Taufik Hidayat Ungkap Alasan Mundur dari PP PBSI

Senin, 18 April 2022 11:19:15

 

Majalahbulutangkis.com- Per Maret 2022 lalu, Taufik Hidayat resmi menarik diri dari kepengurusan PP PBSI. Peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 ini sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Pembinaan dan Prestasi (Binpres) di otorita tertinggi bulutangkis nasional tersebut. 

Melansir Antara, Taufik mengungkapkan alasannya mundur dari posisinya itu. Juara dunia 2005 ini menyebut dirinya sudah tak sejalan dengan sistem pembinaan di PP PBSI. 

Taufik merasa dirinya selama ini hanya menjadi pajangan di Kepengurusan Ketua Umum Agung Firman Sampurna. Mantan atlet berusia 40 tahun ini merasa dirinya tak pernah dilibatkan dalam rapat yang membahas penentuan atlet atau pelatih. Padahal, sebagai staf ahli Binpres, itu seharusnya menjadi tugasnya. 

"Sebagai Staf Ahli Binpres, saya gak pernah diajak rapat, bahkan tak dimintai masukan saat penentuan atlet maupun pelatih, kalo jadi pajangan buat apa? Mending di luar PBSI," kata Taufik dilansir dari Antara

"Minimal saya ditanya masukan dan pendapat. Diterima atau tidak soal usulan itu, tergantung dari hasil keputusan, jadi ada mekanismenya," tambahnya. 

Taufik menyebut sejumlah masalah di tubuh PP PBSI macam sistem pelatihan, sport science, tak adanya program bagi daerah, pembinaan serta degradasi dan promosi pelatih dan pemain. 

Sistem pelatihan dan sport science sangat berguna untuk membantu perkembangan pemain. Tiap pemain bisa mendapatkan porsi latihan berbeda tergantung pada beberapa hal seperti bobot sang pemain. Taufik menegaskan di Pelatnas, pemain, pelatih teknik, dan pelatih fisik tak sejalan. 

Soal tak adanya program bagi daerah, Taufik memang kerap mengkritisi hal ini. Pria yang juga menjebat Wakil Ketua Umum Pengurus Provinsi PBSI Jawa Barat ini menganggap Binpres PP PBSI hanya fokus ke Pelatnas. Semestinya, atlet-atlet di daerah juga mendapatkan perhatian. Tanpa peran serta 34 pengprov di seluruh Indonesia, pusat tak akan berjalan dengan maksimal. 

Terkait degradasi dan promosi pemain dan pelatih, Taufik menegaskan seharusnya tak dilakukan berdasarkan kedekatan atau relasi. Artinya, pemain atau pelatih yang tak bisa memberikan gelar juara di Pelatnas semestinya langsung diganti. 

Taufik yakin banyak pemain di luar Pelatnas yang berpotensi untuk dibina. Begitu juga, banyak juga pelatih teknik dan fisik potensial yang bisa dicoba di Pelatnas PP PBSI.

(Indra)

Sumber foto: PBSI