Pemain Pelatnas Pratama Diuji di Purwokerto

Senin, 01 April 2019 08:09:38

 

Majalahbulutangkis.com- Ajang bulutangkis Djarum Sirkuit Nasional 2019 Seri I di GOR Satria, Purwokerto, bisa menjadi ujian bagi para pemain Pelatnas Pratama yang diterjunkan di event pembuka ini.

Ajang Djarum Sirkuit Nasional (Sirnas) memulai rangkaiannya di tahun 2019. Kota Purwokerto menjadi tuan rumah ajang yang bertajuk Djarum Sirnas Premier Jawa Tengah Open tersebut. Persaingan perebutan gelar juara antar klub-klub Indonesia akan semakin ketat, apalagi di nomor-nomor tertentu Pelatnas PBSI mengirimkan pemainnya.

Tercatat satu pasangan ganda putra, tiga ganda putri dan dua ganda campuran yang akan mewaliki pasukan Cipayung. Sebetulnya pemainyang diturunkan merupakan pemain Junior atau kelas taruna, namun dalam Sirnas ini mereka akan bertarung di kelas dewasa.

Para pemain tersebut adalah Bernadus Bagas Kusuma Wardana/Dwiki Rafian Restu di nomor ganda putra. Berikutnya pasangan Metya Inayah Cindiani/Amalia Cahaya Pratiwi, Melani Mamahit/Tryola Nadia dan Rayhan Vania Salsabila/Febby Valencia Dwijayanti Gani dari sektor ganda putri. Pelatnas juga menurunkan dua pasang ganda campuran yakni Dwiki Rafian Restu/Melani Mamahit dan Bernadus Bagas Kusuma Wardana/ Febby Valencia Dwijayanti Gani.

Bernadus Bagas Kusuma Wardana atau yang biasa dipanggil Bagas mengaku sudah mempersiapkan diri untuk penampilannya di Purwokerto.

“Kalau menurut saya, persiapan sudah oke dan tidak ada kendala. Tetapi saya masih Junior yang turun di nomor senior. Jadi,  turnamen ini merupakan pelajaran buat pertandingan ke depannya,” tutur Bagas.

Bagas bersama Dwiki menjadi unggulan ketiga di sektor ganda putra. Di pertandingan pertama, mereka bertemu pasangan Abiyyu Fauzan Majid/M. Rizki Adam yang berasal dari klub gabungan SGS PLN Bandung dan Daihatsu Candra Wijaya. Kalau skenario unggulan berjalan mulus, maka Bagas/Dwiki akan bertemu unggulan pertama Markis Kido/Irfan Fadhilah. Seperti diketahui, Markis Kido merupakan peraih medali emas Olimpiade Beijing 2008 yang ketika itu berpasangan dengan Hendra Setiawan. Sedangkan Irfan Fadhilah merupakan salah seorang mantan pemain ganda campuran papan atas Indonesia.

“Selalu fight lawan siapa saja. Yang penting maksimal dulu di lapangan,” ujar Bagas mengenai calon lawan-lawannya.

Selain di ganda putra, Bagas juga tampil di ganda campuran. Ia yang berpasangan dengan rekannya Tryola Nadia memang tidak diunggulkan. Di partai perdana, mereka bertemu dengan Enzi Safira/Nur Sakinah Aulia dari SGS PLN Bandung. Bila menang sudah menunggu di babak kedua pasangan Agripinna Prima Rahmanto Putra/Nadiya Melati (Berkat Abadi/Pertamina Fastron), yang memperoleh bye di babak pertama. Bagas/Tryola harus satu bagan undian dengan unggulan pertama Reinard Dhanriano/Maretha Dea Giovani yang harus dilewati di babak perempat final bila ingin melaju terus hingga partai puncak. Meskipun mendapat jalur undian yang berat, Bagas tidak membedakan antara nomor ganda campuran dengan ganda putra.

“Saya akan fokus dua-duanya. Tidak ada perbedaan antara tampil di ganda putra dan ganda campuran. Selalu siap saja,” tambah Bagas.

Bagas merupakan pemain magang di Pelatnas sejak bulan Januari 2019 lalu. Namun tetap saja mereka membawa nama Pelatnas ketika bertanding. Namun Bagas tidak menjadikan hal tersebut sebagai beban walaupun nantinya akan berhadapan dengan pemain-pemain yang mewakili klub.

“Kalau beban sih gak terlalu ada ya karena lawan-lawannya lebih senior,” tutup Bagas

Bagas yang merupakan pemain kelahiran Kulonprogo, Yogyakarta, 25 April 2001 ini sebenarnya masih dalam rentang usia taruna. Ia mulai mengikuti Djarum Sirnas di kelompok taruna tahun lalu dengan hasil terbaiknya sebagai runner up Djarum Sirnas Jawa Barat Open. Namun prestasinya justru telah terlihat sejak usia pemula. Bagas berhasil menjadi semifinalis ganda campuran dan runner-up ganda putra Kejuaraan Asia Junior 2015 untuk kelompok umur di bawah 15 tahun.

Sementara di nomor ganda dewasa putri, Pelatnas PBSI mengirim lebih banyak pasangan. Pasangan Melani Mamahit/Tryola Nadia harus menghadapi tantangan keras di babak pertama. Mereka bertemu unggulan kedua sekaligus mantan atlet Pelatnas Maretha Dea Giovani/Masita Mahmudin (Mutiara Bandung/Jaya Raya Jakarta). Rekannya Metya Inayah Cindiani/Amalia Cahaya Pratiwi juga akan diuji oleh pasangan unggulan. Mereka bertemu Aisyah Nuraini/Annisa Mubarokah dari FIFA Badminton Club yang merupakan unggulan empat. Pasangan Pelatnas lainnya Rayhan Vania Salsabila/Febby Valencia Dwijayanti Gani akan berhadapan dengan Bella Irianti/Windi Siti Mulyani dari klub Tangkas Jakarta dan Victory Bogor.

Nomor ganda dewasa putri ini menjanjikan persaingan sengit dengan tampilnya para mantan pemain Pelatnas lainnya. Diantaranya Rosyita Eka Putri Sari yang menggandeng juniornya Aldira Rizki Putri dan Serena Kani yang berpasangan dengan Ayu Gary Luna Maharani dari klub Djarum Kudus. Belum lagi pemegang juara Sirnas lima kali tahun lalu Nadya Melati. Memang ia tidak tampil dengan pasangannya Dian Fitriani, tetapi pasangan barunya Tiara Rosalia Nuraidah dari Mutiara Cardinal Bandung tidak kalah mentereng.

Apapun hasilnya yang diraih para pemain Pelatnas PBSI di ajang ini akan menjadi modal bagi mereka untuk menghadapi pertandingan internasional di kelompok Junior. Sebagian besar pemain yang turun di Djarum Sirnas Jateng ini, akan bertanding di BTY Thailand Junior International Challenge yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand,  23-28 April 2019. (Hendri Anhar)