-21, 14-21.
Di laga lainnya Jonatan di luar dugaan gagal mengatasi perlawanan pemain tuan rumah Denmark, Rasmus Gemke dalam permainan dua game 17-21, 21-23. Kekalahan ini menjadi yang pertama buat Jonatan dari Gemke. Dua pertemuan sebelumnya di Daihatsu Indonesia Masters 2019 dan Blibli Indonesia Open 2019, Jonatan selalu berhasil mencetak kemenangan.
“Hasil ini cukup disayangkan. Bisa dibilang kecewa juga. Tapi ini jadi pelajaran buat saya untuk lebih matang lagi lebih konsisten dalam penerapan strategi dan lebih siap ketika lawan merubah pola,” ujar Jonatan.
Di game pertama, Jonatan unggul 11-6 saat jeda interval. Keunggulan terus terjadi hingga poin 13-7. Namun secara perlahan Gemke menyusul poin Jonatan. Setelah poin imbang 15-15, posisi Jonatan justru balik tertinggal 15-19. Jonatan akhirnya kalah 17-21 di game pembuka.
Masuk ke game dua Jonatan harus ketinggalan 1-5 dari Gemke. Jonatan kemudian coba membuka peluang dengan keunggulan 10-6 dan 15-13. Sayang lagi-lagi wakil tuan rumah itu mencoba balik menekan Jonatan. Skor 21-23 menjadi tanda selesainya langkah Jonatan.
“Ada beberapa kali saya merasa seperti kurang bisa mengelola poin. Di game pertama sudah enak mainnya, sudah leading 13-7. Tapi di sana saya tidak mempersiapkan jika lawan merubah pola permainan. Di awal sebenarnya saya bisa cukup menekan, tapi setelah unggul saya jadi kurang siap,” kata Jonatan.
“Tadi beberapa kali juga saya sempat lepas. Dia juga banyak membaca dan menebak pukulan-pukulan saya. Perubahan yang paling besar terasa saat saya leading 13-7, lawan malah bermain lebih enjoy dan rileks. Lebih berani menggunakan struk-struknya. Di game kedua juga keulang lagi. Setelah leading malah kebalik lagi karena kurang fokus,” ujar Jonatan. (MB-01)
Baca Juga
- Indonesia Masters 2022: Apri/Siti Fadia Tempati Posisi Unggulan Ketujuh
- Langkah Tommy Dihentikan Son Wan Ho
- [All England 2022] Super! Indonesia Kuasai Setengah Slot Perempat Final Ganda Putra
- China Open 2019: Tiga Ganda Putra Terbaik Indonesia Ke 8 Besar
- Singapore Open 2022: Tiga Tunggal Putra Lolos Ke Babak 16 Besar