Rionny Sebut Hal yang Wajib Dibenahi Skuad Indonesia

Sabtu, 18 Juni 2022 19:16:00

 

Majalahbulutangkis.com- Tak adanya wakil 'Merah Putih' pada semifinal Indonesia Open 2022 mewajibkan PBSI membenahi sejumlah hal pada diri pemain. 

Yang pertama adalah sisi fisik atau stamina. Bermain dengan turnamen back-to-back alias dua kali beruntun terbukti membuat fisik para pemain Indonesia kedodoran. Maklum, jarak antara Indonesia Masters 2022 dan Indonesia Open 2022 hanya satu pekan. 

Efeknya, para pemain yang bahkan termasuk bintang Tanah Air sekalipun dibekap kelelahan yang sangat. Para wakil 'Merah Putih' di perempat final Indonesia Open gagal melanjutkan langkah ke semifinal. 

Tiga wakil, yakni Anthony Sinisuka Ginting, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, dan Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti memang murni kalah dari para lawan mereka. Satu pengecualian, jika bisa dianggap begitu, adalah Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan.  

Ganda putra berperingkat 16 dunia sesungguhnya berpeluang besar menang atas ganda Malaysia berperingkat 7 dunia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Setelah imbang pada dua game, Pram/Yere sudah unggul dengan match point 20-17. Di sinilah terjadi petaka dengan cedera lutut yang dialami Yeremia ketika hendak mengambil bola depan. Meski tetap bermain dengan menahan rasa sakit yang sangat, The PraYer akhirnya menyerang 20-22. 

"Melihat hasil keseluruhan saat kami gagal meloloskan wakil ke babak semifinal bukan tanpa alasan. Faktor kondisi fisik tutur mempengaruhi sehingga wakil indonesia gagal di babak perempat final," kata Kepala Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Rionny Mainaky dalam konferensi pers di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6). 

Hal kedua yang juga perlu dibenahi adalah sisi teknik. Banyak kesalahan sendiri yang dibuat sejumlah pemain Indonesia saat bertanding menjadi catatan tersendiri dari tim pelatih PBSI. 

Hal ketiga adalah mental bertanding. Rionny menyebut gemuruh penonton yang notabene mendukung para pemain 'Merah Putih' justru malah membuat mereka tampil grogi dan tegang. 
Seluruh hal tersebut wajib segera didapatkan solusinya. Sebab, akan ada tiga turnamen penting di depan, yakni Malaysia Open Super 750 (28 Juni-3 Juli), Malaysia Masters Super 500 (5-20 Juli) dan Singapore Open (12-17 Juli). Artinya, cuma ada waktu satu pekan buat para pemain Indonesia untuk memulihkan stamina sekaligus meningkatkan teknik mereka sebelum terjun di Malaysia Open. 

Untuk itu, Rionny sudah berkoordinasi dengan beberapa pelatih terkait untuk membuat program khusus, baik teknik maupun fisik menjelang menjalani turnamen padat berikutnya. 

"Hal itu menjadi catatan dan evaluasi, menginat akan ada turnamen yang akan diikuti di bulan Juli nanti. Selain itu, yang harus menjadi catatan di luar hal itu ialah kondisi di lapangan seperti angin hingga gemuruh penonton juga turut mempengaruhi permainan pemain di atas lapangan," ujar Rionny.

"Saya harus bilang faktor fisik dan teknik bermain akan menjadi catatan kami untuk diperbaiki lebih lanjut. Untuk itu, pemain itu sendiri harus memiliki motivasi dalam diri masing-masing siap menghadapi program latihan yang dibuat.

"Ke depannya akan banyak turnamen yang akan diikuti untuk menambah tabungan poin masing-masing pemain yang tahun depan akan mengikuti kualifikasi Olimpiade."

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI