Skorsing Shi Yu Qi Bakal Dihapus Lebih Cepat?
Minggu, 29 Mei 2022 19:35:59

Majalahbulutangkis.com- Masih ingat Shi Yu Qi? Ya, ia adalah tunggal putra Tiongkok yang menimbulkan kontroversi pada semifinal kontra Jepang di putaran final Piala Thomas 2020 yang dihelat di Aarhus, Denmark, pada Oktober 2021.
Tampil sebagai tunggal pertama, setelah kalah 20-22 pada game pertama, Shi Yu Qi memutuskan mundur saat tertinggal 5-20 dari Kento Momota pada game kedua. Kontan, Shi Yu Qi mendapat hujatan dari para pecinta bulutangkis Tiongkok.
Mundur akibat cedera saat bertanding memang hal biasa di bulutangkis. Namun, keputusan Shi Yu Qi mundur di saat Momota mendapatkan match point itu yang dikecam publik Tiongkok. Pemain berusia 26 tahun itu dianggap tak sportif dan pantas menjadi bagian dari timnas bulutangkis mereka, apalagi ketika itu ia menjadi andalan utama.
Publik bulutangkis makin kesal karena Shi Yu Qi seolah tak merasa bersalah dengan keputusan kontroversialnya tersebut. Saat diwawancara seorang reporter Denmark, Shi Yu Qi dengan entengnya menyebut Momota belum menang karena ia masih di poin 20: "Jika ia masih di poin 20, itu berarti saya tak kalah."
Shi Yu Qi bermaksud agar Momota tak bisa merasakan kemenangan atas dirinya dengan situasi demikian. Meski Shi Yu Qi mundur, Tiongkok tetap mampu menang 3-1 atas Jepang. Pada final versus Indonesia, posisi Shi Yu Qi digantikan oleh Lu Guang Zu yang dikalahkan oleh Anthony Sinisuka Ginting. Tiongkok menyerah 0-3 dari Indonesia.
Kontan, Asosiasi Bulutangkis Tiongkok menjatuhkan skorsing kepada Shi Yu Qi berupa larangan bertanding selama satu tahun, terhitung mulai 7 Desember 2021. Kebijakan tersebut benar-benar dijalankan oleh Asosiasi Bulutangkis Tiongkok. Shi Yu Qi tak masuk tim Piala Thomas Tiongkok 2022.
"Tentang Shi Yu Qi, sesuatu tak baik terjadi pada semifinal Piala Thomas tahun lalu, ia mundur dari match point sebuah pertandingan. Setelah itu, ia membuat sejumlah komentar tak bijaksana dan tak dewasa. Itu sebabnya, setelah peninjauan internal oleh para pelatih kami, kami memutuskan untuk menskorsnya selama satu tahun," kata Presiden Asosiasi Bulutangkis Tiongkok, Zhang Jun, sebelum Piala Thomas 2022 pada awal Mei.
"Selama skorsing satu tahun, kami berharap ia bisa mengambil tanggung jawab dengan melakukan refleksi diri dan mengatasi masalah dan perbuatannya sendiri."
Namun, baru lima bulan skorsing Shi Yu Qi berjalan sepertinya Asosiasi Bulutangkis Tiongkok sudah akan menghapusnya. Ini yang dikabarkan oleh laman badmintonplanet.com pada Minggu (29/5).
Indikasinya terlihat saat Shi Yu Qi ikut dalam sebuah latihan yang digelar timnas Tiongkok bersama para pemain lain, termasuk Chen Long, di Jinjiang Sports Center, Fujian, beberapa hari lalu.
Momen itu tertangkap kamera stasiun televisi JinjiangTV. Shi Yu Qi berdiri paling belakang dengan menggunakan masker. Ia mengenakan T-Shirt bertuliskan empat karakter Tiongkok yang secara kasar bermakna 'Saya ingin bermain bola' atau bisa juga didefinisikan sebagai 'Saya ingin bermain bulutangkis'.
Meski demikian, Shi Yu Qi mungkin tak akan langsung bermain di level internasional. Ia akan lebih dulu terjun di beberapa turnamen lokal. Yang terdekat adalah di Anshan, Liaoning, pada 11 Juni.
Disusul di Xi'an, Shaanxi, pada 17-24 Juni. Kemudian berpartisipasi di dua turnamen pada 18-23 Oktober di Baoji, Shaanxi, dan 20-26 November di Xuancheng, Anhui.
Meski sudah lama tak bertanding di skala internasional, Shi Yu Qi masih menempati peringkat 16 dunia. Tentu, ini tak lepas dari kebijakan rankings freeze atau pembekuan ranking yang dilakukan Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sejak 31 Maret 2020 akibat pandemi Covid-19. Rencananya, rankings freeze ini akan dihapus secara bertahap dimulai dari 2 Agustus 2022 hingga 3 Januari 2023.
(Indra)
Sumber foto: BWF