PBSI Tuntut Kinerja Lebih dari Pemain-pemain Putra di Indonesia Masters dan Open 2022
Sabtu, 28 Mei 2022 20:32:44

Majalahbulutangkis.com- Dua hajatan besar bulutangkis berkelas dunia di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada Juni harus dimanfaatkan maksimal oleh para pemain Indonesia, terutama barisan pemain muda.
Indonesia Masters Super 500 akan digelar pada 7-12 Juni dan Indonesia Open Super 1000 dilangsungkan pada 14-19 Juni. Jadwal dua event yang berdekatan jelas menuntut kekuatan fisik, mental, dan stamina dari para pemain.
Namun, dengan dukungan penuh publik Istora semestinya bukan menjadi beban. Justru harus dijadikan sebagai pemompa motivasti bagi para pemain muda. Terlebih PBSI sudah mencanangkan bahwa sejumlah pemain Indonesia wajib menapak final di kelima sektor yang dipertandingkan. Hal yang sama terjadi ketika Indonesia Masters dan Indonesia Open digelar di Bali pada akhir 2021.
"Target kami tentu bisa seperti di Indonesia Masters dan Open tahun lalu, ada yang lolos ke babak final. Harapan untuk meraih gelar juara belum hilang, dan saya yakin pemain muda juga bisa memberikan penampilan terbaik," kata Sekretaris Jenderal PP PBSI, Muhammad Fadil Imran, sebagaimana dilaporkan oleh Antara, Kamis (26/5).
Rionny Mainaky lebih menyoroti tim putra yang dinilainya punya masalah berbeda di tim utama dan muda. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI ini menegaskan para pemain senior, utama, dan muda semestinya bisa mengambil pelajaran dari kegagalan mereka mempertahankan medali emas Piala Thomas-Uber 2022 dan SEA Games XXXI 2021.
Seperti diketahui tim Piala Thomas Indonesia yang diisi para pemain utama dan senior harus mengakui keunggulan tim India pada final di Bangkok, Thailand. Sedangkan, tim putra SEA Games yang bermaterikan pemain-pemain muda dikalahkan Thailand pada semifinal sehingga harus puas hanya meraih medali perunggu.
Menurut Rionny, di tim utama dan senior, kelelahan fisik jadi faktor utama kegagalan mereka mempertahankan gelar juara Piala Thomas. Sementara, tim putra SEA Games disebut Rionny bermasalah pada sisi mentalitas bertanding.
Yang pasti, Rionny berharap para pemain putra ini bisa tampil lebih baik di Indonesia Masters dan Indonesia Open.
"Saya harap mereka (tim Piala Thomas) lebih siap, jadi kita jangan santai lagi untuk menghadapi lawan. Kemarin mungkin juga masih lengah karena status juara bertahan, tapi setelah ini harus jadi pelajaran untuk tim," ungkap Rionny masih dikutip dari Antara.
"Mereka (tim putra SEA Games) saya lihat agak kaget saat tampil dan akhirnya tak bisa maksimal. Pemain muda ini rupanya ada rasa takut. Pemanasan sudah bagus, tapi secara mental kurang siap. Ini yang saya sampaikan sebagai kendala saat evaluasi tim.
"Hasil kemarin (di Vietnam) harus jadi evaluasi, tapi saya berharap yang muda-muda ini bisa membuat kejutan di Indonesia Masters dan Open."
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI