An Se Young Akui Serangannya Belum Mematikan
Sabtu, 02 April 2022 22:13:34

Majalahbulutangkis.com- Siapa yang tak kagum melihat permainan An Se Young? Kelincahan kaki, akurasi pukulan, smash keras, kejelian membaca permainan, dan kuat dalam bertahan semua dimilikinya.
Wajar, di usianya yang baru menginjak 20 tahun, An Se Young telah mengoleksi banyak gelar bergengsi.
Sejak 2019 sampai sekarang, total sudah delapan gelar juara BWF World Tour yang dikoleksinya. Teraktual adalah tiga trofi beruntun di Indonesia Badminton Festival (IBF) di Bali pada Desember 2021, yakni Indonesia Masters, Indonesia Open, dan BWF World Tour Finals.
Prestasi-prestasi tersebut mendongkraknya ke peringkat 4 dunia. An Se Young, bahkan, nyaris meraih gelar Super 1000 pertamanya di All England 2022.
Pemain bertinggi 1,70 meter ini tampil hebat mulai dari babak 32 besar hingga semifinal. Tak satu game pun hilang dari genggamannya.
Sayangnya, di final, An Se Young harus mengakui kekalahannya dari Akane Yamaguchi, 15-21, 15-21. Akane juga yang mengalahkannya pada final pertama An Se Young di Super 1000, tepatnya di Denmark Open 2021.
Akane memang bisa dibilang salah satu dari dua nemesis atau musuh bebuyutan An Se Young. Satu lagi adalah pemain Tiongkok, Chen Yu Fei.
Dari 11 pertemuan dengan Akane, An Se Young hanya mampu menang empat kali. Kemenangan terakhirnya dicatat di final Indonesia Masters 2021. Namun, setelah itu, An Se Young tak berkutik di tiga pertemuan terakhir dengan tunggal putri Jepang tersebut.
Dengan Chen Yu Fei, An Se Young bahkan kalah telak 0-6. Pertemuan terakhir keduanya terjadi di Piala Sudirman pada Oktober 2021.
An Se Young mengakui ada yang kurang dari permaiannya. Itu adalah serangan yang mematikan. Ini diketahuinya ketika mengalahkan tunggal putri Skotlandia Kirsty Gilmour, 21-17, 21-16, pada babak 16 besar All England 2022.
"Serangan jelas menjadi sisi terlemah saya. Saya seharusnya lebih memperbaikinya pada awal tahun ini. Namun, karena pandemi, latihan kami tak mencukupi pada Januari-Februari. Ada banyak kasus positif (di pusat latihan), jadi banyak batasan diterapkan," kata An Se Young dikutip dari laman BWF.
"Sekali pun saya menang (melasan Kirsty), terkait performa keseluruhan dan konteks, saya tak puas. Saya semestinya lebih baik.
"Menang memang hebat, tapi ketika kita berlatih begitu keras, kita harus memanfaatkan semua peluang saat berkompetisi, dan karena Asian Games sudah dekat (10-25 September), saya tak puas pada diri sendiri.
"Saya akan berusaha menjadikan kemampuan saya bervariasi, jadi semoga kalian bisa melihat sisi yang berbeda dari persona saya."
(Indra)
Sumber foto: BWF