Malaysia Open 2022: Ngeri! Sebegini Hebatnya Lawan Leo/Daniel di Babak I

Jumat, 24 Juni 2022 09:18:12

 

Majalahbulutangkis.com- Tak ada yang bisa menduga atau menebak apa yang terjadi dalam sebuah undian. Begitu juga, yang tersaji pada undian Malaysia Open 2022 yang berlevel BWF World Tour Super 750. 

Turnamen berhadiah total US$675.000 ini dijadwalkan dihelat di Axiata Arena, Kuala Lumpur, pada 28 Juni-3 Juli. Drawing atau undian sudah diumumkan pada 7 Juni lalu. Perlu diketahui turnamen Super 750 sama dengan Super 1000, babak kualifikasi ditiadakan. Hanya ada babak utama. Sebanyak 32 slot disiapkan di masing-masing sektor. 

Di babak I atau 32 besar digelar 16 pertandingan demi memperebutkan 16 tiket ke babak 16 besar atau perdelapan final. Demi berjaga-jaga bila ada pemain tunggal atau pasangan yang mundur, Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) sudah mempersiapkan sejumlah pemain pengganti yang dimasukkan dalam daftar reserves atau cadangan di tiap sektor. 

Mirisnya, petaka ini terjadi pada dua ganda putra Indonesia. Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan menarik diri karena alasan masih dalam masa pemulihan dan cedera. 

Yeremia mengalami cedera lutut parah ketika ia dan Pramudya melawan ganda Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, pada perempat final Indonesia Open, pekan lalu. Slot Pram/Yere digantikan oleh ganda Jerman Jones Ralfy Jansen/Jan Colin Volker, untuk melawan ganda Indonesia, Muhammad Shohibul Fikri/Bagas Maulana, di babak 32 besar. Jones/Jan ini berstatus ganda PFR (Promoted From Reserves) karena sebelumnya mereka ada di daftar pemain pengganti alias cadangan.

Posisi Marcus/Kevin diisi oleh Tan Kian Meng/Tan Wee Kiong. Ganda Malaysia ini menempati posisi teratas dalam daftar reserves karena mereka memiliki peringkat dan poin dunia lebih tinggi dari ganda-ganda cadangan lainnya, termasuk Jones/Jan di posisi kedua. Tan/Tan akan menghadapi ganda Denmark, Jeppe Bay/Lasse Molhede, di babak 32 besar. 

Pemenang duel ini akan menghadapi pemenang partai Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kontra juara Indonesia Open 2022, Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi. Ini akan jadi pertemuan kedua bagi kedua pasangan. Leo/Daniel bisa belajar dari kekalahan mereka pada pertemuan pertama dengan Liu/Ou di babak 32 besar Korea Masters Super 500. Kala itu, seusai memenangi game pertama, 21-13, ganda berjuluk The Babies ini malah menyerah 19-21, 20-22 di dua game berikutnya.

Di sini bisa dibilang nasib Leo/Daniel kurang beruntung terkait hasil undian. Liu/Ou adalah ganda putra dengan penampilan paling moncer di musim 2022. Betapa tidak? Mereka baru ditandemkan pada awal tahun ini. German Open Super 300 menjadi turnamen pertama mereka. Hasilnya, dua pemain jangkung ini sanggup melaju hingga final sebelum dikalahkan ganda Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. 

Performa mereka konsisten dengan level permainan cenderung meningkat. Puncaknya, mereka menjuarai Indonesia Open Super 1000 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, pada 19 Juni lalu. 

Kekuatan Liu, 26 tahun, yang berpostur 193 cm dan Ou, 28 tahun, yang lebih pendek hanya empat cm ada pada kekuatan, kecepatan, keuletan dan kerapihan mereka dalam bermain. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang menjadi korban Liu/Ou pada perempat final Indonesia Open mengakui hal tersebut. 

"Lawan bermain sangat luar biasa. Mereka mengandalkan power dan mereka juga bermain safe. Mereka sangat baik mulai dari serve hingga permainan rally. Kami kurang bisa mengimbangi permainan mereka yang punya power kuat," kata Fajar dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI, beberapa waktu lalu. 

Kekalahan ini menjadikan skor pertemuan kedua pasangan 1-1 karena pada benturan pertama Fajar/Rian mengalahkan Liu/Ou pada babak II Badminton Asia Championships (BAC) pada akhir April. 

Meski pasangan baru, Liu/Ou bisa bermain di turnamen-turnamen berlevel tinggi karena adanya metode notional dan adjusted rankings yang disediakan oleh BWF. Notional rankings atau peringkat abstrak digunakan untuk pasangan baru yang belum memiliki poin peringkat dunia. Syaratnya, salah satu atau kedua pemain di pasangan anyar ini telah bermain dengan pasangan sebelumnya di 52 pekan terakhir dalam agenda turnamen BWF. 

Liu/Ou mendapat keiistimewaan ini karena mereka pernah berpasangan dengan rekan lainnya dalam kurun tersebut. Liu pernah bertandem dengan Zhou Hao Dong. Sedangkan, Ou pernah diduetkan dengan Zhang Nan. 

Namun, Liu/Ou bisa menggunakan jalur notional rankings hanya sampai Korea Masters Super 500, yang berakhir pada 17 April. Hebatnya, mereka juga mampu menembus final meski kalah dari ganda tuan rumah, Kim Gi Jung/Kim Sa Rang. Dari hasil di German Open dan Korea Masters, Liu/Ou pun mendapatkan poin 11.900 sekaligus peringkat dunia di posisi 153. 

Itu sebabnya, mereka tak lagi bisa memakai jalur notional rankings untuk tampil di Indonesia Masters dan Indonesia Open. Liu/Ou harus beralih ke jalur adjusted/protected rankings yang disediakan bagi ganda-ganda yang belum memainkan delapan turnamen BWF secara bersama dalam 52 pekan terakhir. 

Sebelum tampil di Indonesia Masters, Liu/Ou sempat bermain di dua turnamen, yakni BAC dan Piala Thomas bersama timnas Tiongkok. Dari hasil dua turnamen ini, Liu/Ou mendulang 22.722 poin dan ranking dunia di posisi 83. Namun, poin dan ranking dunia di dua turnamen ini tak dihitung untuk drawing main draw dan qualification (M&Q) Indonesia Masters. Sebab, entry deadline atau batas akhir pendaftaran untuk ikut Indonesia Masters ditetapkan BWF pada 26 April. Ini sebelum BAC dan Piala Thomas digelar. 

Itu sebabnya, di Indonesia Masters, Liu/Ou tetap dihitung baru bermain di dua turnamen (German Open dan Korea Masters) dengan hasil 11.900 poin dan menempati ranking 153 dunia. Mereka pun harus bermain dari babak kualifikasi karena adjusted points mereka (23.800) belum mencukupi untuk langsung tampil di main draw atau babak utama. 

Di Indonesia Open pun sesungguhnya Liu/Ou tak masuk main draw. Sebab, BWF menggunakan entry deadline 3 Mei yang berarti Liu/Ou baru mengikuti tiga turnamen. BAC menjadi tambahan satu turnamen setelah German Open dan Korea Masters. Dengan tambahan poin 4.800 setelah terhenti di perdelapan final BAC, Liu/Ou total mengemas 16.700 poin dan peringkat dunia mereka naik ke posisi 118. Adjusted points mereka menjadi 33.400.  

Ini belum cukup membuat Liu/Ou otomatis ke main draw Indonesia Open Super 1000, tapi mereka berada di posisi teratas daftar cadangan. Ingat, tak ada babak kualifikasi untuk turnamen Super 1000 dan 750. 

Meski demikian, berkah pun datang kepada Liu/Ou. Total 12 pemain mundur sebelum Indonesia Open dihelat pada 14 Juni. Salah satunya adalah ganda India, Krishna Prasad Garaga/Vishnuvardhan Goud Panjala, yang sejatinya melawan unggulan kedua dari Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Jadilah, Liu/Ou melawan ganda veteran 'Merah Putih' tersebut. Fantastisnya, mulai dari Ahsan/Hendra di babak 32 besar hingga ganda Korea, Choi/Kim, di final, dilibas Liu/Ou dengan straight game untuk menjadi juara Indonesia Open 2022. Ini menjadi gelar juara pertama mereka sebagai pasangan. Liu/Ou pun mencatat rekor sebagai ganda pertama dari daftar cadangan atau PFR yang menjuarai turnamen Super 1000 sejak BWF memperkenalkan sistem BWF World Tour pada 2018.  

Kini Liu/Ou membidik gelar kedua di Malaysia Open Super 750. BWF memakai entry deadline 17 Mei untuk berlaga di Axiata Arena. Dengan begitu, Liu/Ou dihitung baru memainkan empat turnamen, minus Indonesia Masters dan Indonesia Open, dengan menempati ranking 83 dunia dan mengoleksi 22.722 poin. Adjusted points mereka menjadi 45.444 poin. Ini sudah cukup untuk menempatkan mereka di urutan ke-19 dari 32 pasangan yang berhak otomatis berada di main draw

RAPOR LIU YU CHEN/OU XUAN YI HINGGA INDONESIA OPEN 2022
GERMAN OPEN SUPER 300 (Runner-up)
BABAK I vs Rasmus Kjaer/Frederik Sogaard (Denmark/ranking -) 21-15, 22-20
BABAK II vs Akira Koga/Taichi Saito (Jepang/ranking 22) 21-8, 21-15
PEREMPAT FINAL vs Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi (Jepang/ranking 40) 21-12, 21-16
SEMIFINAL vs Kim Astrup/Anders Skaarup Rasmussen (Denmark/ranking 10) 21-18, 21-17
FINAL vs Goh Sze Fei/Nur Izzuddin (Malaysia/ranking 17) 21-23, 21-16, 14-21

KOREA MASTERS SUPER 500 (Runner-up)
BABAK I vs Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin (Indonesia/ranking 24) 13-21, 21-19, 22-20
BABAK II vs Choi Hyun Beom/Park Byeong Hun (Korsel/ranking-) 21-13, 21-15
PEREMPAT FINAL vs Kon Sung Hyun/Shin Baek Cheol (Korsel/ranking 22) 21-17, 18-21, 21-13
SEMIFINAL vs Choi Sol Gyu/Kim Won Ho (Korsel/ranking 146) 21-19, 21-16
FINAL vs Kim Gi Jung/Kim Sa Rang (Korsel/ranking 198) 14-21, 16-21

BADMINTON ASIA CHAMPIONSHIPS (Perdelapan final)
BABAK I (ranking 153) vs Law Cheuk Him/Lee Chun Hei Reginald (Hong Kong/ranking 313) 21-9, 18-21, 21-16
BABAK II (ranking 153) vs Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia/ranking 8) 21-19, 18-21, 21-19

PIALA THOMAS-UBER (Perempat final)
FASE GRUP (ranking 118) vs Christo Popov/Toma Junior Popov (Prancis/ranking 30) 20-22, 21-16, 21-16
FASE GRUP (ranking 118) vs Koceila Mammeri/Youcef Sabri Medel (Aljazair/ranking 59) 21-8, 21-17
FASE GRUP (ranking 118) vs Kim Astrup/Mathias Christiansen (Denmark/ranking-) 21-16, 21-11
PEREMPAT FINAL (ranking 118) vs Mohammad Ahsan/Kevin Sanjaya Sukamuljo (Indonesia/ranking-) 17-21, 16-21

INDONESIA MASTERS SUPER 500 (Perdelapan final)
BABAK I-Kualifikasi (ranking 83) vs Muh. Putra Erwiansyah/Patra Harapan Rindorindo (Indonesia/216) 21-9, 21-18
BABAK I (ranking 83) vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia/ranking 10) 21-15, 21-19
BABAK II (ranking 83) vs Liang Wei Keng/Wang Chang (Tiongkok/rangking 424)

INDONESIA OPEN SUPER 1000 (Juara)
BABAK I (rangking 75) vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (Indonesia/ranking 3) 21-17, 24-22
BABAK II (ranking 75) vs M.R. Arjun/Dhruv Kapila (India/ranking 40) 21-19, 21-15
PEREMPAT FINAL (ranking 75) vs Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Indonesia/ranking 6) 21-18, 21-18
SEMIFINAL (ranking 75) vs Aaron Chia/Soh Wooi Yik (Malaysia/ranking 7) 21-18, 21-13
FINAL (ranking 75) vs Choi Sol Gyu/Kim Won Ho (Korsel/ranking 83) 21-17, 23-21 

STATISTIKA
TOTAL MAIN: 24 
MENANG: 19
KALAH: 5
PERSENTASE MENANG: 79,1%
JUARA: 1 (Indonesia Open Super 1000)
RUNNER-UP: 2 (German Open Super 300, Korea Masters Super 500)
MENANG VS RANKING 10 BESAR DUNIA: 4 (Ahsan/Hendra; Fajar/Rian; Aaron/Soh; Ong/Teo)
MENANG STRAIGHT GAME: 15
MENANG RUBBER GAME: 4
KALAH STRAIGHT GAME: 3
KALAH RUBBER GAME: 2
DURASI MAIN TERCEPAT: 26 menit (vs Koceila/Youcef-Fase grup Piala Thomas)
DURASI MAIN TERLAMA: 70 menit (vs Goh/Nur-Final German Open)

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI