Malaysia Masters 2022: Ganda Putra Pastikan Satu Gelar
Minggu, 10 Juli 2022 00:00:07
Majalabulutangkis.com- Perang saudara sesama pemain Indonesia kembali tergelar di Malaysia Master 2022. Sebelumnya, hal ini terjadi pada perempat final tunggal putra antara Chico Aura Dwi Wardoyo kontra Anthony Sinisuka Ginting, Jumat (8/7).
Duel ini dimenangi oleh Chico yang akhirnya sanggup ke final setelah melipat lawannya, Lu Guang Zu, dari Tiongkok di semifinal, Sabtu (9/7). Chico akan menghadapi wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus, pada final di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Minggu (10/7).
Final Malaysia Masters 2022 juga akan menyajikan duel antara sesama ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan versus Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. Mereka memastikan akan tetap ngotot demi meraih gelar juara.
"Yang pasti alhamdulillah siapa pun yang menang besok, tetap Indonesia. Tapi, kami mau juara, untuk menambah kepercayaan diri. Melawan Ahsan/Hendra mereka sangat berpengalaman. Kami harus antisipasi, lebih rilek lagi dan tak boleh terburu-buru," kata Fajar dikutip dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
Dalam rekor pertemuan, Fajar/Rian tertinggal 1-2 dari Ahsan/Hendra. Namun, pertemuan terakhir mereka sudah terjadi pada Indonesia Masters 2020 yang dimenangi oleh Ahsan/Hendra. Fajar/Rian kini sudah jauh lebih berkembang.
Bahkan, di musim 2022, performa pasangan berakronim FajRi ini lebih konsisten ketimbang Ahsan/Hendra. FajRi telah mencapai enam final, yakni Swiss Open Super 300 (juara), Korea Open Super 500 (runner-up), Thailand Open Super 500 (runner-up), Indonesia Masters Super 500 (juara), dan Malaysia Open Super 750 (runner-up).
Bandingkan dengan Ahsan/Hendra. Ganda senior berjuluk The Daddies ini baru menyentuh dua final dan keduanya gagal menjadi juara, yakni India Open Super 500 dan All England Open Super 1000.
FajRi merangsek ke final Malaysia Masters seusai mendepak wakil tuan rumah, Aaron Chia/Soh Wooi Yik, 21-14, 19-21, 21-10, dengan durasi 50 menit di semifinal. Kemenangan ini membuat skor pertemuan kedua ganda tersebut menjadi 3-3.
Namun, kemenangan atas Aaron/Soh makin mempertegas hegemoni FajRi atas ganda-ganda 'Negeri Jiran' di Malaysia Open dan Malaysia Masters. Sebelumnya, FajRi mengalahkan Goh V. Shem/Low Juan Shen, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, dan Junaidi Arif/Muhammad Haikal.
Sedangkan, The Daddies menumbangkan Liang Wei Kang/Wang Chang 21-19, 21-17 dengan durasi 37 menit di semifinal. The Daddies menyebut ganda Tiongkok tersebut berpotensi menjadi pasangan hebat ke depannya.
"Wang Chang pemain yang cepat, ia pintar menutup-nutup bolanya. Ke depan mungkin mereka bisa berbahaya kalau mainnya sudah lebih safe," kata Hendra.
"Pasangan Tiongkok ini mempunyai karakter yang bagus dan mereka punya serangan yang baik, kita cukup kewalahan juga. Jadi memang tadi kita coba ada di bola-bola penden dan pelannya," ujar Ahsan menimpali.
Indonesia juga memiliki wakil di final ganda campuran, yakni Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari. Pasangan berperingkat 20 dunia ini melawan ganda nomor 1 dunia dari Tiongkok, Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong, di final.
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI