Malaysia Open 2022: Gregoria Main Anti-klimaks di Perdelapan Final

Kamis, 30 Juni 2022 13:07:55

 

Majalahbulutangkis.com- Gregoria Mariska Tunjung membuat heboh di Malaysia Open 2022. Sebab, pemain berusia 22 tahun ini di luar dugaan menyingkirkan pemain nomor 1 dunia dari Jepang, Akane Yamaguchi, pada babak I atau 32 besar, Selasa (28/6). Itu baru menjadi kemenangan kedua Gregoria dari total 10 pertemuan dengan Akane. 

Dengan catatan positif di awal turnamen, Gregoria diprediksi bakal bisa melangkah jauh di turnamen berlevel BWF World Tour Super 750 tersebut. Sayangnya, yang terjadi di lapangan tak seperti itu. 

Pemain yang akrab disapan Jorji itu seolah tampil anti-klimaks pada babak II atau 16 besar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Kamis (30/6). Ia menyerah dari wakil Tiongkok yang berstatus juara Badminton Asian Championships Wang Zhi Yi 19-21, 13-21 hanya dengan durasi 32 menit. Soal kekalahannya kali ini, Jorji menuding akibat kesalahannya sendiri yang bermain kurang sabar. 

"Tadi sebetulnya saya sudah merasa enak bermainnya, terutama di awal-awal game. Hanya karena lawan itu punya pola balik serang, jadinya kadang sudah dapat kesempatan, tapi saya seperti terlalu banyak berpikir untuk ambil keputusan, seperti dapat bola enak dan harus mati nih, padahal tak harus. Bisa saja diolah dulu, bisa sabar dulu. Lalu setelah terkejar dan poinnya mepet malah tak yakin dengan pola yang diterapkan, tak percaya diri," kata Jorji dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.

Faktor non-teknis lagi-lagi diakui Jorji menjadi titik lemahnya. Ini terlalu lama dalam mengambil keputusan yang justru berujung pada kehilangan poin. Untuk memperbaikinya, Jorji bahkan merasa harus berkonsultasi dengan seorang psikolog.

"Saya harus perbaiki fokus di otak saya, tadi saya banyak melakukan kesalahan karena di otak saya banyak berpikir kekurangan saya. Saya juga sudah berkonsultasi dengan psikolog dan semoga faktor ini bisa teratasi walau saya tahu perlu waktu," ungkapnya. 

Di perempat final, Jumat (1/7), Wang Zhi Yi akan menghadapi Line Kjaersfeldt. Pemain Denmark ini di luar dugaan mampu mendepak unggulan kelima dari Spanyol, Carolina Marin, dengan rubber game, 21-19, 19-21, 21-13. 

Di samping Marin, An Se Young menjadi unggulan lain yang juga tersingkir di perdelapan final. Bocah ajaib dari Korea Selatan yang menempati unggulan ketiga ini dibekuk pemain Tiongkok, Han Yue, lewat partai tiga game, 23-21, 18-21, 16-21. 

Han Yue akan meladeni unggulan kedelapan Ratchanok Intanon. Pemain Thailand ini melipat pemain Amerika Serikat, Beiwen Zhang, 15-21, 21-12, 21-18 di babak 16 besar. 

(Indra)

Sumber foto: PP PBSI