Pembangunan Jaya Raya GP 2018 : Pattarasuda Unggulan Teratas Tunggal Putri KU-19

Senin, 02 April 2018 10:08:26

 

Majalahbulutangkis.com- Gelar di sektor tunggal putri KU-19 di ajang bulutangkis Pembangunan Jaya Raya Junior Grand Prix 2018 nampaknya masih menjadi impian yang sulit diwujudkan di perhelatan tahun ini. Kendati digelar di kandang sendiri di GOR Jaya Raya, Bintaro, Tangerang, 3-8 April 2018, namun kekuatan para pemain mancanegara memang masih sulit diimbangi.

Fakta dan data memperlihatkan, sektor tunggal taruna putri ini memang tengah didominasi oleh pemain-pemain asal Thailand, Tiongkok, Taiwan, serta Korea Selatan. Hampir di setiap event internasional di berbagai negara selalu didominasi para pemain dari negara-negara tersebut.

Bintang putri Thailand, Pattarasuda Chaiwan yang sejak 2016 lalu sudah mencuri perhatian, kini menjelma menjadi kekuatan baru yang menakutkan setiap lawan. Meski baru berusia 17 tahun namun Pattarusuda mampu berakselerasi dan mendominasi di kelompok usia di atasnya.

Satu gelar juara di KU-19 sudah dikoleksi Pattarasuda di musim 2018 dengan menjuarai ajang bulutangkis Yonex German Junior 2018 di Berlin, awal Maret lalu. Yang menarik, di musim 2017 lalu, Pattarasuda yang kelahiran 2001 ini dengan leluasa bisa bermain di KU-17 atau KU-19. Saat tampil di Kejuaraan Asia KU-17 & KU-15 di Myanmar, Pattarasuda keluar sebagai juara tunggal putri KU-17. Seluruh lawan disikatnya dua game langsung serta rata-rata dengan skor telak di bawah 10 poin.

Di ajang Pembangunan Jaya Raya Junior GP 2017, Pattarasuda yang akselerasi ke KU-19 mampu keluar sebagai juara setelah di final mengalahkan Yue Yann Jaslyn Hooi (Singapura) 22-20, 21-12. Namun, yang menarik dalam perjalanan menuju ke final Pattarasuda secara beruntun mengalahkan empat pemain Indonesia, masing-masing Putri Ayu Desiderianti, Alya Rahma Mulyani, Asty Dwi Widyaningrum, serta Sri Fatmawati.

Tiga bulan kemudian atau tempat pada Juli 2017, Patarasuda datang lagi ke GOR Jaya Raya untuk berlaga di ajang Pembangunan Jaya Raya Asia Junior Championship 2017. Masih bertarung di KU-19, ia berhasil melaju ke final kendati akhirnya kalah dari Han Yue (Tiongkok) 15-21, 13-21.

Dengan posisinya saat berada di peringkat 1 dunia yunior, Pattarasuda kini memang jadi incaran banyak pemain. Kendati, di atas kertas pemain yang satu klub dengan Ratchanok Intanon ini tetap diunggulkan karena performanya yang semakin matang. Sementara pemain-pemain lain yang tahun lalu mempersulit langkahnya kini sudah tak berhak tampil lagi di ajang ini.

Dua pemain asal Tiongkok, Wang Zhiyi dan Wei Yaxin adalah dua pemain yang diperkirakan mampu memberikan perlawanan kepada Pattarasuda. Sedngkan pemain-pemain lainnya rata-rata memiliki rekor yang buruk saat menghadapi Pattarasuda.

Yang cukup memprihatinkan adalah minimnya stok pemain Indonesia yang diharapkan mampu bersaing di kelompok elit ini. Dari jajaran 10 besar unggulan tak ada satu pun pemain asal Indonesia. Yang tertinggi adalah Maharani Sekar Batari yang berada di unggulan ke-14. Pemain binaan PB.Jaya Raya ini memang masih sulit untuk diharapkan mampu bersaing.

Pemain yang akrab disapa Rani ini sebetulnya baru beranjak dari kelompok remaja. Pemain kelahiran Jakarta, 9 September 2001 ini punya catatan cukup baik dengan memenangkan gelar tunggal remaja putri di ajang Djarum Sirnas Jabar 2017. Sementara di ajang Pembangunan Jaya Raya Junior GP 2018 akan menjadi pengalaman baru bagi Rani tampil di KU-19 tahun.  (Daryadi)

Daftar Unggulan Tunggal Putri KU-19

1.Pattarasuda Chaiwan (Thailand)
2.Wang Zhiyi (Tiongkok)
3.Wei Yaxin (Tiongkok)
4.Chasinee Korepap (Thailand)
5.Huang Yin Hsuan (Taiwan)
6.Hsieh Yu Ying (Taiwan)
7.Yue Yann Jaslyn Hooi (Singapura)
8.Park Ga Eun (Korsel)
9.Zhou Meng (Tiongkok)
10.Qi Xuan Eoon (Malaysia)
11.Hung En Tzu (Taiwan)
12.Hirari Mizui (Jepang)