Daihatsu Indonesia Masters 2019: Jonatan Kembali Jumpa Shi Yuqi

Kamis, 24 Januari 2019 07:47:03

 

Majalahbulutangkis.com- Tunggal putra andalan Indonesia, Jonatan Christie akan kembali terlibat dalam pertarungan melawan pemain terbaik Tiongkok saat ini Shi Yuqi di babak kedua ajang bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan,  Jakarta, Kamis siang ini (24/1).

Ini adalah pertemuan kedelapan di antara kedua pemain dengan head to head 4-3 masih untuk keunggulan Jonatan. Terakhir kedua pemain berjumpa di ajang Asian Games 2018 Jakarta yang dimenangkan oleh Jonatan.

Jonatan yang tak diunggulkan di turnamen BWF World Tour Super 500 berhadiah total 350.000 dolar AS ini, lolos ke babak kedua setelah di babak pertama Rabu (23/1) menang melawan Markus Hemke (Jerman) 21-16. Markus tak mampu melanjutkan pertandingan di babak kedua setelah mengalami cedera pahanya.

Penampilan Jonatan sempat mengkhawatirkan saat ia tertinggal jauh 4-11. Namun Jonatan berusaha bangkit dan ia berhasil menyamakan kedudukan 16-16. Semakin percaya diri, Jonatan kemudian mengontrol permainan dan merebut game pertama.

“Tidak bisa dipungkiri kalau main di Istora di awal pasti tegang. Sebagai atlet, harapan saya sama dengan pentonton, bisa main maksimal. Jadi ada rasa takut mainnya tidak keluar, tidak lepas,” kata Jonatan.

“Walaupun terakhir main di Istora waktu Asian Games penampilan saya cukup baik, tapi hari hari ini memang nervous. Saya berusaha keluar dari zona itu, sebisa mungkin main enjoy dan jaga poin,“ jawab Jonatan.

“Saya tidak tahu kenapa lawan retired, tadi ada penempatan bola yang cukup jauh tapi dia maksa ambil. Mungkin paha sampingnya tertarik. Setidaknya saya bisa simpan tenaga untuk babak kedua,” jelasnya.

Ikut melaju ke babak kedua andalan Indonesia lainnya Anthony Sinisuka Ginting yang tampil gemilang untuk menyisihkan pemain asal India, Kashyap Parupalli (India), 21-12, 21-16. Ini merupakan kemenangan Anthony yang keempat atas Parupalli. Pekan lalu di Malaysia Masters, Anthony juga menang atas Parupalli dengan skor 21-17, 25-23.

“Puji Tuhan bisa lewati pertandingan pertama dengan baik. Saya sudah ‘pegang’ game pertama dan kedua. Kami baru berhadapan di Malaysia Masters dan saya belajar dari situ, kenapa di akhir perolehan angkanya bisa ketat,” kata Anthony setelah pertandingan.

“Waktu di Malaysia Masters saya terpancing main menyerang, smash terus, lawan sudah jaga, ini jadi bumerang buat saya, jadi saya banyak mati sendiri. Hari ini saya berusaha lebih menikmati permainan,” tambahnya.

Di babak kedua Anthony yang menempati unggulan ketujuh akan diuji oleh pemain muda Tiongkok, Zhao Junpeng yang di babak pertama membuat kejutan dengan menyisihkan seniornya Lin Dan 21-17, 15-21, 21-9.

Anthony mengaku tak mau terbebani dengan status juara bertahan, ia lebih memilih untuk fokus ke satu demi satu pertandingan.

“Tidak ada tekanan, tahun ini pesertanya lebih lengkap, jadi tidak gampang buat juara lagi. Mempertahankan gelar tak segampang meraih gelar, saya tidak mau mau memikirkan itu. Tahun lalu sudah juara, tahun ini pertandingannya beda lagi,” ujar Anthony.

Selain itu juga ada satu pemain Indonesia lainnya yang ikut melju ke babak kedua yakni Shesar Hiren Rhustavito. Di babak pertama Shesar sukses mengalahkan pemain senior Indonesia, Sony Dwi Kuncoro 20-22, 21-15, 21-8.

Lawan berikutnya di babak kedua adalah Anders Antonsen asal Denmark yang di babak pertama membuat kejutan dengan menjungkalkan unggulan kelima Son Wan Ho (Korsel) 21-17, 6-21, 21-15. (MB-02)