BCA 2020: Putri Indonesia Kembali Dijegal Jepang 0-3
Sabtu, 15 Febuari 2020 04:36:11
Majalahbulutangkis.com- Perjalanan tim putri Indonesia di ajang Badminton Asia Team Championship 2020 di Manila, Filipina, akhirnya terhenti di babak perempat final. Gregoria dkk harus menghentikan langkahnya usai kalah telak 0-3 dari juara bertahan tim Jepang.
Kekalahan ini pun sekaligus mengulang kekalahan yang dialami tim putri Indonesia dari Jepang di ajang yang sama dua tahun lalu di Alor Setar, Malaysia, juga dengan skor 0-3. Bedanya kala itu tim Indonesia jumpa Jepang di babak semifinal.
Tampil sebagai ujung tombak, Gregoria belum berhasil mengatasi perlawanan Akane Yamaguchi. Bertarung sengit dalam dua pertemuan terakhir di Indonesia Masters 2020 dan Thailand Masters 2020, kali ini Gregoria takluk dengan skor 9-21, 15-21.
Sektor ganda putri yang menjadi andalan, juga masih belum bisa mengatasi perlawanan wakil Negeri Matahari Terbit. Greysia Polii/Apriyani Rahayu dikalahkan Yuki Fukushima/Sayaka Hirota dengan skor 19-21, 15-21.
Ruselli Hartawan yang tercatat belum pernah menang dari Sayaka Takahashi dalam tiga pertemuan terakhir, masih belum bisa memetik kemenangan. Ruselli ditundukkan Takahashi dengan skor 13-21, 14-21.
"Kami prihatin dengan kekalahan ini, tapi memang secara peringkat dan kelas, jujur kami akui kami masih di bawah Jepang. Tapi kami juga menghargai perjuangan para atlet kami yang sudah berjuang mati-matian. Kami harus terima ini, mudah-mudahan ini menjadi bekal untuk mereka, berlatih lebih keras lagi, ke depan supaya bisa tampil lebih baik," kata Achmad Budiharto, Chef de Mission tim Indonesia di BATC 2020.
Budiharto juga menegaskan bahwa tim Indonesia mempertimbangkan berbagai hal dalam kebijakan penurunan pemain selama BATC 2020. Tak cuma hasil di BATC yang berpengaruh pada target ke putaran final Piala Thomas dan Uber 2020, tetapi juga target poin olimpiade yang menjadi prioritas utama.
"Kami ke sini kan ada dua misi, yang pertama kami mau membawa tim untuk lolos ke putaran final Piala Thomas dan Uber 2020. Kedua, kami ingin memberikan kesempatan untuk dapat tambahan poin dan mematangkan persiapan mereka ke olimpiade. Jadi memang ada beberapa pertimbangan dalam penurunan pemain," lanjut Budiharto yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal PP PBSI. (MB-01)