Tim Jatim Rebut Emas Beregu Putri PON 2021 Papua

Minggu, 10 Oktober 2021 18:46:53

 

Majalahbulutangkis.com- Tim bulutangkis putri Jawa Timur secara mengejutkan mampu merebut medali emas beregu putri di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang digelar di GOR Waringin, Jayapura, Papua.

Pada laga final Sabtu (9/10), tim putri Jatim yang dimotori dua pemain andalannya Sri Fatmawati dan Desima Aqmar Syarafina mampu mempecundangi tim putri DKI Jakarta dengan skor telak 2-0.

Sri Fatmawati yang tampil sebagai tunggal putri mampu membuat kejutan dengan mempermalukan andalan DKI, Ruselli Hartawan dua game langsung 21-15, 21-16. Kedua pemain meski membela dua provinsi yang berbeda namun sejatinya sudah saling mengenal kekuatan masing-masing karena sama-sama dibina di klub yang sama yakni PB.Jaya Raya Jakarta. Namun, beberapa tahun terakhir latihan mereka terpisah karena Ruselli berada di Pelatnas, sedangkan Sri tetap berlatih di markas PB.Jaya Raya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Kejutan juga dibuat Desima Aqmar Syarafina yang tampil sebagai tunggal kedua. Pemain binaan PB.Djarum ini secara mengejutkan membawa Jatim menang usai membungkam tunggal kedua DKI yang merupakan binaan PB.Jaya Raya Jakarta, Stephanie Widjaja, melalui pertarungan dramatis selama tiga game 21-18, 17-21, 22-20.

Kemenangan Desima pun dinilai mengejutkan mengingat Stephanie yang ini menghuni Pelatnas Cipayung kini menempati peringkat 1 yunior dunia. Sedangkan Desima saat ini masih berlatih di PB.Djarum di Kudus.

Dengan kemenangan 2-0 maka laga ketiga yang memainkan nomor ganda putri antara pasangan Jatim, Febrina Dwi Puji Kusuma/Marsheilla Gischa Islami melawan pasangan DKI, Nahla Aufa Dhia Ulhaq/Ruseli Hartawan    tidak dipertandingkan.

Pelatih Jatim Taufiq Hidayat mengatakan, status pemain non-unggulan yang mengisi regu Jatim, jelas berbeda dengan DKI Jakarta yang diperkuat penghuni pelatnas Cipayung, seperti Ruselli Hartawan, Stephanie Widjaja, dan Angelica Wiratama.

"Tunggal kedua kami itu underdog, sedikit pesimistis tapi saya lihat ada peluang, dan kekurangan Stephanie yang kelihatan cedera jadi saya memotivasi terus Desima agar jangan patah semangat dan jangan lupa senyum," kata Taufiq.

Stephanie sebelumnya tidak diturunkan pada fase penyisihan menghadapi Banten dan babak semifinal menghadapi Papua, karena cedera pergelangan kaki. Kondisi Stephanie itu pun menjadi keuntungan bagi Desima untuk menerapkan strategi bermain bertahan dan tidak terburu-buru mematikan bola lawan.

"Saya tadi bermain tanpa beban saja, mengikuti instruksi pelatih untuk bermain bertahan, apalagi tadi kan Stephanie kayaknya lagi cedera, jadi harus dibawa lari," ungkap Desima.

Dengan sukses ini Kontingen Jawa Timur mampu mengakhiri 13 tahun tanpa medali emas di cabang olahraga bulutangkis atau sejak Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008 Kaltim.
Terhitung 13 tahun pasca-PON Kaltim 2008, Jatim hanya mampu meraih delapan medali yang terdiri dari dua medali perak dan enam medali perunggu dari cabang olahraga bulutangkis.

Menurut Tri Kusharjanto, salah satu pelatih tim bulu tangkis Jatim, kemenangan ini tak lepas dari perjuangan, kerja keras, dan komitmen dari seluruh atlet dan pelatih bulu tangkis Jatim.

"Mungkin inilah jalan kita dari awal kita berjuang di Surabaya, sudah banyak masalah. Tapi berkat kegigihan kami tim pelatih, ada Mas Imam, Mas Jefer, dan seluruh pemain, Alhamdulillah, bisa menunjukan kualitasnya," kata Tri.

Bahkan, Tri juga tak menyangka, tim Jatim berhasil memastikan satu tempat di final beregu putri setelah menyingkirkan Bali di semifinal dengan skor 2-0.

"Masuk final (beregu putri) saja saya sudah bersyukur. Cuma saya bilang ke anak-anak, 'satu langkah lagi, ini jalanmu, pokoknya yang penting kamu main'," imbuh peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 itu.

Tak hanya itu, Tri juga memuji kualitas para pemain tunggalnya, yang bukan berasal dari Pelatnas Cipayung, seperti yang dimiliki beberapa kontingen lain.

"Kita tunggal tidak ada yang dari Pelatnas. Semua dari luar Pelatnas. Tapi dari keinginan mereka, perjuangan mereka, saya sangat salut dengan mereka," pujinya.

Sebetulnya Jatim punya peluang untuk merebut medali emas di nomor beregu putra. Namun, tim beregu putra Jatim kandas pada babak semifinal di tangan DKI Jakarta. Mereka harus puas berdiri di atas podium ketiga bersanding dengan Jawa Tengah sebagai peraih medali perunggu bersama. (MB-02)