Anthony dan Jonatan Buka Peluang ke Semifinal Asian Games 2018

Minggu, 26 Agustus 2018 06:44:43

 

Majalahbulutangkis.com- Dua tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie secara mengejutkan terus merangsek hingga ke perempat final nomor perorangan di ajang Asian Games XVIII 2018 di Istora Senayan, Jakarta.

Jonatan lebih dulu mengawali sukses setelah mengalahkan andalan Thailand, Khosit Phetpradab dalam laga sengit selama tiga game 17-21, 21-18, 21-18. Berikutnya giliran Anthony yang mampu membuat kejutan besar dengan menumbangkan favorit juara asal Jepang, Kento Momota dua game langsung 21-18, 21-18.

Jonatan kembali harus melewati laga panjang seperti pertandingan-pertandingan sebelumnya. Kali ini ia mesti kehilangan game pertama dan di awal game kedua, ia juga sempat tertinggal. Jonatan membuka peluang besar di game ketiga dengan unggul sangat jauh 17-9.

Namun suasana kembali menegangkan saat Phetpradab mampu mengejar dan mendekat hingga kedudukan 18-16. Namun Jonatan yang tampil sabar, akhirnya menyelamatkan game penentuan. Sebaliknya, Phetpradab bermain terburu-buru dan malah membuat kesalahan sendiri.

"Tidak mudah melawan Khosit, tetapi Tuhan bantu saya banyak hari ini. Saya merasa performa saya kurang dibanding yang kemarin. Saya nggak mau menyerah begitu saja, ini Asian Games yang empat tahun sekali. Saya mau semaksimal mungkin, sampai habis, sampai saya benar-benar tidak bisa jalan seperti Anthony (Ginting), akan saya lakukan," jelas Jonatan setelah pertandingan.

Kembali bermain dengan durasi panjang di babak 16 besar, otomatis menguras tenaga Jonatan. Jonatan akan fokus melakukan recovery untuk menghadapi lawan di babak perempat final yaitu Wong Wing Ki (Hong Kong).

Sementara Anthony yang bertarung selama 59 menit ini memang layak dinobatkan sebagai match of the day. Anthony yang tak diunggulkan akhirnya menaklukkan Momota setelah sebelumnya di pertandingan semifinal beregu Asian Games 2018, ia takluk dari Momota.

Kala itu Anthony sudah memegang kendali atas Momota, namun begitu banyak poin yang ia sia-siakan. Anthony tampaknya belajar banyak dari pertandingan tersebut. Hari ini, meskipun ia tertinggal 6-11 di game kedua, namun Anthony tetap tenang. Ia terus membayangi skor Momota dan akhirnya menyamakan kedudukan dalam posisi 15-15, 17-17 dan untuk pertama kalinya ia memimpin perolehan skor menjadi 18-17.

Anthony mengunci perolehan skor Momota di angka 18. Penampilan Anthony memang patut diacungi jempol, pertahanan Momota yang terkenal rapat dan sulit ditembus akhirnya berhasil dibobol Anthony dengan keuletan dan kesabarannya.

"Puji Tuhan saya bisa melewati pertandingan hari ini tanpa ada sakit atau kendala apapun. Game kedia ketinggalan cukup jauh. Tadi pelatih saya (Hendry Saputra) bilang nggak apa-apa, masih ada modal di game pertama. Tapi jangan buang kesempatan di game kedua. Tetep coba strategi yang mau dijalani," ujar Anthony.

Anthony tidak menyangka bisa menang dua game langsung dari Momota. Setiap pertandingan mereka memang selalu berakhir dengan durasi yang panjang.

"Saya tidak menyangka bisa menang dua game langsung. Rasanya plong, saya kalah di beregu. Mainnya di Istora, senang bisa revans. Sebenarnya performa Momota cukup bagus, di awal game dia memegang kendali. Tapi ada peribahasa, hasil tidak akan mengkhianati usaha. Tadi walaupun sudah ketinggalan jauh, tidak ada pikiran menyerah dan mainkan game ketiga, tapi tetap coba jalankan strategi," tambah Anthony.

Kehadiran kedua orangtuanya ternyata menjadi suntikan semangat tersendiri bagi Anthony. Ia pun mempersembahkan kemenangannya malam ini untuk kedua orangtuanya.

"Tentunya senang, orangtua saya sudah datang jauh-jauh dari Bandung. Cari tiketnya juga penuh perjuangan, jadi ini kado buat mereka," katanya.

Di perempat final Anthony akan menghadapi lawan yang tak kalah tangguh yakni andalan Tiongkok, Chen Long. Sebelumnya Tiongkok sudah kehilangan satu andalan lainnya Shi Yuqi yang dikalahkan oleh Jonatan Christie di putaran kedua. (MB-01)