Malaysia Masters 2022: Dua Ganda Putra Lanjut, Satu Out
Selasa, 05 Juli 2022 21:10:36
Majalahbulutangkis.com- Indonesia kehilangan satu wakil di sektor ganda putra Malaysia Masters 2022. Itu akibat dari kekalahan Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri pada babak I atau 32 besar di Axiata Arena, Kuala Lumpur, Selasa (5/7).
Juara All England Open Super 1000 ini harus mengakui keunggulan Goh V. Shem/Low Juan Shen dengan skor 21-15, 14-21, 19-21 dalam tempo 51 menit. Ganda tuan rumah ini akan menghadapi juara Malaysia Open 2022 dari Jepang, Takuro Hoki/Yugo Kobayashi di babak II atau 16 besar, Kamis (7/7).
"Hari ini terutama di game ketiga setelah interval kita banyak melakukan kesalahan. Banyak error. Tak ada faktor angin, tadi masih oke bolanya untuk dikontrol. Kita tadi kalah di fokus. Lawan bermain lebih rapi terutama saat reli-reli yang sering terjadi tadi," kata Fikri dilansir dari rilis Tim Humas dan Media PP PBSI.
"Game kedua dan ketiga itu kita kecolongan terus sama mereka. Mereka bisa cepat ambil inisiatif. Sementara kita tak bisa main seperti di game pertama," ujar Bagas menambahkan.
Beruntung, Indonesia masih memiliki dua ganda putra yang lanjut ke perdelapan final. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto belum terhenti berkat kemenangan atas ganda tuan rumah lainnya, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin, 14-21, 20-22, dengan durasi 37 menit.
Ini membuat skor pertemuan di antara kedua pasangan itu menjadi 7-1 untuk Fajar/Rian. Ganda berakronim FajRi ini memenangi empat pertemuan terakhir yang semuanya terjadi pada 2022.
"Di game kedua Goh/Izzuddin bermain lebih berani, terutama di bola-bola depan, sementara kami banyak melakukan kesalahan sendiri dan kurang antisipasi. Di game pertama, start kami cukup bagus, sempat kaget juga karena di Malaysia Open biasanya lapangan kami menang angin, tapi hari ini jadi kalah angin. Hanya jadinya enak buat kami," kata Rian.
"Di game kedua itu kami bermain lebih tenang di poin-poin kritis, terutama saat tertinggal 19-20. Lebih rileks dan akhirnya bisa membalikkan keadaan," ucap Fajar menambahkan.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mendampingi FajRi ke perdelapan final. Ganda senior Indonesia ini juga mendepak ganda tuan rumah, Tan Kian Meng/Tan Wee Kiong, 21-18, 21-13, dengan durasi 29 menit.
Meski mengakui ada kendala arah angin yang kerap berubah, Ahsan/Hendra sepakat ini harus bisa adaptasi dengan cepat.
"Hari ini kita bermain oke. Start-nya bagus. Kita coba terapkan pola kita dulu. Kondisi angin berubah-ubah, jadi biasanya kita tanya ke yang sudah main di lapangan itu. Menang dan kalah anginnya seperti apa. Di babak 16 besar harus lebih siap lagi," ungkap Hendra.
"Kondisi angin berubah-ubah jadi harus cepat adaptasi. Bahkan, di latihan kemarin sama hari ini beda anginnya," sebut Ahsan.
Di perdelapan final, FajRi meladeni Supak Jomkoh/Kittinupong Kedren. Ganda Thailand berperingkat 34 dunia ini melipat ganda Jepang, Keiichiro Matsui/Yoshinori Takeuchi, 19-21, 21-17, 22-20, di babak 32 besar. FajRi dan Supak/Kittinupong belum pernah saling bertemu.
Sedangkan, Ahsan/Hendra masih menunggu pemenang duel Jean Bernar Bongout/Tejraj Pultoo dari Mauritius kontra ganda Tiongko, Ren Xian Yu/Tan Qiang, yang baru akan dilakukan Rabu (6/7).
(Indra)
Sumber foto: PP PBSI