Tanpa Wakil Indonesia di Semifinal India Open
Sabtu, 20 Januari 2024 14:13:19
.jpg)
Majalahbulutangkis.com- Rapor merah kembali dibawa pulang para wakil Indonesia dari ajang bulutangkis India Open 2024 Super 750 yang digelar di KD Jadhav Indoor Stadium, New Delhi, India.
Buruknya performa para wakil Merah Putih di turnamen kedua musim 2024 berhadiah total 850.000 dolar AS ini ditandai dengan tidak adanya pemain yang berhasil lolos ke semifinal. Hasil yang sama juga dicatat di ajang Malaysia Open Super 1000 pekan sebelumnya.
Pasangan ganda campuran Fajar Alfian/Muhamad Rian Ardianto menjadi wakil Indonesia terakhir yang terhenti langkahnya di perempat final Jumat malam (19/1). Unggulan keenam ini dipaksa mengakui pasangan Korea yang menempati unggulan ketiga Kang Min Hyuk/Seo Seung Jae dua game langsung 14-21, 21-18.
Ini adalah kekalahan kelima dari delapan kali pertemuan Fajar/Rian melawan Kang/Seo hingga head to head keduanya menjadi 5-3.
“Hari ini terutama saya banyak melakukan kesalahan sendiri, harusnya bola-bola mudah masuk saja dulu. Tapi tadi terlalu terburu-buru,” ungkap Rian usai laga.
“Pasangan Korea ini adalah pasangan yang sangat ulet, pertahanannya solid, susah ditembus. Kami sudah coba tadi menyerang tapi tidak berhasil, malahan serangan balik mereka bisa menembus pertahanan kami,” imbuh Fajar.
Fajar juga mengakui pasangan yang ada di 8 Besar saat ini sedang naik performanya. Sebaliknya ia bersama Rian masih belum kembali ke puncak performa yang pernah kami capai.
“Tapi kami akan coba terus. Selama diberi kesempatan, kami akan berusaha memberikan yang maksimal. Kami tidak henti-hentinya minta doa dan dukungan semua fans dan seluruh masyarakat Indonesia,” tukas Fajar.
Sebelumnya satu wakil Indonesia lainnya di perempat final Anthony Sinisuka Ginting di nomor tunggal putra juga di luar dugaan gagal mengatasi perlawanan Lee Cheuk Yiu dari Hongkong. Ginting yang menempati unggulan keempat menyerah dalam laga tiga game 17-21, 21-18, 13-21.
“Saya dan lawan pasti sudah sama-sama menyiapkan strategi satu sama lain. Dari tipikal kami mirip, tipe yang menyerang jadi tadi di gim pertama dia berhasil menguasai pertandingan, sebaliknya di gim kedua saya yang bisa mengendalikan. Kuncinya di gim ketiga terutama setelah interval, dia menjadi lebih sabar dan mengubah pola permainan. Sementara saya kurang bisa menemukan ritmenya lagi dan banyak melakukan kesalahan sendiri,” jelas Ginting.
Pemain binaan PB SGS Bandung ini berharap di Indonesia Masters pekan depan bisa lebih baik dari pola permainan, feeling pertandingannya juga karena ini penting. Dari dua turnamen ini bisa meningkat terus performanya.
Sehari sebelumnya Jonatan Christie sudah lebih dulu kandas di putaran kedua usai kalah dari bintang Malaysia Lee Zii Jia dua game langsung 15-21, 13-21. (dar)
Sumber Foto : Humas PBSI