[SEMIFINAL BATC 2022] Grego cs Bentrok Jepang
Jumat, 18 Febuari 2022 23:08:11
Majalahbulutangkis.com- Tim putri Indonesia mendapatkan hasil undian semifinal Badminton Asia Team Championships (BATC) 2022 yang sedikit kurang menguntungkan.
Gregoria Mariska Tunjung dan kawan-kawan ditakdirkan bentrok dengan salah satu lawan kuat, Jepang. 'Negeri
Samurai' memang tak menurunkan pemain-pemain terbaiknya.
Mereka pun di luar dugaan kalah 2-3 dari tuan rumah Malaysia pada laga pembuka Grup Y. Setelah sempat unggul
2-0, Jepang justru menyerah di tiga partai berikutnya.
Namun, di laga terakhir Grup Y, Natsuki Nidaira cs mampu menggerus India dengan skor telak, 4-1. Apa pun, tim
putri Indonesia tak boleh takut kalah sebelum bertanding.
Grego dan kawan-kawan bisa berkaca dari kesuksesan Malaysia mengatasi perlawanan Jepang. Apalagi, Jepang
hanya berkekuatan pemain seadanya.
Total hanya ada lima pemain yang diturunkan sejauh ini di babak penyisihan grup. Bahkan, untuk ganda kedua, Jepang diperkuat tiga pemain tunggalnya. Komposisinya Nidaira/Riko Gunji atau Hina Akechi/Gunji.
Tak pelak, di semifinal Kejuaraan Bulutangkis Asia Beregu yang digelar di Setia City Convention Centre, Shah Alam,
Selangor, Sabtu (19/2), kepercayaan diri para pemain putri 'Merah Putih' sangat menentukan hasil akhir.
Mereka telah memperlihatkan itu ketika menjuarai Grup Z. Grego dan kawan-kawan memenangi ketiga pertandingan yang dilakukan. Dimulai dari menghajar Hong Kong (4-1), berlanjut dengan melumat Kazakhstan (5-0), dan terakhir meredam tim kuat, Korea Selatan (3-2).
Dari total 15 partai yang dilakoni, mereka juga mampu mengepak 12 kemenangan dan hanya kalah tiga kali. Luar
biasanya lagi, mereka memenangi 25 games dan cuma kehilangan tujuh game.
Grego sudah pasti menjadi tunggal pertama. Kapten tim putri berperingkat 27 dunia ini hanya bermain dua kali di
BATC 2022, yakni kontra Hong Kong dan Korsel. Grego mencatatkan kemenangan di dua laga tersebut.
Pemain berusia 23 tahun diprediksi tak akan kesulitan mengatasi Nidaira, yang menempati peringkat 72 dunia. Kedua pemain baru satu kali bertemu. Itu pun saat masih di level yunior (U-19) pada Kejuaraan Asia 2016. Grego mencatatkan kemenangan atas Natsuki.
Febriana Dwipuji Kusuma/Amalia Cahaya Pratiwi akan tetap dipercaya sebagai ganda pertama. Padahal, rapor mereka terbilang buruk di BATC 2022.
Dari tiga partai yang telah mereka lakukan, dua di antaranya berakhir dengan kekalahan. Mirisnya, itu
terjadi kala menghadapi lawan kuat, Korsel dan Hong Kong. Mereka hanya menang melawan ganda Kazakhstan.
Febriana/Amalia bakal berhadapan dengan Rui Hirokami/Yuna Kato. Ini merupakan ganda baru Jepang. Mereka kalah saat berhadapan ganda baru Malaysia, Valeree Siow/Pearly Tan, tapi menang atas ganda anyar India, Khushi Gupta/Simran Singhi.
Tunggal kedua tim Indonesia, Putri Kusuma Wardani, punya rapor lumayan di BATC 2022. Dipercaya bermain tiga kali, ia mencatat dua kemenangan dan satu kekalahan. Yang sedikit merisaukan peringkat 76 dunia ini pernah kalah satu kali melawan Gunji, yang kemungkinan dihadapinya nanti.
Itu terjadi pada Kejuaraan Dunia Yunior (U-19) 2019. Namun, perkembangan Putri lebih pesat ketimbang Gunji.
Pemain Jepang ini kini baru menempati posisi 181 dunia.
Di ganda kedua, Lanny Tria Mayasari kemungkinan besar akan diduetkan kembali dengan Jesita Putri Miantoro.
Mereka sempat dipisah ketika tim putri Indonesia mengalahkan Korsel. Lanny dipasangkan dengan Nita Violina
Marwah dan sukses mengalahkan Kim Min Ji/Lee Seo Jin.
Lanny/Jesita atau Lanny/Nita bisa jadi berhadapan antara Gunji/Natsuki atau Akechi/Gunji. Komposisi ganda kedua Jepang akan sangat tergantung pada order of play atau susunan pertandingan.
Saat melawan Malaysia, Jepang memainkan tiga tunggal berurutan lebih dulu kemudian dua ganda. Ketika bentrok India, digunakan susunan pertandingan selang-seling antara tiga tunggal dan dua ganda.
Apa pun susunan pertandingannya, bagi Indonesia, Stephanie Widjaja berpotensi mempertahankan posisinya
sebagai tunggal ketiga. Dua kali bermain, masing-masing lawan Hong Kong dan Korsel, Stephanie mampu menebus kepercayaan pelatih dengan dua kemenangan. Ia berpotensi melawan Akechi yang biasanya menjadi tunggal ketiga Jepang.
Di semifinal lainnya, juara Grup Y sekaligus tuan rumah Malaysia bertemu dengan runner-up Grup Z, Korsel. Malaysia diprediksi akan mendapatkan kesulitan karena Korsel sudah membuktikan kekuatannya dengan mengalahkan Hong Kong dan Kazakhstan dengan skor telak 5-0 sebelum menyerah 2-3 dari Indonesia.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI