[All England 2022] Move On dari Memori Pahit 2021

Jumat, 11 Maret 2022 07:33:29

 

Majalahbulutangkis.com- Yang paling terekam dalam memori dari All England 2021 adalah dipaksanya skuad 'Merah Putih' angkat kaki dari Birmingham, Inggris, lebih cepat dari waktu semestinya. 

Penyebabnya, skuad Indonesia dianggap otorita kesehatan Inggris (NHS) berada di satu pesawat dengan penumpang terkonfirmasi positif Covid-19 dalam penerbangan dari Istanbul, Turki, ke Birmingham, Inggris. 

Regulasi NHS mengharuskan seluruh skuad 'Merah Putih' menjalani karantina selama 14 hari. 

Tak ayal, insiden ini menyisakan trauma tersendiri di antara anggota skuad 'Merah Putih'. Namun, manajer tim Indonesia untuk All England 2022, Rionny Mainaky, memastikan seiring berjalannya waktu, rasa trauma itu sudah terlupakan. 

Kini Apriyani Rahayu dan kawan-kawan akan berusaha membuktikan kehebatan mereka di All England 2022 yang dilangsungkan di Arena Birmingham, Birmingham, 16-20 Maret. 

"Soal apakah masih ada trauma dengan kejadian pahit tahun lalu, rasanya semua pemain sudah melupakan. Pengalaman dilarang meneruskan pertandingan seperti di All England lalu sudah hilang. Mereka kini fokus untuk menghadapi Kejuaraan All England dengan penuh semangat untuk bisa juara," kata Rionny dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PBSI. 

Pentolan ganda putri 'Merah Putih', Apriyani, juga memastikan tak ada trauma apa pun yang tersisa di benak mereka. 

"Kita sudah move on. Melupakan kejadian pahit di All England tahun lalu. Rasanya tak ada trauma dan sudah kita lupakan saja. Kita fokus dan siap menghadapi kejuaraan," ujarnya. 

Tim All England 2022 Indonesia telah bertolak ke Inggris pada Jumat (11/3) dinihari WIB. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI