Indonesia Masters 2022: Apri/Siti Fadia Tempati Posisi Unggulan Ketujuh

Selasa, 24 Mei 2022 14:47:10

 

Majalahbulutangkis.com- Drawing atau undian Indonesia Masters 2022 telah dilakukan beberapa waktu lalu. Para punggawa Indonesia pun sudah mengetahui lawan-lawan mereka. 

Dengan level BWF World Tour Super 500, turnamen berhadiah total US$360.000 yang akan dihelat di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, 7-12 Juni, jelas terbilang prestisius. 

Indonesia Masters sempat mendapatkan upgrade level dari Super 500 menjadi 750 pada 2021. Hadiah uang otomatis naik menjadi US$600.000. Namun, lokasi pertandingan bukan di Istora Gelora Bung Karno, sebagaimana yang telah dilakukan sejak 2018, tapi dipindah ke Bali International Convention Center, Badung, Bali. 

Toh, penurunan level tahun ini dijamin tak akan mengurangi kualitas Indonesia Masters. Para pemain top dunia pun sudah memastikan keikutsertaan mereka. Dengan jeda dua pekan dari Thailand Open Super 500 yang berakhir Minggu (22/5), para pemain dipastikan sudah memiliki kondisi prima lagi. 

Tak terkecuali Fajar Alfian. Pasangan Muhammad Rian Ardianto di ganda putra ini ditengarai mengalami cedera pinggang ketika bentrok ganda Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, pada final Thailand Open. Ini membuat Fajar/Rian harus mundur di awal game pertama. 

Menjadi unggulan kelima Indonesia Masters 2022, Fajar/Rian, dipertemukan dengan ganda Malaysia berperingkat 37 dunia, Man Wei Chong/Tee Kai Wun di babak I atau 32 besar. FajRi, yang menempati peringkat 7 dunia, unggul 1-0 dalam catatan pertemuan. Itu terjadi pada perempat final Badminton Asia Championships (BAC) 2022, akhir April. 

Di sektor ganda putra, kehadiran Marcus Fernaldi Gideon jelas sangat dinantikan pecinta bulutangkis Tanah Air. Maklum, pemain berusia 31 tahun ini sudah absen sejak akhir Maret atau, tepatnya, pasca turun di All England Super 1000. Marcus harus menjalani operasi di kedua engkel kakinya pada awal April. 

Di babak 32 besar Indonesia Masters 2022, Marcus/Kevin Sanjaya Sukamuljo bersua ganda bersaudara dari Prancis, Christo Popov/Toma Junior Popov. Kedua ganda ini baru satu kali bertemu, yakni di Denmark Open 2021 yang dimenangi oleh The Minions

Ada satu ganda lagi yang aksinya pasti sangat ditunggu publik tuan rumah. Ya, itu adalah Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Meski pasangan baru dan belum memiliki peringkat dunia, Apri/Siti Fadia sudah bisa bermain di turnamen BWF World Tour Super 500 ke atas. 

Menurut pelatih ganda putri PBSI, Eng Hian, ini dimungkinkan karena peringkat nasional Apri dan Siti Fadia cukup tinggi. Dalam peringkat dunia ganda putri dengan pasangan masing-masing sebelumnya per Selasa (24/5), Apriyani dan Siti Fadia menempati posisi lumayan bagus. Greysia Polii/Apriyani berada di peringkat 6 dunia dan Siti Fadia/Ribka Sugiarto ada di peringkat 27 dunia. Keikutsertaan Apri/Siti Fadia menjadi bagian dari upaya mendapatkan peringkat dunia buat ganda anyar Pelatnas PBSI tersebut. 

"Apri/Fadia sudah bisa turun di turnamen level Super 500 ke atas karena kami menggunakan poin nasional Apri dan ranking Fadia juga cukup tinggi. Fadia berada di 30 besar, Apri di 10 besar jadi poin nasional mereka cukup masuk. Jadi, nanti kami akan mengikuti turnamen back-to-back enam sampai tujuh turnamen agar mereka punya ranking dunia," kata Eng Hian dikutip dari Antara, Senin (23/5). 

Apri/Siti Fadia telah membuktikan kehebatan mereka dengan meraih medali emas nomor perorangan di SEA Games XXXI 2021 di Vietnam. Pada final, Minggu (22/5), mereka mengalahkan unggulan kedua dari Thailand, Benyapa Aimsaard/Nuntakarn Aimsaard 21-17, 21-14. 

Tak cuma itu, pada perempat final dua hari sebelumnya, Apri/Siti Fadia pun menggebuk unggulan pertama yang juga dari Thailand, Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai, 21-15, 21-20. Mereka membalas kekalahan dari pasangan yang sama pada final nomor beregu putri, 16-21, 12-21. 

Yang menarik, Apri/Siti Fadia ditempatkan sebagai unggulan ketujuh di Indonesia Master 2022. Ini cukup menguntungkan karena setidaknya mereka tak akan langsung bertemu lawan kuat di babak 32 dan 16 besar. 

Apri/Siti Fadia hanya bentrok ganda Belanda, Debora Jille/Cheryl Seinen, di babak 32 besar. Jika menang, mereka melawan pemenang duel antara ganda Denmark, Julie Finne-Ipsen/Mai Surrow versus ganda Malaysia, Vivian Hoo Kah Mun/Lim Chiew Sien, di babak 16 besar. 

Di sektor tunggal putra, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie berpeluang tampil. Keduanya menarik diri dari Thailand Open 2022 karena alasan kebugaran setelah membela tim putra Indonesia di Piala Thomas. 

Apesnya, sebagai unggulan keempat, Ginting, langsung berhadapan dengan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand. Pada pertemuan terakhir di fase Grup A Piala Thomas, Ginting harus mengakui kemenangan pemain berperingkat 18 dunia tersebut, 12-21, 21-15, 9-21. Itu kekalahan kedua beruntun Ginting dari Kunlavut dari total tiga pertemuan. 

Jojo yang menjadi unggulan keenam bertemu dengan Zhao Jung Pen. Jojo unggul 2-1 dalam head-to-head dengan peringkat 35 dunia dari Tiongkok tersebut. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI