Empat Wakil Indonesia di Olimpiade Tokyo Kalah di Laga Simulasi

Jumat, 18 Juni 2021 20:30:58

 

Majalahbulutangkis.com- Rasa was-was menghinggapi tim bulutangkis yang akan bertarung di ajang Olimpiade Tokyo 2020. Kecemasan itu muncul setelah empat dari tujuh wakil Indonesia di pesta olahraga empat tahunan itu, justru kalah dari rekan sendiri dalam laga simulasi yang digelar PBSI di Pelatnas Cipayung, 16-17 Juni lalu.

Akibat tidak adanya turnamen yang menjadi persiapan bagi para pebulutangkis Indonesia sebelum bertolak ke Tokyo, PBSI menggelar simulasi selama dua hari Rabu dan Kamis lalu. Dalam simulasi ini mempertemukan tujuh wakil Merah Putih melawan para anggota Pelatnas PBSI yang tidak lolos ke Olimpiade.

Pada simulasi hari pertama Rabu (16/6), kekalahan diderita oleh ganda putra senior Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan yang dipaksa mengakui keunggulan yunior mereka Muhammad Rian Ardianto/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani dalam laga tiga game 23-21, 13-21, 16-21.

Ahsan/Hendra di pertandingan kali ini mengaku memang belum menemukan pola permainan terbaiknya.

"Memang harus diakui lawan bermain cukup baik hari ini," kata Ahsan.

"Selain itu, kami juga belum menemukan pola permainan yang kami mau. Masih banyak menunggu bola dan mainnya masih panjang-panjang," sambung Hendra.

Walau kalah, Ahsan/Hendra merasa punya keuntungan tersendiri dalam menjalani laga simulasi tersebut.

"Bagi kami, pertandingan ini sangat bagus. Jadi kami bisa mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang masih ada. Di sisa dua setengah minggu sebelum berangkat, akan kami perbaiki semua kekurangan itu," sahut Hendra.

Sementara pada simulasi hari kedua Kamis (17/6), kekalahan diderita wakil Indonesia di ganda campuran pasangan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti yang dipaksa menyerah di tangan pasangan yuniornya Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, 23-25, 13-21

Jordan mengaku sedang tidak fit saat masuk lapangan. Ia merasakan sakit di area bokong sebelah kiri.

"Sebenarnya dari sebelum pertandingan saya sudah merasakan sakit. Mungkin efek dari latihan yang sedang sangat intens," kata Jordan usai pertandingan.

Kekalahan menyakitkan juga dialami satu-satunya wakil tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. Di luar dugaan Grego dipaksa mengakui keunggulan pemain muda Esther Nurumi Tri Wardoyo dalam permainan tiga game 12-21, 21-13, 11-21.

Gregoria mengaku tidak bisa keluar dari tekanan sendiri. "Hari ini permainan saya tidak keluar sama sekali. Semua jadi serba salah mainnya," ucap Gregoria

"Saya tegang karena jujur saya menargetkan hari ini harus menang tapi saya malah tertekan dan tidak bisa mengatasinya. Ester juga kan pemain muda, jadi nambah beban ke saya," lanjutnya.

Lebih lanjut Gregoria mengatakan bahwa sudah lama tidak bertanding membuatnya sedikit sulit untuk kembali ke performa yang diinginkan.

"Ada pengaruhnya sedikit sih sudah lama tidak bertanding ke performa saya. Intinya hari ini saya dapat pelajaran berharga untuk lebih menyiapkan diri sebaik-baiknya menuju Olimpiade. Saya mau lupakan kekalahan ini dan fokus pada peningkatan dan perbaikan yang masih kurang di latihan," ujar Gregoria lagi.

Kekalahan mengejutkan juga dialami tunggal putra utama Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting yang takluk di tangan Shesar Hiren Rhustavito dalam laga tiga game 21-13, 19-21, 7-21.

Vito mengaku tampil lebih siap daripada lawannya itu karena faktor lebih seringnya ia menjalani turnamen tahun ini.

"Kunci kemenangan saya karena bisa lebih ke bermain sabar saja. Kontrol permainan dengan tenang," ujar Vito lagi.

"Saya berharap Jojo dan Ginting bisa menyumbang medali di Olimpiade nanti. Tapi jangan terlalu mikirin hal itu, main all out saja dulu. Di Olimpiade semua bisa terjadi. Saya akan mendukung terus jadi tetap fokus dan semangat," lanjutnya.

Kendati hasilnya tidak sesuai yang diharapkan, Sekretaris Jenderal PP PBSI Muhammad Fadil Imran yang hadir pada laga simulasi kedua, Kamis (17/6), menyebut bahwa kekalahan yang diderita oleh pemain yang akan berangkat ke Olimpiade Tokyo, tidaklah menjadi soal. Pasalnya simulasi ini memang untuk melihat bagaimana kesiapan terakhir para pemain sebelum berangkat ke pesta olahraga paling akbar tersebut.

"Justru dari hasil simulasi ini para pelatih bisa melakukan evaluasi dan koreksi untuk melihat faktor-faktor apa yang kurang dan yang membuat pemain Olimpiade malah kalah di simulasi ini. Di waktu yang tersisa, pelatih bisa memoles agar pemain bisa lebih siap lagi," tutur Fadil.

Hasil Pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020,
Rabu (16/6):

Ganda Campuran: Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja vs Adnan Maulana/Mychelle Crhystine Bandaso, 11-21, 21-13, 21-15

Tunggal Putra: Jonatan Christie vs Chico Aura Dwi Wardoyo, 21-17, 23-25, 21-10

Ganda Putri: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Ribka Sugiarto vs Yulfira Barkah/Febby Valencia Dwijayanti Gani, 21-18, 16-21, 11-8 (ret)

Tunggal Putri: Putri Kusuma Wardani vs Nandini Putri Arumni, 21-9, 21-16

Ganda Putra: Muhammad Rian Ardianto/Mohammad Reza Pahlevi Isfahani vs Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, 21-23, 21-13, 21-16

Kamis (16/6)

Ganda Campuran: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari, 23-25, 13-21

Tunggal Putri: Gregoria Mariska Tunjung vs Ester Nurumi Tri Wardoyo, 12-21, 21-13, 11-21

Tunggal Putra: Anthony Sinisuka Ginting vs Shesar Hiren Rhustavito, 21-13, 19-21, 7-21

Ganda Putri: Greysia Polii/Apriyani Rahayu vs Nita Violina Marwah/Putri Syaikah, 21-10, 27-25

Ganda Putra: Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo vs Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, 18-21, 21-14, 21-16. (MB-01)