Mengapa BAC 2022 tak Menyediakan Hadiah Uang?
Senin, 25 April 2022 08:34:10

Majalahbulutangkis.com- Badminton Asia Championships (BAC) atau Kejuaraan Asia telah dihelat sejak 1962. Kuala Lumpur, Malaysia, mendapat kehormatan untuk menjadi tuan rumah gelaran perdananya.
Indonesia tercatat sudah enam kali didaulat sebagai penyelenggara. DKI Jakarta kebagian tiga kali menjadi tuan rumah. Semarang, Bandar Lampung, dan Surabaya masing-masing satu kali.
Sedangkan, tuan rumah BAC 2022, Filipina, akan mencapai tiga kali menggelarnya. Ketiganya diadakan di Kota Manila. Turnamen ini selalu menarik minat pebulutangkis-pebulutangkis top Asia untuk mengikutinya. Padahal, mulai dari edisi pertama pada 1962 sampai edisi ke-36 pada 2017 di Wuhan, Tiongkok, tak ada hadiah uang atau pun poin di sana.
Predikat sebagai yang terbaik di Benua Asia di suatu sektor dan mendapat medali emas sangat menggiurkan bagi para pemain di kawasan ini. Meski demikian, di edisi ke-37 pada 2018 masih di Wuhan, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) memasukkan BAC dalam rangkaian turnamen BWF World Tour.
Ketika itu, BAC diberi level Super 500. Di sini, mulai ada pemberian poin dunia dan hadiah uang. BAC 2018 Super 500 memberikan 9.200 poin untuk juara dan total hadiah US$350.000.
Di edisi ke-38 pada 2019, level BAC tetap Super 500 dan poin untuk juara sama 9.200. Namun, total hadiah uang naik menjadi US$400.000. Mirisnya, pandemi Covid-19 memaksa BAC 2020 dan 2021 dibatalkan.
Pada 2022 ini, BAC kembali digelar dengan Manila, Filipina, menjadi tuan rumah dan perhelatan dilangsungkan pada 26 April-1 Mei. Kendati begitu, hadiah uang ditiadakan. Namun, level kejuaraan dinaikkan menjadi setara Super 1000. Otomatis poin para juara juga meningkat menjadi 12.000. Pemberian medali emas, perak, dan perunggu tetap dipertahankan.
Hal ini harus dilakukan Badminton Asia Confederations (BAC) atau Konfederasi Bulutangkis Asia demi menarik minat para pemain top Asia untuk ambil bagian. BAC 2022 sempat terancam batal digelar karena tak adanya negara yang tertarik menjadi tuan rumah. Alasannya, event ini bertepatan dengan bulan Ramadhan dan berdekatan dengan Idul Fitri 1443 H.
Namun, kemudian berdasarkan permintaan khusus dari BWF, Filipina bersedia menjadi penyelenggara dengan syarat tak ada hadiah uang mengingat persiapan yang terbilang singkat. Hal ini diungkap Chair of Event Badminton Asia Bambang Roedyanto dalam Konferensi Pers BAC 2022 di Hotel Crimson, Manila, Minggu (24/4).
"Filipina sudah pernah dan sukses menggelar dua turnamen berskala besar, SEA Games 2019 dan Kejuaraan Asia Beregu 2020. Saat mereka ditawari untuk menjadi tuan rumah (BAC 2022) dengan waktu persiapan yang singkat, mereka menyanggupi," kata pria yang akrab disapa Rudy itu dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
"Kami yakin mereka juga akan sukses di sini mencetak sejarah menjadi tuan rumah Kejuaraan Asia 2022 yang setara dengan BWF Super 1000," imbuhnya.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI