Peluang Juara Tunggal Putra Kecil di Indonesia Masters-Open 2022
Selasa, 31 Mei 2022 19:01:54

Majalahbulutangkis.com- Publik Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, jelas menuntut para punggawa bulutangkis Tanah Air meraih gelar juara di Indonesia Masters, 7-12 Juni, dan Indonesia Open 2022, 14-19 Juni.
Salah satunya di sektor tunggal putra. Maklum, ini adalah salah satu sektor yang paling prestisius di samping ganda putra. Di sektor yang disebut terakhir ini mungkin pecinta olahraga tepok bulu tak terlalu khawatir.
Pasalnya, baik di Indonesia Masters maupun di Indonesia Open, ganda-ganda putra 'Merah Putih' masih merajai. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo menjuarai Indonesia Masters 2018, 2019 dan 2020 dan Indonesia Open 2019 dan 2021.
Sekadar informasi, Indonesia Open Super 1000 tak digelar pada 2020 lantaran pandemi Covid-19. Namun, Indonesia Masters yang kini berlevel Super 500 tetap dilangsungkan.
Sektor tunggal putra Indonesia menjuarai Indonesia Masters pada 2018 dan 2020 melalui Anthony Sinisuka Ginting. Namun, di Indonesia Open kali terakhir tunggal putra 'Merah Putih' juara terjadi pada 2012 yang dicatat oleh Simon Santoso.
Mirisnya, peluang tunggal putra Indonesia menjadi kampiun di dua event tersebut terbilang tak terlalu besar. Di Indonesia Masters, lima tunggal putra 'Merah Putih' dikerahkan yakni Ginting, Jonatan Christie, Shesar Hiren Rhustavito, Tommy Sugiarto, dan Chico Aura Dwi Wardoyo. Pemain yang disebutkan terakhir ini harus bermain dari babak kualifikasi.
Ginting dan Vito mendapat lawan yang cukup sulit di babak I atau 32 besar. Ginting bentrok tunggal putra Thailand, Kunlavut Vitidsarn, yang telah dua kali mengalahkannya dari tiga pertemuan. Vito dipertemukan dengan peringkat 1 dunia, Viktor Axelsen. Pemain berperingkat 24 dunia ini selalu kalah di dua bentrokan mereka.
Di babak kualifikasi, Chico bersua wakil Prancis, Christo Popov, yang terkenal ulet saat bertanding. Belum ada sejarah pertemuan di antara mereka.
Jojo dan Tommy diprediksi tak bakal kesulitan melaju ke babak II atau 16 besar. Jojo meladeni Zhao Jun Peng dari Tiongkok yang telah ditaklukannya dua kali dari tiga benturan. Tommy melawan Lee Cheuk Yiu dari Hong Kong yang dibekuknya pada satu-satunya pertemuan mereka.
Di Indonesia Open, Chico yang berperingkat 46 dunia tak bisa ikut serta. Namun, setidaknya satu tunggal putra Indonesia dipastikan melaju ke perdelapan final. Itu karena Ginting dan Tommy sudah harus saling hantam di babak 32 besar.
Vito kembali bertemu lawan berat, Ng Ka Long Angus. Pemain Hong Kong ini telah dua kali melumat Vito dari tiga pertemuan. Jojo lagi-lagi di posisi agak ringan. Ia bersua wakil Thailand, Kanthapon Wangcharoen, yang dibekuknya di dua benturan mereka.
Ginting tak menampik persaingan di sektor tunggal putra dunia saat ini sangat ketat. Ini terbukti dengan silih bergantinya juara di sejumlah turnamen BWF World Tour Super 2022.
"Sekarang persaingan di tunggal putra demikian ketat. Saya pun akan berusaha semaksimal mungkin, agar bisa merebut gelar juara," kata Ginting dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI, Senin (30/5).
"Semua pemain terbaik, dalam maupun luar negeri, diturunkan di turnamen ini. Khususnya di Indonesia Open, hampir lengkap (pemain yang akan) bermain di sana.
"Wakil-wakil Tiongkok begitu pula negara-negara lainnya yang belum sempat bertanding pada tahun sebelumnya, mereka pasti mau mengejar ketertinggalan mereka di tahun ini."
Dilihat dari performa kelima tunggal putra Indonesia sejauh ini di musim 2022 juga tak bisa dibilang menenangkan. Hanya Jojo yang mampu meraih gelar juara. Itu terjadi di Swiss Open Super 300.
Selain juara di Swiss Open, Jojo mampu merangsek di dua final, yakni Korea Open Super 500 dan Badminton Asia Championships. Di Korea Open, Jojo menyerah dari pemain Tiongkok, Weng Hong Yang. Di Badminton Asia Championships, pemain berusia 24 tahun itu digebuk bintang Malaysia, Lee Zii Jia.
Swiss Open juga jadi capaian terbaik Ginting dengan mencapak semifinal. Peringkat 6 dunia ini ditaklukkan wakil India, Prannoy H.S., 19-21, 21-19, 18-21.
Capaian terbaik Vito menembus dua perempat final di dua turnamen Super 500, yakni Korea Open dan Thailand Open. Chico menoreh hasil terbaiknya ketika mencapai semifinal Badminton Asia Championships. Ia dikalahkan Jojo, yang notabene seniornya di Pelatnas PBSI.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI
Baca Juga
- WTF 2018: Anthony Dan Tommy Terhenti Di Penyisihan Grup
- Indonesia Masters 2022: Indonesia Vs Tiongkok Di Semifinal Ganda Putra
- Alps International U-19 2022: Pemain Pelapis Bawa Pulang Tiga Gelar
- Tinggalkan Denmark Axelsen Menetap Di Dubai
- Pembangunan Jaya Raya GP 2018: Stephani Widjaja Singkirkan Unggulan Ketujuh