[ASEAN Para Games 2022] Indonesia Bidik Enam Emas

Kamis, 03 Maret 2022 11:29:27

Majalahbulutangkis.com- Kesuksesan di Paralimpiade Tokyo 2020 yang dihelat pada 1-5 September 2021 menyuntikkan kepercayaan diri tinggi pada tim para badminton Indonesia. 

Tim 'Merah Putih' berhasil menyabet dua medali emas. Keduanya didulang dari sektor ganda. Masing-masing lewat Leani Ratri Oktila/Khalimatus Sadiyah di nomor ganda putri kelas SL3-SU5 dan ganda campuran melalui Hary Susanto/Leani di kelas SL3-SU5. 

Di samping dua medali emas, tim para badminton Indonesia juga mengoleksi dua medali perak dan dua medali perunggu. Dua medali perak dipersembahkan oleh Dheva Anrimusthi di tunggal putra SU5 dan Leani di tunggal putri SL4. Dua medali perunggu direngkuh di nomor tunggal putra, masing-masing oleh Fredy Setiawan (SL4) dan Suryo Nugroho (SU5). 

Dengan torehan medali emas, medali perak, dan medali perunggu masing-masing dua keping, Indonesia menempati peringkat ketiga perolehan total medali di cabang olahraga bulutangkis Paralimpiade Tokyo 2020. Indonesia hanya kalah dari Tiongkok (5 emas, 3 perak, 2 perunggu) dan Jepang (3 emas, 1 perak, 5 perunggu). 

Berkat keberhasilan tersebut, kini tim para badminton 'Merah Putih' berani membidik target prestisius di ASEAN Para Games (APG) XI yang rencananya digelar di Solo, Jawa Tengah, pada Juli 2022. Tak tanggung-tanggung, enam medali emas diyakini bisa diraih oleh Khalimatus dan kawan-kawan. 

Demi memperlihatkan keseriusan itu, National Paralympic Committes (NPC) Indonesia bakal menerjunkan 19 atlet. Ini terdiri dari 15 atlet putra dan empat atlet putri. Sayangnya, Leani dipastikan tak akan bisa bertanding. Atlet berusia 30 tahun ini sedang mengambil cuti hamil. 

"Dari 19 atlet bulutangkis NPC Indonesia ini terdiri dari 15 putra dan empat putri yang rencananya mengikuti enam kelas wheelchair, upper, lower, dan SS6. Namun, NPC Indonesia ditargetkan bisa meraih emas pada kelas lower, upper, dan SS6," kata Nurrachman, pelatih nasional para bulutangkis NPC Indonesia di Solo dilansir dari laman Djarumbadminton.com, Rabu (2/3). 

Enam medali emas itu ditargetkan didapat dari tunggal putri Warining Rahayu (SU5), ganda campuran Fredy/Khalimatus (SL4), tunggal putri Khalimatus (SL4), ganda putra Deva/Hafiz Briliansyah (SU5), tunggal putra Fredy, dan ganda putra Fredy/Dwiyoko (SL3-4). 

Khusus sektor ganda putri, Khalimatus diprediksi bakal ditandemkan dengan atlet dari hasil Pekan Paralimpiade Nasional. Biasanya, atlet berusia 22 tahun ini turun di tiga nomor, yakni tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran berduet dengan Fredy.  

"Saya selain bermain di tunggal putri, juga ganda meski tak berpasangan dengan Leani. Saya juga akan turun di nomor ganda campuran," ungkap pemain kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, tersebut dikutip dari Antara.

Khalimatus belum bisa menebak siapa pemain putri yang akan berpasangan dengannya di ganda putri. Namun, ia memastikan ini tak akan jadi masalah besar. Sebab, ia yakin instruksi dari pelatih pastinya yang terbaik. 

"Saya ingin yang terbaik untuk Indonesia," ujarnya. 

(Indra)

Sumber foto: Djarumbadminton.com, Kilat.com