[All England 2022] Kevin Jitu Prediksi Kelolosan BaKri ke Semifinal
Jumat, 18 Maret 2022 22:37:35
Majalahbulutangkis.com- Indonesia telah menempatkan tiga ganda putranya di semifinal All England 2022 yang akan dilangsungkan pada Sabtu (19/3).
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri, sukses merebut tiket ke babak 4 besar.
Masih ada peluang tambahan satu ganda lagi. Itu jika Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sanggup mengalahkan ganda Tiongkok, He Ji Ting/Tan Qiang, pada perempat final di Utilita Arena Birmingham, Birmingham, Inggris, Jumat (18/3) atau Sabtu dinihari WIB.
Pemenang duel ini akan bertemu Ahsan/Hendra di semifinal. Sedangkan, Marcus/Kevin dipertemukan dengan yuniornya, Bagas/Fikri, yang secara heroik mendepak unggulan 3 dari Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi, lewat permainan rubber game 16-21, 21-16, 22-20.
Yang menarik, sebelum mengetahui lawannya di semifinal, Kevin sempat memprediksi bahwa BaKri (Bagas/Fikri) bakal mengalahkan Takuro/Yugo, yang berstatus juara dunia 2021, di perempat final. Ini diungkapkan Kevin seusai ia dan Marcus mengalahkan ganda India, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, 24-22, 21-17, di babak 8 besar.
"Hoki/Kobayashi lawan yang berat dan tak mudah buat kami, begitu juga Bagas/Fikri. Kami akan coba yang terbaik. Tapi, saya rasa hari ini (Jumat) Bagas/Fikri yang akan menang," kata Kevin dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
Ada satu kesamaan antara Marcus/Kevin dengan Bagas/Fikri. Kedua pasangan ini sempat mengalami ketertinggalan di poin kritis, tapi mampu membalikkan keadaan dan justru memenanginya.
The Minions menjalani momen itu ketika tertinggal 15-20 di game pertama kontra Rankireddy/Shetty. Kevin mengklaim mereka kemudian bermain lepas dan akhirnya malah menang 24-22.
"Kami hampir kalah di game pertama. Lawan bermain sangat baik, cepat dan punya power. Setelah tertinggal 15-20, kami coba main nothing to lose, melakukan yang terbaik, fokus satu poin demi satu poin dan beruntung bisa balik menang," ucap Kevin.
Marcus mengakui kemenangan di game pertama menambah rasa percaya mereka sehingga menang relatif mudah di game kedua.
"Bisa mengejar poin di game pertama membuat kami lebih percaya diri. Akhirnya di game kedua kami tak banyak melakukan kesalahan sendiri," ungkap Marcus.
Bagas/Fikri merasakan momen tertinggal 17-20 di game ketiga. Hebatnya, kemudian BaKri mampu mendulang lima poin beruntun untuk menang 22-20.
Fikri menegaskan sikap nothing to lose, sama seperti The Minions, saat tercecer di poin genting malah membuat permainan mereka lebih baik.
"Kami tak menyiapkan persiapan spesial, sama seperti biasanya saja, tapi kami tahu mereka juara dunia. Jadi kami di lapangan coba nothing to lose," ungkapnya.
Untuk semifinal melawan Marcus/Kevin, Fikri tak bisa memprediksi siapa yang akan menang. Sebab, saat latihan di Pelatnas Cipayung, mereka sudah sering bertanding dan saling mengalahkan.
"Kami kalah menang lawan Marcus/Kevin di latihan. Semua sudah saling mengenal permainan masing-masing," jelas Fikri.
"Di pertemuan terakhir di ajang resmi, kami bisa menang. Itu modal untuk pertandingan besok," kata Bagas menimpali.
(Indra)
Sumber foto: Istimewa, PP PBSI